Dari Kompas Cybermedia http://www.kompas.com/berita-terbaru/0107/18/headline/23.htm Rabu, 18 Juli 2001, 14:20 WIB Presiden Kemungkinan Besar Tidak Keluarkan Dekrit Denpasar, Rabu Rencana Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan dekrit kemungkinan besar tidak jadi dilaksanakan, karena terdapat tanda-tanda positif bahwa kompromi semakin mungkin terwujud. "Proses menunjukkan tanda-tanda ada pemahaman teman-teman dialog Presiden bahwa persoalan bangsa lebih penting dari pada persoalan pribadi yang tampaknya tengah diperjuangkan DPR," kata Juru Bicara Kepresidenan Adhie Massardi menjawab pertanyaan wartawan di Denpasar, Bali, Rabu (18/7). Adhie yang ditemui saat istirahat santap siang di Hotel Grand Bali Beach mengemukakan, kemungkinan dikeluarkannya dekrit keadaan bahaya makin menipis. Ketika ditanya apakah kemungkinan tidak dikeluarkannya dekrit itu karena tak ada dukungan dari TNI/Polri, Adhie membantahnya. "Tidak begitu. TNI/Polri akan mendukung semangat untuk mempertahankan integritas bangsa. Untuk kepentingan bangsa, TNI/Polri pasti di belakang Presiden," ungkapnya. "Ini keyakinan Gus Dur sendiri, karena TNI/Polri mempunyai filosofi untuk kepentingan integritas bangsa, kalau tidak mendukung, ya bukan TNI namanya," tambah Adhie. Ditanya apakah bukan merupakan pembangkangan jika TNI tidak mendukung dekrit, Adhie menyatakan bukan, karena menurutnya alasan dikeluarkannya dekrit dianggap belum memenuhi syarat. "Tetapi saat negara terancam, TNI/Polri pasti akan mendukung," tegasnya. Ia menjelaskan, kemungkinan Presiden tak akan mengeluarkan dekrit diperolehnya dua hari lalu dari Presiden, setelah terlihat proses kompromi dengan mitra dialognya menunjukkan perkembangan yang positif. Ketika ditanya siapa mitra yang dimaksud tersebut, Adhie mengutarakan, ia tidak diberitahu secara persis, namun yang jelas mereka orang-orang yang memiliki pengaruh penting di parlemen. Presiden, ungkapnya, telah bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung dan Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Hamzah Haz, yang hasil pertemuan tersebut dapat disosialisasikan kepada yang lain. Saat ini Presiden Wahid sedang beristirahat dan dijadwalkan pada pukul 16.00 WITA akan bertemu Presiden Nikaragua Jose Arnoldo Aleman Lacayo, untuk kemudian bersama-sama mengunjungi Ketua Ashram Gandhi yang juga tokoh masyarakat Bali sekaligus anggota MPR, Ibu Gedong Oka sebelum kembali ke Jakarta. (Ant/ima) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information, online chat, forum discusion, clasifiedads, etc MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected] Fishing@Indonesia a MancingL sharing picture forum at http://communities.msn.com/FishingIndonesia Millis ini terselengara berkat dukungan PT. Metrocom Global Solus- The Prefered IT Solution Company http://www.metrocom.co.id ** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **
