Mancing di Bengkel???
Apa boleh tuh mancing disana?
Apa kolam itu bukan piaraan orang?


-----Original Message-----
From: Irwin Ismail [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, November 08, 2001 7:43 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [mancing-l] Percobaan daya hidup ikan setelah terpancing
(sangat penting buat yg pengen nge-release ikan hasil pancingan-nya)


gue ikutan ya;
abis mancing di bengkel sama sunu sigit en nono, gue pulang ikutan
sama mobil nono. ikan nila hasil mancing di bawa di tas plastik
kresek, emang niatnya mau di bikin sop versinya si abah (eh, kemana
sih abah?). sampe rumah, ikan ditaro di tempat cuci tangan, dan mau
disiangin (atau dimalemin-disorein, tau ah). nah, pas kran air
dinyalain, tau-2 2 ekor ikan tiba-2 napas lagi. karena penasaran,
siram terus tu ikan, eh, yang 2 ikutan gerak-2. padahal tu ikan-2
udah berada didalam plastik seengga-nya 0,5 jam tanpa air!. walhasil,
ke empat ekor ikan ga jadi masuk kuali, jadinya masuk kolam depan
rumah. seminggu kemudian, lagi iseng ngeliatin kolam, keliatan kok
nilanya tinggal 3, diubek-2 tu kolam, ngga ada juga, bekasnya juga ga
ada. kesimpulan sementara, nila tsb dicium sama meong yang emang
banyak berkeliaran (kolam bagian pingggir emang cetek). sisa 3 ekor
ikan itulah yang setiap minggu (!) dipancingin sama anak gue,
sekarang sih udah bosen dianya mancing di kolam. heran, kok ngga
kapok ya tu ikan dibodoin sama cacing?. makanan yang dikasih: ngga
ada yang spesial. sisa-2 makanan apa aja (asal bukan tulang)
nyemplung ke kolam. sekarang, keliatannya (kolam gue buteknya
ngalahin bengkel hehe..) tinggal 1 ekor. tapi, ngga seperti soni, itu
ikan sepertinya ngga mau gede-2. apa  adapengaruh kolam yang kecil
dan butek gitu kali yah. oh, ampir lupa, sekarang dikolam itu dia
udah nongkrong 6 bulan (lebih, kali?). moga-2 dongeng gue ini juga
ada gunanya.

dah ah, mo pergi dulu.

