1. Setuju.. justru karena itu dibuat seperti ini.. jauh lebih lunak.. 
mau lebih lunak bisa dibuat turnamen 1 hari di P. 1000 tetapi mungkin 
justru lebih sulit kordinasinya dengan kapal nelayan di sana.. saya rasa 
kalau dibuat di Binuangeun bukan dia lagi dia lagi kok :) marketnya 
jelas beda... kapal tinggi2 (kelas besar) nggak bisa masuk ke dermaga 
Villa muara kangen..

2.  Boleh dengan sistem perorangan.. tetapi kalo ada peserta yang 
menggunakan metoda trolling.. maka kalau 1 kapal ada 4 orang, gimana 
menentukan siapa yang angkat joran pertama?? kalau mau per orang berarti 
harus mancing dasar atau jigging atau drifting dll dimana semua 
terngantung perorangan.. boleh juga ini... makanya saya bilang metoda 
silahkan diskusikan mana yang paling menarik, tetapi kalau (ini kalau 
lho) dibuat di binuangeun dimana yang datang sewa kapal ke sana banyak 
(bahkan banyak sekali) yang bukan anggota MancingL ini, mereka rata2 
pagi - sore trolling, (mungkin makan siang jebluk sebentar) trus malem 
baru jebluk.. nah kalo dibuat peraturan harus jebluk / jigging / popping 
/ apalah... ditakutkan pesertanya yang tadinya saya incer para 
pelanggan2 Pak Hasyim dari Villa Muara Kangen dan sekitarnya (orang yang 
suka sewa kapal nelayan bukan dari villa .. banyak lho...) akan tidak 
tertarik..

Masalah kapal disediakan Panitia dan diundi juga boleh banget.. tetapi 
yang saya takut ada juga orang yang tidak nyaman apabila dibuat 1 kapal 
dengan orang yang tidak di kenal selama 1 hari 1 malam... Coba 
perhatikan orang2 yang datang sewa kapal di Binuangeun deh.. rata2 
mereka tim.. itulah yang diincer.. mungkin kalau mau sistem yang diundi 
kapalnya, perorangan lebih cocok dibuat turnamen 1 hari di P. 1000 
(pergi pagi pulang sore.. resiko jangkauan jelajah tidak jauh kecuali 
kapal BH) atau buat di Kolowerang he..he.. itu pasti bisa :)

3.  Setuju bahwa hadiah lebih besar.. saya buat 1-5 itu tidak fix, cuman 
contoh.. cuman saya pikir lebih banyak pemenang lebih mengasyikan.. 
masalah hadiah harus 50% kembali ke peserta juga setuju banget.. mungkin 
Adrianus harus lihat hitungan2 saya biar lebih jelas.. kalau ada sponsor 
pasti lebih besar.. ini kan saya asumsikan tanpa sponsor..  Sebenernya 
hadiah sudah 60%.... ini terdiri dari hadiah 1 - 5,  piala &/ piagam 2 
jt, plus premi asuransi untuk jackpot 3 jt (ini ngikutin turnamen piala 
presiden).. kalo nggak mau pake jackpot bisa 3 jtnya di jadiin hadiah..  
Komponen besar no 2 atau 15% adalah sumbangan ke Nelayan sejumlah 5 
juta.. kenapa?? :
a.  Kita menggunakan lahan para nelayan di sana untuk turnamen. 
sebaiknya kita berikan sesuatu ke mereka
b.  Jaman sekarang, marilah kita saling membantu yang susah
c. Mudah2an dengan sedikit pemberian dari turnamen ini kita tidak 
diributkan / dipersulit oleh para penduduk sekitar.. inget lho jalur 
kapal mau keluar dari dermaga melewati banyak kapal nelayan.. bayangin 
ada 20 kapal keluar bersamaan dari villa muara kangen, belum kegiatan 
isi bensin yang bolak bali, dll.. pasti penduduk disana mempertanyakan 
ada apa???

Nah kalo 100% hadiah mau dikembalikan ke peserta bisa 2 cara : pertama, 
ada sponsor.. maka semua saweran enterance fee bisa dibalikan jadi 
hadiah ditambah sponsor lagi :) bisa lebih dari 100%, kedua : kita2 aja 
yang anggota MancingL (seperti ide saya dulu) pergi mancing bareng di 
Binuangeun, katakan 5 kapal, trus tiap kapal bayar 1,5 juta trus ikan 
terbanyak / terberat dapet juara 1, 2 , 3 dll.. selesai deh ;) nggak ada 
panitia, nggak ada cost untuk brochure, uang makan panitia, pembukaan & 
penutupan, dll... he..he..

Tapi judulnya nggak susah kok.. yang penting ada kemauan aja.. kalo 
nggak ada kemauan ya susah :)

HF

adrianus bratanata wrote:

> Wah, konsepnya udah lengkap bener, hebat eeuy!
> 
> Sedikit komentar dan saran:
> 
> 1. Target peserta sebaiknya pemancing yang ngga punya kapal, ini untuk
> merangsang keikutsertaan pemancing-pemancing yang agak 'kere' yang
> sebenarnya merupakan mayoritas pemancing. Ini sesuai dengan tujuan
> memasyarakatkan Formasi, agar peserta lomba mancing tidak 'dia lagi dia
> lagi'
> 2. Untuk mencapai tujuan seperti disebutkan dalam point 1, perlu dipikirkan
> metode lomba yang sesuai. Contoh lomba mancing di Bangka dapat
> dipertimbangkan (peserta perorangan, bukan tim) dapat juga peserta berupa
> tim, tapi kapal disediakan panitia dan diundi. Ini juga mirip dengan lomba
> mancing empang dimana lapak (tempat mancing) diundi sebelum lomba.
> 
> 3. Hadiah harus lebih besar. Harap diingat peserta lomba ini bukan sekedar
> mencari prestise karena memenangkan lomba, tapi juga mengharapkan hadiah.
> Ini juga sesuai dengan prinsip olahraga professional. Minimum 70% dari uang
> pendaftaran dikembalikan ke peserta sebagai hadiah, kalau bisa malah 100%,
> biaya lomba dicari dari sponsor. Distribusi hadiah juga sebaiknya diubah,
> mis: Hadiah I 50% dari total hadiah, hadiah II 30%, dan III 20%.  Sekali
> lagi ini meniru sistem lomba mancing di empang dimana pengelola memungut
> 25-30% dan sisanya dibayarkan kembali sebagai hadiah. Seperti kata anda
> sendiri, lomba mancing di empang terbukti mampu menarik peserta dan
> terselenggara secara kontinyu.
> 
> sekian sumbang saran dari saya.
> 
> adrianus
> 
> 


---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **







Kirim email ke