Mancing kali ini diawali dengan berkumpulnya tim di rumah
Kolonelius (Kolonel), yang terdiri dari Kolonel (team
leader), Wong Bogor Trisno (seksi logistik), MZ (team inti),
Gimin/GM (tim inti), MYunus/MY (anggota tim) dan si raja
cendro Wira (anggota tim).

Tim berangkat dari rumah Kolonel jam 9:30, langsung menuju
muara karang untuk mencari ikan umpan. Setelah berkelana
sekitar setengah jam, tim langung berangkat menuju
Binuangen. Tiba di Binuangen sekitar jam 3 pagi. Kami terus
istirahat dan sambil tiduran dan sebagian ngobrol kesana
kemari dengan tim lain yang dibawa oleh Ming Liang.

Kapal start dari Muara Kangen sekitar jam 8 pagi dan tak
lama kemudian, setelah meninggalkan pintu muara S Binuangen,
trolling pun siap di mulai. Untuk trolling tim telah sepakat
untuk menurunkan Kona titipan dari pabrik Nono. Dua dipasang
di outrigger dan 1 dipasang di shoot gun. Untuk short corner
dan lainnya, kami pasang rapala. 

Strike pertama terjadi sekitar pukul 10 dengan double
strike. Kami serahkan kedua strike tersebut untuk
diselesaikan oleh MYunus dan si raja cendro Wira. Dengan
posisi standing, MY menyelesaikan seekor tuna (5 kg an)
dengan waktu sekitar 15 menit. Sedangkan si wira
menyelesaikan seekor tuna dengan ukuran yang relatip sama
dengan waktu lebih kurang 20 menit. Tak lama kemudian MY
pergi ke dalam Kapal. Seekor tuna ternyata telah membuat dia
buang sajen. Seterusnya�....Tidur ..nembak .. tidur ..nembak
... terserah anda.

Sekitar jam 12 kami putuskan untuk menepi di pantai karang
sekitar Tinjil untuk makan siang sekalian mencoba
casting/poping. Kolonel tentu saja sudah langsung sian
diikuti oleh Wira dan wong Bogor. Setelah casting beberapa
kali dengan popper, umpan Wira terlihat disambar oleh seekor
kuwe. Sambaran pertama tidak kena, dan popper diikuti oleh
satu dua ikan sampai dekat dengan kapal. Ukuran cukup
lumayan.antara 1-2 kg.

Pada sambaran berikutnya popper Wira tersambar dan hook up.
Setelah dengan perlawanan yang cukup mengesankan, naiklah
seekor kuwe dengan berat sekitar 1 kg an. Umpan popper
Kolonel dan Wong Bogor  terlihat diikuti ikan an disambar
beberapa kali tapi saying tidak ada yang hook up. Popper
kami semua terlihat ada bekas sambaran ikan. Setelah popping
selama lebih kurang 1 jam, sambaran ikan sudah tidak nampak
lagi. Lalu kami makan siang dan cabut lagi untuk trolling.

Trolling sesi sore dilakukan degan formasi yang sama dengan
pagi hari. Kali ini jika ada strike, akan diselesaikan oleh
Gimin dari Rawamangun. Sekitar pukul 3 sore, terjadi strike
pada posisi shoot gun. Seekor lemadang nyambar umpan dan
kenur terulur beberapa meter. Si Lemadang meloncat dan
�..blasss �lepas� Drop off dilakukan (sempat menimbulkan
backlash) dan ternyata disambar lagi. Karena posisi joran di
atas dek, sedangkan si GM di bawah, Kolonel yang di atas dek
mencoba meraih Joran dan menyerahkannya ke executor GM.
Setelah beberapa lama mompa itu joran, terlihat tidak ada
perlawanan lagi. GM sempat berfikir bahwa itu ikan lepas.
Ternyata setelah mendekat, seekor baramuli muncul dari
permukaan dan terlihat sudah teler. Rupanya pada waktu drop
off, umpan disambar oleh si baramuli tersebut.
Sampai sore tidak terjadi strike lagi dan kami putuskan
untuk menuju fishing ground untuk mancing dasar dan jigging
di daerah sekitar timur P Deli. Pada sore hari sampai
sekitar jam 9 malam, strike ikan dasar terjadi beberapa kali
dan beberapa ikan kecil serta kurisi terangkat. Semua
mancing dasar kecuali MY yang terlihat masih ingin buang
sajen.  Menjelang malam, Kolonel, Wira dan wong Bogor
terlihat mencoba berjigging ria. Namun terlihat tidak ada
strike. Satu satunya strike terjadi pada jig Kolonel dan
seekor tengiri (3-4 kg) berhasil dinaikkan ke dek kapal.
Seterusnya, jig Wira dan Wong Bogor (dengan perangkat
barunya he�he..he�) nihil. 