--- Adi Wisaksono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sudah hampir 4 bulan ini saya kalo mancing selalu membawa beberapa
> ikan
> ukuran sedang dalam keadaan hidup untuk dipiara di dalam akuarium.
> Selain
> untuk mengisi akuarium saya juga ingin membuktikan apa betul isi
> tulisan
> tentang handling and releasing ikan di majalah mancing luar negeri.
> Nah ini hasilnya :
> 1. Ikan Platax/gebal ukuran 1,5 kiloan, ikan terpancing sangat
> dalam masuk
> ke mulutnya sehingga sangat susah untuk dikeluarkan kailnya.
> Keputusan :
> kail dibiarkan dalam mulutnya dengan memotong leader pas di ujung
> mulutnya.
> Penanganan : Ikan dijaring nggak terpegang tangan langsung masuk
> box gabus
> setelah dg cepat leader diputus dg gunting.
> NB: Saya menggunakan box gabus untuk membawa ikan, untuk mengurangi
> cedera
> ikan akibat benturan dg dinding wadah dalam perjalanan menuju rumah
> dan
> dibantu dg air pump batere untuk menyegarkan airnya.
> Perkembangan di akurium : 2 hari kemudian baru keliatan luka2nya
> walaupun
> telah hati2 menjaringnya, di bagian dahi dan samping bawah sirip
> tetapi
> tidak terlalu besarlah. Selama seminggu ikan belum mau makan dan
> lukanya
> semakin parah dan coba diobati dg antibiotika Tetracyclin ke dalam
> akuarium. Dg perlakuan itu luka mulai mengecil dan hari ke 9 ikan
> mau makan
> udang kupas. setelah 2 minggu apapun dimakan-nya baik itu
> teri,rebon maupun
> udang utuh. Luka sembuh tapi tidak 100 % tapi tidak menjadi
> masalah.
> Status sekarang : masih hidup dan sudah berumur 3 bulanan di dalam
> akuarium
> dan besarnyapun bertambah karena makannya rakus.
>
> 2. Ikan Kakatua ukuran 2 kiloan, ikan terpancing di bagian langit2
> mulutnya
> yg keras sehingga sangat susah sekali melepaskannya. mau dipotong
> leadernya
> sayang krn pancing keliatan nyata. jadilah ikan di atas lantai
> sambil
> menggelepar2 dioperasi mulutnya pake tang untuk dilepaskan kailnya.
> Penanganan : Ikan dijaring, tapi setelah itu dipegang sekujur
> tubuhnya
> untuk membetot kailnya yg susah amir melepaskannya sampe terjatuh
> beberapa
> kali ke lantai perahu karena kulitnya yg sangat licin.
> Perkembangan di akuarium : sangat mengejutkan, karena 2 hari saja
> sudah mau
> makan ikan teri dan tidak ada tanda luka2 lebam di tubuhnya yg
> berwarna
> hijau indah itu. Hari ke 5 nggak ada angin nggak ada hujan ikan
> sudah
> tergeletak kaku di dasar akurium padahal malem masih mau makan dg
> rakusnya.
> (ternyata kakatua suka teri ya ???? he-he). Kemungkinan ikan
> mengalami luka
> dalam di bagian organ dalamnya.
>
> 3. Ikan kue ukuran 1/2 kiloan ada 2 ekor dg perlakuan yg berbeda.
> Ikan 1 adalah ikan perolehan si Oy, dia dapet langsung lempar ikan
> itu ke
> lantai kapal. Setelah menggelepar-gelepar selama 1 menitan akhirnya
> bisa
> masuk box gabus, ikan masih liar dan sehat di dalam gabus.
> Ikan 2 adalah ikan perolehan saya, ikan saya angkat langsung (nggak
> pake
> jaring krn beratnya cuman 1/2 kilo) dan langsung saya copot kail yg
> masuk
> ke samping dengan mudah, saya memegangnya di bagian punggung tidak
> di
> bagian perut lho dan langsung masuk box.
> Perkembangan di akuarium : ikan 1 dan 2 belom mau makan selama 3
> hari
> pertama dan mulai keliatan luka lebam2nya... ikan 1 yg paling parah
> sangat
> banyak luka lebamnya...mungkin krn dibanting ama Si Oy kemaren itu
> ya ???
> Hari 4 ikan 1 tambah parah dan sirip2nya ikut berantakan, ini
> mungkin
> terserang penyakit krn daya tahan tubuhnya sangat berkurang.
> Malemnya ikan
> 1 kaku. Ikan 2 sudah mulai makan 1 minggu kemudian dan lukanya
> menghilang
> dalam 2 minggu.
>
> 4. Baronang dan ikan2 kecil lainnya, tidak ada kesulitan krn
> mungkin ukuran
> tubuhnya yg kecil itu ya ???
>
> Kesimpulan :
> 1. Tiap spesies ikan mempunyai daya tahan tubuh sendiri terhadap
> luka2
> biasa dan luka di mulut akibat pancing. Terbukti dari ikan kakaktua
> yg
> dalam 2 hari sudah mo makan walau akhirnya mati akibat luka dalam.
> 2. Sedapat mungkin kalo ingin me-release ikan, tubuh jangan sampe
