MEMANCING IKAN UMPANNYA PISANG

Pulau Longos yang terletak di bagian utara Flores, lama dikenal sebagai salah satu 
penghasil ikan di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Menurut cerita, 
dulu daratan ini kerap jadi tempat persinggahan nelayan-nelayan Bima dan Suku Selayar 
(Sulawesi Selatan). Mungkin karena betah, lama-kelamaan mereka pun menetap. Hingga 
kini, pulau seluas 8,7 km 2 itu dihuni 2.000-an orang. 

Sebagai penghasil ikan, tentu saja, mata pencaharian sebagian besar orang Longos 
adalah nelayan. Untuk menangkap ikan, mereka masih memakai cara-cara serba 
tradisional. Masyarakat di sini memang nyaris belum tersentuh nilai-nilai kehidupan 
modern. 

Uniknya, justru karena itu, ikan-ikan yang mereka tangkap tergolong khas. Konon, 
mereka hanya menangkap ikan yang hidup di dasar laut, berukuran besar, dan berlemak 
banyak. Banyak yang bilang, ikan tangkapan nelayan Pulau Longos bukan main enaknya. 
Bahkan dianggap sebagai primadona Kabupaten Manggarai. 

Mau tahu rahasia mereka menangkap ikan? Mereka mengaku, untuk mendapatkan ikan besar 
ada trik tersendiri. Peralatan dan tekniknya memang tak jauh beda, tetap menggunakan 
kail dan pancing. Tapi umpannya, (sekaligus jadi kunci keberhasilan mereka), ternyata 
pisang masak. Konon, pisang masak paling disukai ikan-ikan besar tadi, karena aromanya 
tajam dan mudah dicerna. Jangan heran, dengan cara demikian, dalam waktu tak terlalu 
lama, mereka sudah bisa menangkap banyak ikan.
Selain sebagai umpan, pisang masak juga punya manfaat lain, yakni bekal cadangan, jika 
sang nelayan kehabisan bekal di tengah laut. Nah, ketimbang menggunakan bom, tentunya 
cara tradisional masyarakat Longos yang bersahabat dengan lingkungan itu sangat layak 
dilestarikan. 



Nb: Kayaknya bisa dicoba tuh??

Kirim email ke