Setelah jig tidak menunjukkan hasil (bulu ketk sudah pada
rontok), tim beralih ke mancing dasar (kolonel masih
berkombinasi dasar dan jig). Tiba tiba, tanpa ada
pemberitahuan resmi, kyai kita MZ memutuskan untuk ikut
buang sajen. Ini terjadi beberapa kali sampai malam hari dan
sudah tidak ada lagi yang di buat sajen. Maka MZ dengan
terpaksa lengser keprabon dan memutuskan untuk ketemu dewa
impian.

Hasil mancing dasar juga kurang bagus. Kinerja Tim masih
dibawah kinerja ABK yang dimotori oleh Kasim dkk. Hasil
mancing malam, beberapa ekor kurisi, kerapu, lencam dll yang
ukurannya cukup untuk makan 1-2 orang. Kurangnya ini strike
mungkin disebabkan oleh banyaknya ikan umpan (Menurut kapal
Chow yang berada + 100 m disamping kami, fish finder mereka
mendeteksi ikan umpan yang luar biasa banyaknya malam itu).

Mancing malam berlangsung sampai sekitar jam 12 malam dengan
hasil nihil. Wong Bogor dan Wira sudah rontok bulu keteknya
memutuskan tidur menyusul MY dan MZ. GM dan kolonel masih
terus, tapi tak lama kemudian dia pun menyerah. Semua tim
pergi menemui dewa impian sampai menjelang pagi.

Trolling pagi di hari kedua dimulai sekitar jam 6. Strike
terjadi pada sekitar pukul 9 pagi. Deritan panjang terdengan
dari joran di kursi ajar. Kolonel yang sedang tidur untuk
menyusun kekuatan segera dibangunkan. Dia langsung bangun
dan pergi ke kursi ajar untuk fight dengan si ikan. Tak lama
kemudian, seekor tuna berhasil diganco oleh si Kasim. 

Strike kedua terjadi sekitar pukul 10 (lagi lagi double
strike). Maka segera, MZ yang sudah mulai pulih kondisinya
serta wong bogor yang terkantuk kantuk menyambar joran.
Sempat kerjadi keributan karena ternyata terjadi strike juga
pada kotrekan tongkol. Perlahan lahan semua joran
disingkirkan ,dan si aceng kebagian menangani kotrekan yang
tersambar ikan.

Setelah fight sekitar 10 menit, seekor tuna kecil berhasil
dinaikkan oleh wong bogor. Kemudian, kotrekan si aceng
ternyata juga disampar tuna kecil. Justru ikan yang dihajar
oleh MZ sempat lolos melarikan diri.

Sampai siang ternyata tidak ada strike dan kami putuskan
untuk istirahat makan siang sambil popping lagi. Ternyata
arus dan ombak cukup besar sehingga kapal tidak berani
menepi. Kapal buang jangkar sekitar 500 m dari pantai dengan
kedalaman sekitar 20 m. Saat itu kami iseng mau cari ikan
Pakol, yang katanya uenakk sekali untuk dibakar. Kolonel pun
ajarin kita semua rigging untuk Pakol.

Ternyata, hanya 3 ekor pakol yang naik. Itupun kecil kecil.
Selebihnya banyak ikan kecil seperti kerapu, kuniran dan
lencam yang naik. Banyak putus kenur dibagian kail. Sehingga
tim bolak balik nge rig pancing. Umpan wong bogor sembat
disambar ikan cukup besar. Setelah tertahan oleh drag dan
fight beberapa saat, tenyata tess�. Putuslah kenur pas di
atas ikatan kail.

Waktu sudah tidak memungkinkan lagi dan sekitar jam 13:00
kami putuskan untuk balik ke Muara kangen. Tim sampai di
Jakarta jam 9 malam.

Sekian dulu cerita ini. Kurang dan lebihnya mohon maaf dan
untuk anggota tim yang lain harap mengkoreksi sondainya ada
yang salah. Sayang sekali tak ada satu ekorpun anggota tim
yang bawa kamera.


Thanks
Wong bogor.







---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
Fishing@Indonesia a MancingL sharing picture forum at 
http://communities.msn.com/FishingIndonesia

Millis ini terselengara berkat dukungan PT. Metrocom Global Solusi
  The Prefered IT Solution Company - http://www.metrocom.co.id

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **


Kirim email ke