tq pak bekti,sudah hampir kondor gue sendirian meng obok,me rayu2,
pak indra,akhir dia bersedia juga.-sebagai pemula mungkin saya mewakili
rekansss pemula lain saya katakan bahwa kami butuh bimbingan,kenapa
banyak senior yang lain spt nya "malu2" didalam membimbing para
pemula spt saya ini,untung ada rekan indra yang walau saya tahu agak berat
karena
waktu, bersedia juga,kalau tidak wah............gimana ya ?.
nggak perlu yang canggih2, yang sederhana2 saja pun masih banyak rekan kita
yang butuh bimbingan,spt bagaimana yang tampak di mancing l ini:bagaimana
mancing
cendro(bukan cendri loh),baronang dll.
kornelius
wakilorangkecil
----- Original Message -----
From: "Agus Subekti" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Mancing-L@Kreatif. Com" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, May 18, 2001 11:29 AM
Subject: [mancing-l] Jigging
> Prens,
> Mumpung lagi ngomongin jigging, boleh khan sekali2 saya agak serius di
milis
> ini.
>
> Jigging sebenarnya hanyalah salah satu dari sekian banyak teknik mancing
> yang banyak dilakukan orang. Hanya memang teknik ini jauh lebih bopeler
> (baca : populer) di Jepang. Dan rata-rata pemancing Jepang memang lebih
> menyukai teknik-teknik mancing yang mengandung unsur olah raga cukup
banyak
> seperti jigging dan casting menggunakan popper (sering juga disebut dengan
> istilah 'popping').
>
> Dibandingkan teknik lain, jigging ini memang jauh lebih menarik. Mengapa
?
> Karena hanya dengan teknik jigging inilah seorang pemancing bisa
mendapatkan
> ikan dasar, ikan tengah dan bahkan ikan permukaan tanpa mengganti piranti
> mancingnya. Seperti kita ketahui, mancing jeblug hanya efektif untuk ikan
> dasar sedangkan casting dan trolling hanya efektif untuk ikan2 permukaan.
> Tetapi dengan teknik jigging, 'action' dari umpan yang digunakan masih
> atraktif baik di dasar, tengah, maupun mendekati permukaan air.
>
> KAPAL
> Untuk jigging cara yang paling umum digunakan adalah drifting (tidak lego
> jangkar). Tetapi saat ngobrol dengan Munadi terakhir (akhir bulan lalu),
> dia mengatakan kepada saya bahwa ada teknik baru (yang rencananya akan
> diajarkan kepada saya), yaitu dengan kondisi kapal turun jangkar. Caranya
> adalah teknik memainkan umpannya yang membuat kondisinya mendekati
kondisi
> bila sedang
> 'drifting'. Tapi sayangnya waktu itu Munadi sedang padat dengan acara
> keluarga dan saya pas sibuk-sibuknya dengan urusan kantor, padahal Munadi
> sendiri cuma punya waktu 5 hari berada di Jakarta (Senin pagi sampai Jumat
> sore). Maka tertundalah rencana mencoba teknik jigging baru tersebut
sampai
> sekitar akhir tahun nanti.
>
> UMPAN
> Umpan yang digunakan untuk jigging ini biasa disebut "JIG". Jig ini biasa
> dibuat dari timah padat dengan berat dari yang "cuma" beberapa puluh
sampai
> yang ratusan gram. Bentuknya - seperti umumnya umpan buatan lainnya -
> 'agak' mirip ikan dan memiliki variasi warna yang cukup banyak.
> Sampai saat ini teknologi jig yang paling canggih masih dikuasai oleh
> Jepang. Canggih di sini dalam arti bila jig tersebut kita jatuhkan ke
laut
> tidak meluncur lurus kebawah (meskipun beratnya ratusan gram), akan tetapi
> bergerak seperti ikan umpan sedang berenang (saya pernah memperhatikannya
> dengan mata telanjang saat laut sedang luar biasa jernih).
> Saya setuju dengan pendapat Pak Kornelius bahwa memancing dengan teknik
ini
> (begitu juga casting menggunakan umpan buatan) akan sangat praktis dan
> bersih karena tidak perlu mencari umpan alami (cumi, ikan, udang, dsb)
yang
> rata2 kotor dan berbau kurang sedap (apalagi cumi tanpa kepala yang udah
> pernah dipake Pak Greg he....he....he....).
>
> KENUR
> Agar 'action' jig terlihat natural dalam air, idealnya kenur yang
digunakan
> cukup ringan dan berdiameter kecil tetapi kuat. Karena itulah biasanya
> jigging dilakukan dengan menggunakan 'braided line'. Kendalanya mungkin
> dalam hal ketersediaannya yang sangat terbatas di toko pancing sekitar
kita
> dan harganya yang cukup membuat 'gleg..!'. Terakhir saya tanya Munadi
hari
> Selasa kemarin sekitar Rp. 200.000 per seratus meter di Jepang sana (10
kali
> lipat harga monofilamen 'Maxima IGFA class').
