SOAL HARGA
Sore di taman. Dua engineer berpapasan. Satu sedang jogging dan satu
mengendarai sepeda yang bagus.
"Hai, sepedamu bagus. Baru ?"
"Bisa dibilang baru. Ada gadis manis memberikannya padaku tadi."
"Baik sekali! Bagaimana ceritanya ?"
"Aku juga heran. Tadi aku sedang jogging. Gadis manis itu naik sepeda ini.
Dia berhenti, mengerlingkan mata, lalu turun. Kami jalan bersama
sebentar. Tiba-tiba dia mengajakku masuk ke semak-semak.
Di sana dia membuka seluruh pakaiannya. Lalu katanya, 'sekarang, ambillah
milikku yang paling berharga'.
Ada training pack, ada sepatu, dan ada sepeda. Jadi aku ambil sepedanya."
"Ya dong. Tentu. Lagipula training pack dan sepatunya belum tentu
seukuran dengan kamu."

ISTRI ATAU PACAR ?
Tiga engineer berbincang santai. Di luar kebiasaan, kali ini mereka
memperbincangkan soal istri dan pacar.
"Saya lebih suka punya pacar," kata engineer
pertama. "Lebih bebas. Tidak terikat waktu. Dan lebih mesra."
"Istri justru lebih mesra," kata engineer kedua.
"Lagipula lebih santai. Dan jelas kita lebih terurus, sehingga bisa
berfokus lebih banyak pada engineering."

"Kalau saya, lebih suka punya istri dan pacar sekaligus," kata engineer
ketiga.
"Malam-malam, istri saya mengira saya sedang serong ke pacar saya.
Pacar saya mengira saya kembali ke istri saya. Padahal saya lagi asyik
dengan eksperimen di lab, tanpa gangguan.


PERANCANG ANATOMI
Tiga engineer muda asyik berdebat. Topiknya adalah tentang anatomi
manusia. Mereka bersitegang tentang siapa sebenarnya perancang anatomi
manusia itu.
"Pasti engineer mesin," kata engineer pertama.
"Lihat, sistem kendali mekaniknya yang nyaris sempurna. Tarikan katrol
dan pengungkitan yang halus, serta ..."
"Itu artinya bukan engineer mesin, tapi engineer elektro," tukas engineer
kedua.
"Yang kamu tunjukkan berkaitan dengan sistem kendali syaraf yang luar biasa
presisinya."
 Kata engineer ketiga, "Menurut aku sih, pasti  engineer sipil. Siapa lagi
 yang punya kebiasaan menempatkan saluran limbah berdekatan sekali dengan
 kawasan rekreasi."


TINGGI TIANG
Beberapa engineer muda sedang berbincang di bawah tiang bendera.
Mereka sedang membandingkan cara terbaik untuk menghitung tinggi
tiang itu.
Sedang asyik-asyiknya berbincang, datanglah seorang engineer senior.
Setelah mengetahui persoalannya, si engineer senior mengangkat tiang itu,
merebahkannya ke tanah, mengeluarkan meteran dari sakunya, dan mulai
mengukur.
"Tiga meter delapan puluh dua centimeter. Mudah kan? Cepat dan praktis."
Seorang engineer muda menyanggah, "Tapi kita mau mengukur tinggi tiang,
bukan panjang tiang."


---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **







Kirim email ke