Gimana nih Om Greg????
----- Original Message -----
From: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, May 01, 2002 10:17 AM
Subject: WARNING: Beware of using internet banking klikBCA
Dear All,
I'd like to share my true story regarding internet banking of BCA
(www.klikBCA.com). I am also one of the victims of the klikBCA internet
banking security breach as reported in forwarded mails below.
On 19/03/02 and 20/03/02, someone has transferred money from my account
to
two different accounts (3 millions each - max. daily transfer):
1. 1651053612 (BERTY ARGIYANTARI IR)
2.0341685108 (AHMAD GUNAWAN)
These two accounts are exactly the same destination accounts used in
other
case (see mails below).
The bad news is, although you are following BCA's procedure on reporting
customer complaint (including report to POLRES JAKPUS), the BCA will not
guarantee your money back.
So, for those who use BCA I'd like to recommend:
1. Do not activate your internet banking if you dont plan to use it
2. Do not use your birthday date as your PIN (6 number digits). The
user_id
design of klikBCA is so vulnerable that you could easily guess other
people
user_id once you know his/her birthday date. In fact, our birthday date
is
not so diffcult to be known by other people. The weakness of klikBCA
system
is: it does not prevent you to enter your birthday date as your PIN
although the system already has it.
3. Always use email address that you open regularly (at least every day)
as
registered email in klikBCA, so you will be alerted if any transaction
happenned in your klikBCA.
Regards,
Tito
Wahyuni Suryaningrum
To: Vina S.
Thaher/Internal/Accenture@Accenture, A. A. I. Shanti
03/27/2002 11:14 AM
Dewi/Internal/Accenture@Accenture, Dewi K.
Ayu/External/Accenture@Accenture, E.
Elly/External/Accenture@Accenture, Tito
Sugiharta/Internal/Accenture@Accenture, Oen Ko
Siong/Internal/Accenture@Accenture, Didi H.
Azhari/Internal/Accenture@Accenture,
Eridani W.
Sudiono/Internal/Accenture@Accenture, Gusnawan
Tjan/Internal/Accenture@Accenture, Chitrawati
Juganda/Internal/Accenture@Accenture,
Bambang W.
Witoyo/Internal/Accenture@Accenture, Renny I.
Ramadiani/Internal/Accenture@Accenture, Lely
Satiasari/Internal/Accenture@Accenture,
Nancy
Paat/Internal/Accenture@Accenture, Nugroho F.
Sujatmiko/Internal/Accenture@Accenture, Cherries
Budiman/Internal/Accenture@Accenture,
Charlie
Hendrawan/Internal/Accenture@Accenture, Hendra
Godjali/Internal/Accenture@Accenture, Muhammad
Syaifi/Internal/Accenture@Accenture
cc:
Subject: FW:
[sap-consulting] Fw: [TI95-ITB] Pembobolan lewat internet BCA (my true
story - edwin)
FYI
*****************
Wahyuni Suryaningrum
Resources
Jakarta Office
[EMAIL PROTECTED]
*****************
Subject: RE: [TI95-ITB] Pembobolan lewat internet BCA (my true story -
edwin)
> All,
>
> gue ikut share juga deh (sori klo agak panjang)
>
> few wks ago, gue juga mengalami hal yg sama dgn Edwin.
> beda2x tipis sih, gue kebobolan "cuma" 6 jeti dalam 5 jam saja
> hiks...tapi itu kan 6 bulan gue nabung dgn menahan lapar dan haus
>
> ditransfer ke 4 account yg berbeda
> (semuanya account Bandung, 3 cab. Asia Africa dan 1 cab. Dago)
> gue check ke sdr gue di BCA :
> gue dapat salinan transaksi account gue en 4 account penjahat itu
> intinya : memang ada white-collar-crime serius via internet banking
BCA.
> gue juga dapet identitas lengkap 4 account tsb
> tapi percuma karena dia bisa memutar uang kita ke beberapa account
lain
> (walau belum tahu apakah 4 account tsb punya si penjahat atau numpang
lewat
> saja)
>
> keselnya, bank ngga mau blokir account tsb
> (karena narik lagi percuma, uangnya udah diputar lagi dan lagi)
> harus ada ijin kapolres setempat baru bisa diproses
> nanti hilang kambing, lapor polisi malah hilang sapi lagi -)
>
> hebatnya, kalau liat transaksi lewat 4 account tsb
> banyak banget yang kena (Ewin de el el)
> dan itu dilakukan dari 1 tempat dan 1 waktu yang sama
> diulang terus karena belum ketangkep aja kali.
>
> saudara gue bilang, klikbca.com itu dibuat oleh JATIS
> krn temannya kerja di sana (eh, ada orang JATIS ngga nih ?)
>
> ada 2 kemungkinan :
> 1. di klikbca.com yang asli dipasang layer tambahan yang mengkopi
identitas kita
> (hati2x kalau disuruh mengulangi log in, krn mungkin bukan salah
ketik
tapi
> identitas kita sudah terekam di log in pertama yang palsu) - di
internet
> banking manapun
>
> 2. orang dalam BCA sendiri lah
>
>
> so guys,
> teknologi terbukti bisa merugikan
> be carefull lah...