> terpegang.
> 3. Ternyata mulut ikan adalah bagian tubuh ikan yg paling kuat,
> jadi kalo
> pegang ikan yah diusahakan mulutnya saja, terbukti ada alat yg
> namanya lip
> gripper yaitu alat untuk mengunci bibir ikan supaya ikan bisa
> diangkat
> sejenak untuk melepaskan kailnya.
> 4. Ikan tidak akan merasa sakit terlalu lama karena cuman kena luka
> pancing
> yg kecil itu. Yang bikin banyak cedera adalah penanganan selama
> ikan
> diangkat dan cara dia mencoba melepaskan kailnya itu.
> 5. Luka di tubuh ikan sangat lama sembuhnya, saya nggak tau
> mengapa. Jadi
> diusahakan jangan dipegang2 ato disentuh2lah tubuh ikan itu.
> 6. Ikan punya teknik tersendiri untuk melepaskan kail yg menancap
> di
> mulutnya walau kail menancap jauh dy tenggorokannya, terbukti dr
> ikan
> platax yg masih hidup hingga sekarang walau dulu kail menancap jauh
> di
> tenggorokannya.
> Untuk ikan tawar saya udah ribuan kali mempraktekkannya pada mulut
> ikan
> gurami. Terus terang saya kalo beli gurami mesti saya pancing dulu,
> karena
> saya males nglepasin pancing dan emang biasanya nyantol dalem di
> tenggorokan (gurami ikan rakus) maka pasti saya potong aja senarnya
> lagian
> kan saya pake pancing yg murahan (100 biji cuman 2000 rp aja).
> Herannya
> sehari ato 2 hari kemudian nggak ada itu kail di tenggorokan gurami
> setelah
> gurami-nya disiangi untuk hidangan tamu. Biasanya sih kailnya udah
> geletakan di dasar kolam penampungan atau malahan ada di dalam
> ususnya. Gua
> gak habis ngerti... gimana ya cara lepasnya itu pancing ????
> Jadi drpd terlalu lama ngungkat-ngungkit mata kail yg tidak
> selesai2,
> mengapa tidak potong aja leadernya, kan habis perkara.
> Atau kalo masih sayang ama rapala wasiat ato kona head wasiat
> potong aja
> sekalian baja kailnya aja. Kan sekarang udah ada tang pemotong yg
> luar
> biasa tajem yg harganya muahal2 itu kayak yg merek Abel atau Van
> Stahl,
> kalo pengen beli yaaa beli aja di tempat Simbah yg di Semarang.
> Saya sudah
> beli satu dan saya coba untuk motongin kail baja dan stainless
> kayak
> motongin tahu deh.
> 7. Mungkin percobaan atau eksperimen ini belum sahih dari itungan
> statistik
> karena cuman berlaku untuk beberapa ikan saja, tapi saya ini cerita
> ini
> mumpung masih hangat masalah catch eh tag and release (cuman nggak
> ada
> terusannya harusnya HOPE SURVIVE).
>
> Ok gini dulu, semoga cerita gua ada gunanya.
> Cerita ini hasil pengalaman pribadi bukan cerita karangan belaka.
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
>
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing
> information, online chat, forum discusion, clasifiedads, etc
> MancingL Archive at
> http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Fishing@Indonesia a MancingL sharing picture forum at
> http://communities.msn.com/FishingIndonesia
>
> Millis ini terselengara berkat dukungan PT. Metrocom Global Solusi
>   The Prefered IT Solution Company - http://www.metrocom.co.id
>
> ** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **
>
>


=====


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Find a job, post your resume.
http://careers.yahoo.com

---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information,
online chat, forum discusion, clasifiedads, etc
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
Fishing@Indonesia a MancingL sharing picture forum at
http://communities.msn.com/FishingIndonesia

Millis ini terselengara berkat dukungan PT. Metrocom Global Solusi
  The Prefered IT Solution Company - http://www.metrocom.co.id

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **



---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
Fishing@Indonesia a MancingL sharing picture forum at 
http://communities.msn.com/FishingIndonesia

Millis ini terselengara berkat dukungan PT. Metrocom Global Solusi
  The Prefered IT Solution Company - http://www.metrocom.co.id

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **


Kirim email ke