Perjalanan mancing kali ini dimulai saat Om Pram ( Omnya Soni) jemput kita di kediaman 
Kiai jam 10 pagi. Perjalanan langsung menuju yogya untuk nyamperi temennya Om Pram 
yaitu Mas Nugi. Setelah itu kita mampir ke toko untuk membeli perlengkapan tambahan 
seperti : sepatu boot, matrass karet, senter, mantel hujan, keperluan makan, dll. 
Kemudian kita langsung menuju ke Ngrenehan. Sampai di sana sekitar jam 15.30, kita 
langsung ke TPI milih ikan untuk makan siang. Disini kita bertemu teman Om Pram satu 
lagi yang ikut mancing namanya Agung.
Cuaca mendung dan disusul hujan agak deras. Kitapun berteduh sambil ngobrol dengan 
penduduk setempat sambil mempersiapkan segala sesuatunya. 
Hari sudah gelap ketika hujan berhenti dan kita mulai perjalanan menuju lokasi mancing 
dengan dibantu seorang serpha untuk membawa perbekalan. Rencana ke Kesirat batal 
karena cuaca, akhirnya kita putuskan mancing di Biting yang dekat dengan Ngrenehan.
Awal perjalanan kita sudah dihadang tebing yang lumayan terjal untuk didaki. Tapi 
dengan modal ngos-ngosan, kita tetap jalan. Sampai diatas kita masih harus jalan lagi 
sekitar 25 menit untuk sampai di lokasi.
Angin bertiup suangat kuencing..eh, kuencang ! Mas Nugi segera mendirikan tenda. Kiki 
dan Om Pram langsung mempersiapkan joran. 
Sekitar setengah jam kemudian angin mulai bersahabat. Kita semua sudah mulai melempar 
pancing dengan umpan tenggiri di sayat. Mata harus selalu tertuju pada ujung joran 
yang ditempeli light stick. 
Tiba-tiba Kiki bangun menyambar joran dan langsung menggentak. Ikan sedikit melawan 
tapi kemudian lepas. Setelah melempar lagi, giliran Om Pram yang action. Tapi gak kena 
juga. Beberapa detik setelah Om Pram action, Kiki kembali mencelat menggentak 
joran...strike ! Ikan besar ! Kiki berusaha melawan, tapi ikan dengan gagahnya 
melawan. Akhirnya ikan dengan sentakan kuatnya berhasil menyeret drag Kiki yang sudah 
40 % tertutup itu...dan masuk kerumah. Yaaahh...gagal maning.
Tiba-tiba Om Pram memberi isyarat kalau hujan mau turun. Kita langsung bersiap-siap 
dan sebentar kemudian hujan deras disertai anging kencang. Tiga setengah orang di 
dalam tenda, selebihnya diluar. Setengah, karena saya setengah badan ditenda, setengah 
lagi pakai payung.
Beberapa jam kemudian hujan reda lagi, kita langsung mancing lagi. Om Pram berhasil 
menaikkan seekor Layur sepanjang 2 meter !..itu kalau Layurnya 3 ekor 
disambung...hehehehe. Umpan saya juga dimakan tetapi waktu saya kontrol, ikannya 
lari...kurang bumbu katanya. 
Sempat membuat Pop Mie....syungguh nikmaaaaaatttt !!
Sebentar kemudian hujan deras angin puyuh lagi. Kita kembali ketenda. Hujan reda 
kira-kira pukul 4 pagi, dimana Agung berhasil mengangkat Kakap merah junior.
Sebentar kemudian Badai lagi; sampai hari terangpun badai belum reda, malah lebih 
kencang.
Akhirnya kita putuskan untuk pulang tanpa menunggu serpha yang harusnya menjemput, 
dalam cuaca badai tersebut.
Selamat sampai di tempat. Walaupun hasil mancing kurang bagus tapi kepuasan yang amat 
sangat membayangi kami. Perjalanan yang amat menantang. Kapanpun ada tantangan, pasti 
akan berangkat lagi.
Foto-foto segera menyusul.

NB : cerita tentang Kiai amat sedikit, karena paling dia lempar pancing 2 kali, 
selebihnya tuiduuuuuurrr tueerruuuuussss di dalam tenda. 



---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
Fishing@Indonesia a MancingL sharing picture forum at 
http://communities.msn.com/FishingIndonesia

Millis ini terselengara berkat dukungan PT. Metrocom Global Solusi
  The Prefered IT Solution Company - http://www.metrocom.co.id

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **


Kirim email ke