>
> -----Original Message-----
> From: amatoe [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, March 26, 2002 8:09 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [TI95-ITB] Pembobolan lewat internet BCA (my true story -
edwin)
>
> Dear All,
>
> Tanggal 17-19 Maret 2002, rekening gue dibobol orang (uang gue
> ditransfer ke 4 rekening yg tidak gue kenal) sekitar 7 juta lewat
> internet banking BCA.
>
> Hari ini, 26 Maret 2002, ada orang bernama Ir. Edi Wibowo mengaku
> dijebol juga sebanyak 7 juta lewat internet banking BCA.
>
> Ir. Edi Wibowo adalah salah satu dari 4 orang pemilik account tempat
> uang gue ditransfer pada tanggal 17-19 Maret 2002 di atas.
>
> Artinya: sedang ada pembobolan terstruktur lewat internet banking BCA
> dengan menggunakan beberapa account untuk 'cuci uang'. Gue lampirin
> artikel dari Herryto.
>
> Please be extremely careful - you'd better close your internet
> account in BCA.
>
> Salam,
> Edwin Utama
>
>
>
> Dibobol Via Internet Banking, Rp 7 Juta Milik Edy Amblas
> Reporter : Muchus Budi R.
>
> detikcom - Solo, Meski BCA terus mengampanyekan bahwa sistemnya tahan
> bobol, namun penggangsiran dana nasabah lewat internet banking masih
> juga ada. Kali ini korbannya Ir Ahmad Edy Wibowo (32), nasabah BCA
> kantor cabang utama (KCU) Gladag, Solo.
>
> Akibatnya, uang Rp 7 juta dikuras. Tindak pidana modus baru dengan
> menggunakan www.klikbca.com yang baru pertama kali terjadi di Solo
> tersebut kini sedang ditangani Polresta Solo.
>
> Terkurasnya tabungan Edy tersebut, diketahui ketika warga Jl Veteran,
> Serengan, Solo tersebut hendak mengambil uang lewat anjungan tunai
> mandiri (ATM) di BCA KCU Solo di Gladag, Selasa (26/3/2002). Dia
> terkejut ketika mengetahui bahwa saldo tabungannya yang semula masih
> berjumlah Rp 7 juta ternyata tinggal tersisa Rp 10 ribu.
>
> Mengetahui ada ketidakberesan, Edy langsung melapor ke customer
> service BCA setempat. Dilihat dari print out, ternyata ada sejumlah
> transaksi penarikan uang dari rekening Edy dengan kode ITR
> (internet), yang membuat uang Rp 7 juta tersebut amblas.
>
> Dimulai pada tanggal 7 Maret ditarik dana sebesar Rp 3 juta
> ditransfer ke rekening No 0341685108 milik Ahmad Gunawan, kemudian
> pada tanggal 8 Maret ditarik lagi dana sebesar Rp 3 juta ke rekening
> No 7770144391 atas nama Irwan Dwi Atmojo.
> Pada 9 Maret, rekening Edy Wibowo sempat mendapat transfer dana
> sebesar Rp 1,5 juta, namun dalam waktu singkat dana itu diambil lagi
> dan dimasukkan ke rekening No 2800447375 milik Nur Agustaf.
>
> Berikutnya, pada 10 Maret ditarik dana sebesar Rp 190 ribu ke
> rekening No 0081287561 milik Dedy Himawan. Pada hari yang sama,
> rekening Edy dicoba dibobol lagi oleh Dedy sebesar Rp 2,7 juta, namun
> transasksi tersebut gagal.
>
> Kemudian pada 11 Maret terkirim uang Rp 1,5 juta, tapi di hari yang
> sama diambil lagi untuk ditransfer ke rekening Nur Agustaf dalam
> jumlah sama. Kemudian 16 Maret tabungan Edy kembali dibobol Rp 513
> ribu ke rekening No 2011032488 milik Syamsu Ma'ariful Qomar.
> Terakhir, pada 18 Maret rekening No 1651053612 milik Ir Beny
> Argiayantari, mencoba mengambil dana Rp 2,4 juta namun gagal.
>
> Sadar bahwa rekeningnya dibobol orang, Edy segera lapor polisi. Dia
> merasa dirugikan oleh sistem internet banking milik BCA yang
> diiklankan sebagai sistem canggih, namun ternyata mudah dibobol.
>
> "Saya memang mengajukan registrasi program internet banking BCA.
> Seharusnya, hanya saya yang tahu nomor PIN dan password-nya, tapi
> mengapa bisa dibuka pihak lain," keluh Edy sambil menambahkan bahwa
> selama ikut program tersebut, dia belum pernah mengambil maupun
> mentransfer uang melalui www.klikbca.com.
>
> Pimpinan BCA di Solo, Alfred, saat hendak dimintai konfirmasi perihal
> kejadian tersebut, tidak berada di tempat. Sedangkan Kapolresta Solo,
> AKBP Bambang Hermanu menegaskan bahwa polisi dan pihak bank akan
> mengusut dan menangani kasus pencurian uang nasabah dengan teknologi
> internet itu. Saat ini print-out transaksi uang juga telah diamankan
> untuk dijadikan sebagai barang bukti.
> (mbr,nrl)
This message is for the designated recipient only and may contain
privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have
received it in error, please notify the sender immediately and delete
the
original. Any other use of the email by you is prohibited.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo!
<http://docs.yahoo.com/info/terms/> Terms of Service.