>
> JORAN
> Idealnya (kembali saya pake kata 'ideal' karena tidak bersifat mutlak,
> tergantung kekuatan dompet kita), joran yang dipake untuk jigging cukup
> ringan tapi kuat dan secara ergonomis tidak terlalu menyebabkan tangan
kita
> cepat lelah baik saat memainkan umpan maupun saat mengajar ikan.
Peralatan
> ideal diperlukan kalo kita memang niat jigging seharian (saya sendiri juga
> nggak yakin kuat jigging seharian).
> Karena teknik jigging sendiri sudah sangat menguras tenaga (begitu juga
> dengan bobot umpannya), maka diusahakan bobot rod & reel -nya harus
> seringan
> mungkin agar tidak terlalu menambah beban. Kendalanya sekali lagi soal
> ketersediaan dan harganya. Salah satu joran jigging yg bagus dimiliki
oleh
> Indra P (Shimano Saurus). Tanya aja sendiri berapa puluh ribu yen
harganya.
> Joran 'biasa' tetap masih bisa digunakan, konsekuensinya cuma kita lebih
> cepat capek dan agak sulit mengatur sentakan/goyangan agar action jig
> sebagus mungkin.
>
> REEL
> Syarat utama reel untuk jigging adalah drag-nya yang harus kuat. Spinning
> Reel 'original' yang bayak dipakai adalah Stella atau Twin Power karena
> sudah teruji kualitas drag-nya, juga karena bobotnya yang ringan. Di
Jepang
> sana para maniac jigging malah udah hobby membongkar habis reel kemudian
> mengganti komponen drag dan gear dengan bahan-bahan yang kuat. Bisa jadi
> body-nya Penn (yang udah terkenal tahan banting), kemudian drag-nya
diganti
> dengan yang bagus begitu juga beberapa komponen lainnya. Ya kira2 seperti
> mobil rally, bodinya Timor tapi jerohannya udah macem2.
> Drag memang harus kuat karena sifat braided line yang sama sekali nggak
> melar seperti monofilamen, sehingga tenaga betotan ikan sebagian besar
> langsung ke reel (tidak diredam oleh melarnya kenur).
>
> TAPI, seorang pemancing haruslah KREATIF alias tidak akan menyerah dengan
> kendala keterbatasan peralatan. Dengan kondisi Rupiah yg letoy seperti
> sekarang saya sendiri juga jauh dari mampu untuk membeli peralatan yang
> layak untuk jigging. Tapi rasanya ada beberapa jenis berhala yang bisa
> diakali untuk dimodifikasi, dan bahkan dipakai apa adanya (resikonya
paling2
> kita yg dimainin ikan, bukan kita yg mainin ikan saat fight
> he...he....he....).
>
> TEKNIK MANCING
> Agak sulit menerangkannya lewat tulisan, tapi saya akan coba semaksimal
> mungkin.
> Prinsip utamanya mungkin cuma nurunin umpan sampai dasar kemudian
> perlahan-lahan digulung lagi sambil memainkan joran agar action jig-nya
> atraktif buat ikan. Teknik memainkannya bisa bervariasi tergantung sifat
> jig yang dipakai. Yang paling mudah mungkin seperti kita sedang mancing
> ikan umpan menggunakan kotrekan. Begitu umpan sampai di dasar, joran
agak
> dikocok sambil menggulung reel pelan-pelan. Saat umpan sudah sampai
> permukaan tapi nggak ada yg nyamber juga, ya turunin lagi, kocok sambil
> gulung, turunin lagi....dst. Begitulah kerjaan kita seharian. Bayangkan
> aja kalau jig yang kita pakai seberat 200 gram seperti yg ditawarin Soni
> itu, dua kali nurunin umpan aja udah lumayan pegelnya lengan kita ini.
> Karena braided yang digunakan biasanya ada tanda pembedaan warnanya, kita
> bisa tahu posisi jig ada di kedalaman berapa meter dari permukaan pada
saat
> kita sedang melakukan kocok-gulung. Sesuai dengan kecepatan ikan, maka
> kecepatan menggulung juga makin cepat saat makin mendekati permukaan air,
> karena sifat ikan2 permukaan yg relatif lebih cepat.
>
> Kendala bagi pemula, seperti yang pernah disampaikan oleh Soni mengenai
> belajar casting, yaitu unsur capek dan kebosanan terutama di perairan2 yg
> nggak melimpah ikannya seperti di Kepulauan Seribu.
> Bila diadakan pelatihan, rasanya Indra P dan Soni bisa menyediakan alat2
> peraganya sekaligus jadi instrukturnya. Munadi sendiri paling cepat bulan
> September baru ke sini, itupun mungkin cuma 2 - 3 hari.
>
> Buat Indra atau Soni tolong tulisan ini ditambahin atau dikoreksi bila ada
> yg salah. Mudah-mudahan bisa memberi gambaran awal buat rekan-rekan yg
sama
> sekali belum tahu mengenai jigging ini.
>
>
> .......
> kocok-gulung-turuninlagi-kocoklagi-gulunglagi-luemess...
---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information, online chat,
forum discusion, clasifiedads, etc
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **