Binuangeun 11 � 12 Mei 2002�
 
Perjalanan ke Binuangeun kali ini terdiri dari 6 ekor pemancing.. Indra
& Dandung (MancingL) Robby, George, Roy & Edu (Indra team)� Perjalanan
mancing dimulai dengan berkumpulnya seluruh pemancing di rumah moderator
pada hari jumat jam 4 sore.  Dandung yang memang sudah bermimpi-mimpi
mancing dari hari selasa tidak lagi bepikir untuk meneruskan
pekerjaannya di kantor malah sudah ngeloyor belanja alat-alat pancing di
Dunia Pancing dan AUA dari siang harinya.. eh ternyata dia tidak
sendirian karena bertemu Trisno mbogor di 2 toko tsb� setelah beres
alat2 pancing dimasukan ke mobil, maka berangkatlah seluruh peserta
mancing ini ke Binuangeun. 
 
Di tengah jalan saya teringat bahwa saya lupa membawa majalah mancing
yang berisi daftar rekor FORMASI yang biasanya selalu berada di fishing
box saya.  Karena itu saya mencoba menghubungi Trisno untuk meminjam
majalah mancing.  Tetapi karena Trisno sudah dalam perjalanan ke rumah
kornel, dia berjanji untuk menanyakan ke si om masalah majalah ini.
Seluruh team tiba di Berkah resort pada pukul 8 malam.  Setelah ber basa
basi dengan Pak Odang & Pak Edmun, akhirnya kami mulai membongkar muatan
mobil ke kamar yang telah disediakan.  Karena tim yang memiliki gear
mancing hanya Indra & Dandung, maka anggota tim yang lain turut membantu
mengemasi peralatan mancing yang dibawa.  Selama 1,5 jam berikut kami
sibuk memasang reel ke joran dan mulai men-setting drag.  Gear yang
tersedia terdiri dari perangkat trolling : 1-12 lbs, 1-16 lbs, 2-20 lbs,
2-30 lbs, dan 3-50 lbs..  (total dengan peralatan Dandung yang berhasil
mendapat belas kasihan Joss & Kiki untuk turut serta menyumbang reel &
jorannya yang dikombinasikan menjadi 1 buah perangkat 20lbs..), dan
Spining 4 set�  Setelah selesai semua, kami menuju ke resoran  untuk
menikmati sepiring nasi goreng (FYI .. enak lho), kecual Dandung yang
kudu anget, memesan indomie (� padahal tinggal minta ke kapal yach!)..
pukul 12 malam semua peserta masuk ke selimut untuk mulai beristirahat�

 
Pukul 4.50 seluruh peserta bangun dan mulai giliran mencoba �deposit�
hasil makan semalam� ternyata tidak ada yang sukses� Ingat kepada Team
MancingL pimpinan om Kornel, makan kami berangkat ke Villa Muara kangen
untuk bertemu dengan teman2 yang lain� Setelah mencari diantara serakan
manusia yang tertidur di kursi2 seperti korban perang vietnam, akhirnya
kami berhasil menemukan jasad Trisno yang dengan nyenyaknya tergolek
meringkuk diatas dipan bambu .. persis seperti keong he..he..he� setelah
ngobrol sini sana dengan rekan2 MancingL lain (termasuk menanyakan
Majalah yang ternyata tidak dibawa karena berada ditumpukan kardus2
rumah kornel) akhirnya kami berpisah untuk selanjutnya kami kembali ke
Berkah..
 
Sekitar pukul 7 kapal Chow yang kami tumpangi meninggalkan Binuangeun
dengan dikomandani oleh Subur sebagai kapten dan 2 ABK�  Berdasarkan
diskusi terdahulu kami menentukan untuk memancing santai, dengan formasi
full konahead� Oleh karena itu Kapt. Subur langsung membawa Chow menuju
selatan Tinjil dimana terdapat drop off yang produktif bagi billfish..
Joran mulai di pasang di tempatnya ketika kapal meningalkan muara
kangen� karena kondisi tempat joran di Chow cukup �menyedihkan� dan
�membahayakan�  (tak heran joran tim MancingL 2 sempat ada yang
�nyemplung� ke laut pada turnamen lalu) kami mengikat seluruh joran
dengan sangat hati2 di tempat yang aman.. Saya dan Dandung mulai
berbicara mengenai formasi joran. Melihat total joran yang ada, rod
holder yang tersedia maka musti ada beberapa joran yang tidak dapat
dipakai.. oleh karena itu saya menyarankan ke Dandung untuk menurunkan
kenur kecil2 semua.. Dandung setuju.. dengan itu Joran milik Dandung
kelas 50 lbs dan joran saya sendiri satu buah kelas yang sama terpaksa
beristirahat di kamar VIP� sedangkan untuk formsi joran short corner &
long corner ditempati oleh 50 lbs & 30 lbs, Medium rigger masing 2 diisi
dengan joran 16 lbs & 20 lbs, sedangkan outrigger diisi dengan joran
kelas 20 lbs & 30 lbs�  total 6 joran.. saya tanya ke Dandung, gimana
bisa pasang shot gun ? ternyata Dandung cerita bahwa di turnamen lalu
dia sempat menjadi kelinci percobaan untuk memegang shot gun (sebenarnya
bukan shot gun, tetapi downrigger yang ditaruh di tengah) di kursi ajar
chow.. tetapi katanya akhirnya ditemukan akal, untuk menaruh joran di
gimbal kursi aja, dan mengikatnya dengan harnes supaya tidak jatuh..
setelah ditunjukkan caranya oleh Dandung, saya setuju untuk mengunakan
�trik� tersebut untuk menaruh shotgun kami yang diisi dengan perangkat
12 lbs� Untuk formasi umpan saya menggunakan formasi yang biasa
digunakan Team MancingL 1 dalam turnamen terdahulu, hampir seluruh umpan
menggunakan umpan saya karena Dandung ternyata mempunyai stok umpan yang
sepertinya sama minim dengan Trisno.. he.he. (tapi abis ini Dandung mau
langsung belanja konahead katanya he..he..he..) kecuali shotgun saya
mencoba menggunakan umpan Dandung yang sepertinya merupakan umpan yang
bagus untuk tuna & wahoo (info dari Pak Budi di AUA ke Dandung, lagi
banyak tuna di Binu).... 1 buah teaser moldcraft squid daisy chain hasil
buatan mr. humble fisherman diturunkan untuk meramaikan formasi umpan
yang berlengak lengok menari di belakang kapal.. kira2 pukul 11 siang di
selatan P. Tinjil (sesuai waktu good time fishing yang tertera di GPS
saya) ketika Dandung sedang asik2nya menikmati �umpan� indomie
dibelakang kapal, tiba2 gulungan kenur yang menghubungkan teaser
berloncatan di geladak kapal.. disertai kepanikan (karena makan belum
selesai) Dandung mencoba mengambil gulungan kenur yang mulai terulur
keluar.. ternyatan seekor billfish tergoda dengan teaser tersebut
sehingga nekat menyambar teaser.. karena menyadari teaser tersebut hanya
tipuan maka sang billfish berpindah menyambar long corner yang berisi
capt. Bb 1656 (mr. humble & adrianus favorite!).. ternyata dalam
sambarannya ke long corner sepertinya gerakan billfish menyebabkan juga
umpan shortcorner terbelit dengan long corner, sehingga ketika strike
terjadi, 2 reel menjerit.. Layaran!! Teriak ABK dikapal.. George yang
tiba terlebih dahulu di belakang kapal berinisiatif mengambil joran..
tetapi karena mengetahui billfish yang strike, maka saya mengambil joran
tersebut dari dia karena khawatir dia tidak dapat menyelesaikan
perlawanan billfish karena dia belum pernah memancing billfish
sebelumnya.. apalagi di kenur 30 lbs� Layaran itu melakukan perlawanan
yang cukup alot sehinga memakan waktu kurang lebih 20 menit untuk
menyeleasaikan perlawanan �mahluk nggak halus� itu.. ketika layaran
sudah mendekat, ABK menyiapkan ganco, tetapi saya minta mereka untuk
menyiapkan Tag Stick kalau mereka punya.. ternyata mereka ada, berikut
dengan tagnya.. (belakangan diketahui bahwa tag itu sisa turnamen
MancingL2 lalu.. dan kertas formulirnya juga tidak berada dikapal..
karena katanya masih dibawa oleh kiki / joss).. saya juga tanya ke
Dandung, �kita Tag aja ya Ndung?�.. �iya� jawabnya..  karena itu setelah
layaran berhasil mendekat di kapal dan ABK berhasil meraih leader,
sebuah tag menancap di badan sang layaran..  melihat posisi Tag,
sepertinya ABK chow kurang mengerti posisi TAG yang benar, karena TAG
yang ditancap agak sedikit dibawah dari daerah yang ditentukan oleh
Tag.. tetapi karena sudah terlanjur tertancap saya tidak bilang apa2..
kecuali sesudahnya saya memberitahu mereka.. Berat layaran yang di Tag
sekitar 35 kg� Setelah sukses men Tag layaran kami sibuk bersalam2an
karena sukses yang baru diraih.. seluruh anggota tim merasa bangkit
kembali semangatnya dari kantuk yang sebelumnya telah menerpa..  Siang
harinya kami berpindah ke pulau Deli, kali ini sedikit perubahan formasi
lure saya lakukan, pertama2 mengganti umpan shotgun dengan umpan
hollowpoint ukuran mini dengan Gamakatsu SL12 hook dan teaser pun saya
ganti dengan teaser percobaan (karena baru selesai dibuat) spreader bar
ala mr. humble fisherman.. persis setelah Tanjung Selatan Deli, pada
drop off setelah tanjung, strike ke dua terjadi pada pukul 2 sore..
strike kali ini juga terjadi ketika kami semua sedang makan siang
diatas,� seiring dengan bunyi reel yang berteriak nyaring, kami melihat
seokor mahluk impian pemancing berloncat2 dibelakang kapal.. Marlin!!!
Semua tim berteriak.. kontan kami semua berebutan turun ke belakang
kapal.. Saya sangat kaget dan kesal karena ternyata salah satu ABK sudah
memegang joran.. Terlebih lagi joran yang strike adalah joran Shot Gun
yang merupakan joran yang memang saya taruh untuk saya sendiri.. kontan
saja saya ngamuk2.. sambil mengambil joran dari tangan ABK saya
peringatkan dia karena joran itu kelas kenur kecil dan sangat berpotensi
untuk memecahkan rekor!!!!!!! (setelahnya saya tau bahwa rekor Marlin
kelas 12 lbs kosong menurut info Pak Odang & Adrianus� NYESEEELL
deh..).. Kemudian saya baru tau dari Dandung bahwa ABK ini adalah ABK
baru yang sebelumnya tidak ikut di Turnamen.. karena ABK yang ikut di
turnamen sudah di wanti2 oleh Kiki untuk tidak menyentuh joran� Dengan
hati yang masih kesal saya memandangi kenur yang dengan cepatnya terulur
dari reel� dalam hati saya berpikir.. kalau pun saya selesaikan
perlawanan ini pasti saya tidak bisa claim rekor, karena sudah dipegang
oleh ABK.. akhirnya saya menawarkan ke Dandung apakah ia mau fight..
Dandung ternyata dengan antusias mau!! Saya ingatkan di Dandung, �ndung
ini kenur kecil lho.. 6 kg.. yakin loe mau????�� �iya.. mau� kata
Dandung.. maka saya menerahkan Om Ian Miller ke tangan Dandung untuk
mulai ber mesra2an dengan sang marlinah.. ternyata dandung cukup heboh..
setelah berkali2 diledeki oleh rekan2 satu tim, Dandung tetap kekeh
tidak mau gantian.. bahkan sempat diolok2 apakah mau kenur diputusin..
dia bilang �nggak..!�.. setelah habis 2 gelas aqua.. bahkan gelas yang
ke 2 mr. Dandung sudah kesulitan untuk menyesuaikan letak sedotan ke
mulut karena tangannya yang sudah sangat gemetaran dan tidak sangup
memegang gelas aqua.. dan setelah manuver kapal yang dengan baik hati
ber puluhan kali mundur untuk membantu dandung mengisi kenur, tetapi
tetapi sang marlin tidak menyerah.. sampai 30 menit kenur tetapi berada
di posisi 50% kosong!.. setelah kenur agak terisi saya minta dandung
menaikan drag ke full strike.. (posisi drag 2 kg).. bahkan saya sarankan
dia untuk naikkan lagi posisi drag (saya sudah hitung 3 kg adalah posisi
drag diatas strike position).. kalau perlu jepit pake jempol kata saya,
karena khawatir ikan mati lemas.. tetapi Dandung belum berani..
(setelahnya dia baru cerita bahwa dia takut kenur putus.. he..he.. )..
dengan kemampuan manuver kapal yang cukup terbatas (kecepatan mundur
kapal cenderung lemah dan kapal cenderung belok ke kiri setelah 1 menit
mundur) sehingga sulit untuk mengatakan kapal dapat membantu lebih
banyak.. bahkan setiap kapal harus berhenti untuk menyesuaikan posisi
kapal agar kenur berada di belakang kapal, Dandung harus merelakan
beberapa puluh meter kenur kembali terjun ke air.. akhirnya setelah
jerih payah yang cukup melelahkan, salut untuk Dandung yang masih dapat
bertahan di kursi ajar walaupun total waktu fighting lebih dari 45 menit
(diperkirakan 50 menit lebih).. Ikan yang kami perkirakan Blue Marlin
tersebut ternyata ukurannya masih �mini�!! waduh.. gimana kalo gedean
lagi ya.. berat ikan di perkirakan oleh kapten diatas 20 kg.. sekitar 25
kg..  tetapi mungkin karena ukuran ikan yang masih tergolong bayi itu
pula sehingga ikan tersebut sudah sangat lemah ketika mendekat ke
kapal.. setelah saya hitung2 tidak kurang dari 15 loncatan marlin ini
lakukan.. bahkan ketika dekat ke kapal, masih saja sang marlinah
melakunan loncatan2� pantes saja lemes� coba aja kita suruh loncat2
selama 50 menit.. pasti teler.. Nah setelah foto2 dan siap di release
(karena Tag kit sudah habis) maka sang marlin di giring di belakang
kapal untuk melihat kemampuannya hidup.. eh ternyata setelah
diperhatikan sang marlin sepertinya sudah sulit untuk bertahan hidup..
Dandung pun sibuk memohon agar sang ikan dapat bertahan.. mulai dari
tarik menarik, bahkan saya sempat bilang untuk membantu memberikan napas
buatan.. tetapi ternyata sang marlinah tidak kuat bertahan lebih lama..
maka setelah lebih dari 20 menit marlin tersebut di coba untuk dapat
survive, tetapi malah setelah di lepas posisi berenang marlin malah
sudah terbalik.. akhirnya dengan suara tersendat2 Dandung menyatakan
ikan tidak dapat ditolong lagi.. akhirnya diputuskan untuk mengangkat
ikan yang sudah mati tersebut� walaupun penuh dengan kekecewaan karena
tidak dapat merelease ikan marlin tersebut, tetapi kami pun bahagia
karena berhasil menyelesaikan perlawanan marlin� Dandung pun punya
kenangan lain.. akhirnya bisa mancing marlin di Indonesia he..he..
bahkan dengan kenur yang hanya 6 kg.. ;-) saya bilang ati2 abis ini
ketagihan kenur kecil.. ntar Adrianus punya lawan eh kawan dong ;-)
 
Setelah selesai memancing marlin kami mencoba trolling di karang
pulung.. ternyata sudah banyak kapal yang melego jangkar di sana karena
mau mancing dasar.. akhirnaya kami pun karena sudah merasa cukup puas
trolling maka kami stop untuk mancing dasar jam 3.30 sore�hasil karang
pulung seperti diceritakan tim MancingL lain sdr. Trisno penuh dengan
shower to shower alias ombak yang lumayan menggoyang perut.. akhirnya
kami memutuskan pindah ke utara deli dimana ombak masih mending karena
terhalang pulau.. Malam itu tidak terlalu banyak hal yang menarik karena
pada dasarnya kebanyakan anggota tim tewas dengan sukses.. dan mr.
dandung yang masih berbintang2 karena  kecapaian akhirnya memilih banyak
tidur.. ikan pun agak kurang walaupun di fish finder chow terlihat
gerombolan baitfish yang sangat banyak.. bahkan kotrekan kapten subur
menghasilkan banyak ikan� sepertinya ikan2 umpan ini yang menyebabkan
ikan lain jadi males makan.. memang sempat kami menurunkan live bait di
perangkat trolling.. terjadi strike, tetapi ketika saya minta Dandung
untuk menyelesaikannya, malah sekali ini Dandung kalah sama ikan karena
ikan keburu lepas.. 
 
Keesokaan harinya kami semua bangun siang.. sekitar jam 7.30 baru pada
bangun.. jam 8 baru jalan.. akhirnya kami adalah kapal terakhir yang
meninggalkan lokasi mancing dasar tsb.  Karena ingin mencari ikan2 untuk
di rumah maka hari itu kami memilih menurunkan rapala untuk mengincar
tuna, tenggiri, dll.  2 umpan jait dipasang di outrigger dan 1 shotgun
tetap menggunakan kona� sekitar jam 9.30 strike kembali terjadi di
selatan p. deli menghasilkan mahi2 yang lumayan besar menyambar umpan
jait yang sukses di selesaikan oleh George di kenur 20 lbs..� setelah
itu tidak ada lagi strike sampai siang.. kebetulan ketika itu giliran
Roy (belum pernah narik ikan trollingan sebelumnya) untuk fight.. karena
itu dia setia menunggu dibelakang.. tetapi karena terlalu lama, dia
tertidur.. teringat cerita pak bobby kami menyiapkan boloh aqua untuk
mengerjadi dia.. setelah botol tersebut di taruh di kenur, ternyata
malah botol aqua tsb yang robek (karena botol cuman �).. kemudian yang
mau dikerjai malah bangun.. akhirnya kita cari akal lagi.. berikutnya
giliran kaleng �angker bir�� saya minta ke Edu untuk memotong dan
membolongi kaleng tersebut.. rupanya Roy melihat ulah si Edu.. karena
itu dia tanya �mau buat apa�.. � tempat umpan ikan� kata edu.. dengan
berbaik hati si Roy malah membantu membuat lobang untuk tempat tali
mengikat kaleng tersebut.. ketika tempat sudah siap, kebetulan Roy masuk
ke dalam untuk berbicara� saat itu juga kaleng angker meluncur di kenur
reel 30 lbs.. kontan saja reel menjerit, dan Roy pun bak pahlawan 45
meloncat dan menyambar joran.. tapi iya sempat ragu2 karena agak
enteng.. tetapi untungnya kapal yang berjalan perlahan kadang membuat
beban di kaleng sehingga Roy tetap memompa jorang dengan penuh
antusias.. kami pun mengiringi dengan teriakan2 yang sanggat supportif
layaknya ikan beneran� akhirnya ketikan melihat ikan yang hanya �kaleng�
kami pun terguling2 tertawa sampai mules.. begitu juga sang kapten dan
ABK yang tak habis2nya tersenyum2� Roy benar2 merasa tertipu, terlebih
setelah tau kaleng yang menipu dia malah buatan dia sendiri!!! ;-)
 
Tetapi kekesalan Roy terobati setelah akhirnya sempat strike tenggiri di
utara tinjil.. sayang tenggiri nyangkut di kenur 50 lbs.. jadi ikan
terkecil dalam 2 hari mancing tsb nyangkut di reel terbesar dari seluruh
formasi joran.. kontan saja ikan tidak melawan.. ;-)  Sampai jam 1
akhirnya kami kembali ke Berkah.. walaupun sempat terjadi insiden kecil
di pintu muara karena ombak yang sangat besar dan kapal sempat kandas
sedikit akhirnya tim tiba sekitar pukul 3 sore.. setelah mandi2 di kamar
dan ber ha.ha hi..hii dengan pak karsono, pak odang & pak edmun kami pun
kembali ke jakarta pukul 4 sore.. akhirnya perjalanan mengasikkan harus
selesai.. walaupun capai tapi kami semua sangat terkesan.. terlebih atas
hasil 2 billfish dalam 1 hari � meski bagi sebagian anggota tim pemula
cukup bingung dengan T&R.. �kok ikan besar dibuang lagi ke laut ya???�
He.he.. saya mencoba mengajarkan indahnya T&R tetapi mungkin masih
telalu dini bagi mereka untuk mengerti� karena sesampainya dirumah semua
pada ditanya.. kok ikan dikit? Jadi ya itulah.. tidak semua bisa dengan
gampang menerima T&R� 
 
Salam mancing� dan thanks untuk Dandung� tight lines!!!
 
HF
 

Kirim email ke