gile, Git, gue terpaku bacanya!.
top!.

--- Sigit Triwaskito <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah.
> Ayahnya berusaha keras untuk membuang sifat buruk anaknya.
> Suatu hari ia memanggil anaknya dan memberinya sekantong paku.
> Paku? Ya, Paku!
> 
> Sang anak heran. Tapi bibir ayahnya justru membentuk senyum bijak.
> Dengan suaranya yang lembut, ia berkata kepada anaknya agar
> memakukan sebuah paku di pagar belakang rumah setiap kali marah.
> 
> Ajaib!
> 
> Di hari pertama, si anak menancapkan 48 paku! Begitu pula di hari
> kedua,
> ketiga,dan beberapa hari selanjutnya. Tapi, tak berlangsung lama.
> Setelah itu jumlah paku yang tertancap berkurang secara bertahap.
> Ia menemukan fakta bahwa lebih mudah menahan amarahnya daripada
> memakukan begitu banyak paku ke pagar.
> 
> Akhirnya, kesadaran itu membuahkan hasil. Si anak telah bisa
> mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabaran.
> Ia bergegas memberitahukan hal itu kepada ayahnya.
> Sang ayah tersenyum. Kemudian meminta si anak agar mencabut
> satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
> 
> Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya berhasil mencabut
> yang pernah ditancapkannya. Ia bergegas melaporkan kabar gembira
> itu kepada ayahnya. Sang ayah bangkit dari duduknya dan menuntun
> si anak melihat pagar di belakang rumah itu.
> 
> Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku. Tapi, lihatlah
> lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama
> seperti sebelumnya, kata si ayah bijak. 
> 
> Sang ayah sengaja memotong kalimatnya pendek-pendek agar
> si anak bisa mencerna maksudnya dengan baik. Si anak menatap
> ayahnya dengan sikap menunggu apa kelanjutan ujaran ayahnya itu.
> 
> Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu
> itu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain. Kamu
> akan dapat menusukkan pisau kepada seseorang, lalu mencabut
> pisau itu. Tetapi. Tidak peduli berapa kali kamu akan meminta maaf,
> luka itu akan tetap ada. Dan, luka karena kata-kata adalah sama
> buruknya dengan luka fisik, ucap sang ayah lembut namun sarat.
> 
> Sang anak membalas tatapan lembut ayahnya dengan mata berkaca-kaca.
> Pelajaran yang diberikan ayahnya begitu tajam menghujam relung
> hatinya.
> 
>  Rekans milist, saling memaafkan di hari yang fitri di Syawal tahun
> ini
> mungkin
> bisa menutup lobang-lobang paku yang telah kita perbuat....
> 


=====


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Check out Yahoo! Shopping and Yahoo! Auctions for all of
your unique holiday gifts! Buy at http://shopping.yahoo.com
or bid at http://auctions.yahoo.com

---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
Fishing@Indonesia a MancingL sharing picture forum at 
http://communities.msn.com/FishingIndonesia

Millis ini terselengara berkat dukungan PT. Metrocom Global Solusi
  The Prefered IT Solution Company - http://www.metrocom.co.id

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **


Kirim email ke