Hehehe...terima kasih pak Sumarno sudah bikin saya tertawa...lumayan buat
obat stress abis ujian....:)
----- Original Message -----
From: E. Sumarno <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, July 02, 2001 6:29 AM
Subject: [mancing-l] Sekedar renungan
Dalam suatu penerbangan dengan pesawat Kepresidenan,
selain Presiden Gus Dur, ikut terbang pula Amien Rais,
Akbar Tanjung, dan dua orang aktivis Pramuka.
Terulanglah peristiwa Gus Dur sewaktu berkunjung ke
Australia; pesawatnya kerusakan lagi. Tetapi kali ini
sangat gawat. Tidak mungkin lagi dilakukan pendaratan
darurat. Dalam hitungan kurang lebih lima menit lagi
pesawat itu pasti jatuh. Lebih gawat lagi, di dalam
pesawat tersebut hanya ada lima buah parasut. Kemudian
ditambah seorang pilot sehingga mereka menjadi enam
orang.
Yang pertama kali beraksi adalah pilot. Dengan cepat,
dia mengenakan parasutnya, dan berkata, "Pesawat ini
akan segera jatuh. Harapan kalian semua segera memakai
parasut masing-masing". Lalu, dia pun meloncat keluar
pesawat bersama parasutnya.
Akbar Tanjung pun sigap. Segera dia menyambuar sebuah
parasut di dekatnya, kemudian dengan terburu-buru dan
raut muka yang sudah pucat, ia berkata," Sebagai Ketua
DPR, saya masih harus memimpin sidang-sidang penting
DPR. Apalagi, DPR masih belum merampungkan 200 RUU.
Tanggung jawab saya masih sangat besar. Maka, mohon
maaf, saya harus menyelamatkan diri". Akbar pun segera
melompat keluar dari pesawat dengan parasut.
Amien Rais pun tidak mau kalah cepat. Setelah dengan
tergesa-gesa memakai parasut yang diambil di dekatnya,
ia berkata, "Sebagai Ketua MPR, 1 Agustus nanti, saya
harus memimpin Sidang Istimewa MPR. Mungkin pula akan
memimpin sidang istimewa untuk memilih Presiden dan
Wakil Presiden baru. Mohon maaf, negara masih sangat
membutuhkan saya". Loncatlah Amien dari badan pesawat
dengan menggunakan parasut.
Tinggalah sekarang Gus Dur bersama dua orang Pramuka.
Sedangkan, parasut tinggal dua buah. Lalu Gus Dur pun
dengan pasrah berkata kepada kedua orang pramuka itu.
"Saya ini sebenarnya boleh dikatakan terbujuk oleh
Poros Tengah sampai bisa menjadi Presiden, dan
menggeserkan Mbak Mega yang seharusnya lebih berhak
daripada saya. Saya tidak bisa melihat. Berjalan pun
harus dituntun. Mungkin lebih baik, saya berhenti
menjadi Presiden dengan ikut pesawat ini jatuh. Saat
ini tinggal dua parasut. Kalian berdua masih muda dan
menjadi harapan bangsa di masa depan. Pakailah kedua
parasut, dan selamatkanlah diri kalian sebelum pesawat
ini jatuh, dan hancur".
"Tenang Gus Dur," kata salah seorang dari kedua orang
Pramuka itu. "Kita sebenarnya masih punya empat buah
parasut. Tadi, dua parasut yang dipakai Pak Akbar dan
Pak Amien Rais sebenarnya adalah ransel pramuka kami
berdua," ujarnya.
---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information, online chat,
forum discusion, clasifiedads, etc
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **