Alaikumussalam wr.wb
Afwan akhi indra...<semoga Alloh merahmati dan mengampuni antum>
Siapa yg antum maksud dgn orang yg dimurkai dan sesat di sini?
Hati2 dgn keismpulan antum. Alloh maha mengetahui. Hanya Alloh berhak
Meng-HAKIM-i. Antum sama sekali TIDAK BERHAK menghakimi seseorang. Apalagi
sesama muslim.
Alloh maha Mengetahui niat ana dalam mengirim materi di milist ini. Ana
hanya ingin saudara2 ana benar2 LURUS dalam memahami Dienul Islam ini.
Belajar OBJEKTIF dan bukan OBJRKTF seperti yg antum bilang. Belajar untuk
benar2 ADIL dalam menimba ILMU dengan ttp BERPEGANG TEGUH pada AL-Quran
dan As-Sunnah seperti yg selama ini kita yakini,.
Ana seringkali merasa prihatin dengan saudara2 yg senang MENGHAKIMI orang
tanpa dasar kajian ILMIAH yg BENAR yg dilandaskan Al-Quran dan As-Sunnah.
Sebelum akhi berkesimpulan SUBJEKTIF seperti yg dilakukan oleh akhi
moderator, sebaiknya antum buka sendiri kajian artikel tersebut di situs
(Ikhwanul Muslimin -adm).
Insya Alloh akan antum dapati sumber kajian ustadz tersebut yg berasal
dari Al-Qur'an, As-Sunnah dan Ijtihad para ulama salaf. Bahkan dari Syeikh
Al-Albani, Syaikhul Islam Ibnu Thaymiyyah, dll pun ada. Hanya saja akhi
moderator tampaknya tidak berkenan antum untuk coba mengetahui itu semua.
Jadilah kesimpulan yg antum bikin SENANTIASA SUBJEKTIF.
Jangan pernah membatasi pikiran antum hanya kepada fatwa Syeikh "Fulan".
Antum harus coba adil untuk benar2 kembali kepada pemahaman Salaf. Gali
semua kitab ulama salaf, pelajari dengan BENAR, jangan setengah2. Kalau
antum mau berbuka hati dan pikiran, coba diskusi dgn Ustadz yg membuat
kajian ILMIAH tersebut. Jangan SUUDZON.
Ana tidak lebih tahu dari antum. Ana hanyalah seorang Tholibul Ilmi yg
senantiasa berusaha berada pada jalan Al-Quran, As-Sunnah, jalan yg
lurus, insya Alloh.
Ana akhiri perbincangan ttg hal ini sampai di sini. Ana tidak ingin
membuang2 energi menanggapi Ke-SUBJEKTIF-an antum. Semoga Alloh membuka
pikiran kita, menjernihkan hati kita dari suudzon dan penyakit hati
lainnya.
Semoga Alloh ampuni antum, ana dan kita semua.
Mari kembali kepada Jalan Al-Qur'an dan As-Sunnah (Salafi) yg murni, bukan
"Salafi Ana".
Afwan.
Allohu'alam bishowwab.
Wassalamu'alaikum wr.wb