Hutan Pulau Sempu Mulai Dijarah
Malang, Kompas Setelah hutan di kawasan pantai Sendang Biru dijarah oleh kegiatan penebangan liar, dikhawatirkan penjarahan hutan juga terjadi di Pulau Sempu, kawasan cagar alam wilayah Kabupaten Malang. Menurut pengamatan aktivis lingkungan sampai akhir 2000 lalu, kegiatan penebangan hutan sudah berlangsung di perut hutan Pulau Sempu. Bahkan di wilayah ini tegakan pohon telah diproses hingga menjadi balok kayu siap kirim melalui perahu atau diapungkan melalui air laut.Informasi tentang telah merebaknya aksi penjarahan di hutan Pulau Sempu diungkapkan oleh Koen Setyawan, aktivis lingkungan Yayasan Semesta Biru yang dihubungi Kompas, Kamis (8/3). Kunjungan riset yang dilakukan akhir tahun lalu sudah mendapati aksi penebangan, kendati belum sehebat seperti yang terjadi di hutan-hutan kawasan Malang selatan lainnya. Koridor dan barier "Hutan di Pantai Sendang Biru, mestinya berfungsi sebagai semacam koridor dan barier bagi kelestarian cagar alam Pulau Sempu. Namun berbagai problem manajemen pemerintah di kawasan ini menyebabkan penjagaan kawasan cagar alam Pulau Sempu menjadikan tak terlindungi dengan baik," tutur Bahtiar dari Konsorsium Hijau dari LSM Khatulistiwa. Sebagai kawasan cagar alam pulau ini berada di bawah pengelolaan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jember. BKSDA Jember menurut informasi menempatkan dua petugas di sana, namun komentar Koen, apa yang bisa diperbuat dua petugas dibanding jumlah pelaku aksi-aksi penjarahan hutan. Padahal, menurut Koen, Pulau Sempu menjadi penting, antara lain karena pulau ini menyimpan tak kurang 43 spesies burung yang menjadi kekayaan plasma nutfah Sempu. Burung lokal seperti Kareo padi (Amaurornis phoenicus) juga burung migran Belibis kembang (Dendrocygna arcuata) sudah dipastikan didapati hidup di pulau ini. Burung lokal yang kini di Jawa sudah kian sulit dijumpai seperti cucak hijau, layang-layang batu, srigunting batu, kuntul karang hitam, gagak hitam, elang ular, punai, bondol, prenjak, trinil, dara laut, bisa diamati di pulau ini," kata Bahtiar. Terpencil Pembabatan hutan di kawasan selatan Malang, telah mengakibatkan koridor hutan yang menghubungkan keterpencilan Pulau Sempu dengan habibat lebih luas di Pulau Jawa menjadi hilang. Secara ekosistem, pembabatan hutan itu langsung membahayakan keanekaragaman dan koleksi Sempu, karena menjadikan Sempu pulau terpencil. Dan sebenarnya yang terjadi di Sempu lebih dari sekadar pembabatan hutan, melainkan juga perburuan liar, penangkapan ikan hias, perusakan karang dan hutan mangrove. "Rencana Pemerintah Kabupaten Malang hendak membuka Pantai Sendang Biru menjadi pelabuhan bebas dan terbuka bagi wisatawan, dinilai Konsorsium Hijau akan membahayakan. Karena Sempu menjadi rentan dengan polusi," kata Bahtiar. Sempu berada hanya sekitar 200 meter dari daratan pantai selatan wilayah Kabupaten Malang, yang dikenal dengan Pantai Sendang Biru. Luas hutan di Pulau Sempu mencapai 877 hektar, kombinasi antara hutan mangrove dan hutan dengan koleksi tanaman seperti di Jawa. Hutan di Sempu juga menyediakan vegetasi yang menjadi tempat tumbuh berbagai satwa liar termasuk burung. Burung di Pulau Sempu dikenal merupakan agen penyerbukan dan pembawa biji, tidak saja bagi vegetasi Pulau Sempu, namun juga vegetasi di Jawa. Mangrove (hutan bakau) dan terumbu karang di pantainya menjadi tempat berpijak bagi berbagai jenis binatang laut, termasuk ikan dan kepiting. Karena posisinya, Sempu menjadi semacam dinding pelindung Pantai Sendang Biru dari abrasi laut selatan. (ody) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information, online chat, forum discusion, clasifiedads, etc MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected] Fishing@Indonesia a MancingL sharing picture forum at http://communities.msn.com/FishingIndonesia Millis ini terselengara berkat dukungan PT. Metrocom Global Solusi The Prefered IT Solution Company - http://www.metrocom.co.id ** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **
