Wah mang Ucup ini lagi benar-benar mabok kali, moso sih dianjurkan
untuk berselingkuh. Apakah mang Ucup tidak tahu bahwa berselingkuh
itu merupakan dosa berat dan dalam Alkitab pun hukumannya adalah
mati di rajam. Walaupun demikian berdasarkan hasil jajak pendapat
ternyata dua dari tiga pria di Jkt pernah berselingkuh. Dan para
selebritis pun dengan bangga pamer di berbagai macam mas media anak
hasil dari perselingkuhannya. Hal ini mengakibatkan terjadinya
perubahan pola pikir bagi sebagian besar penduduk di Jakarta dimana
mereka mempunyai prinsip: "selama di rumah ia adalah suami
(istriku), masa bodo urusan diluar terserah, yang penting jangan
sampai kepergok olehku dan uang gaji tetap mengalir utuh"
Jadi boro-boro takut dosa, bahkan hal kebalikannya terjadi, dimana
mereka menilai bahwa perselingkuhan ini telah membuat hidup mereka
jadi lebih hidup. Mirip dengan rokok; disetiap bungkus rokok di
cantumkan peringatan bahwa merokok itu penyebab kanker dan gangguan
kesehatan, tetapi dilain pihak di promosikan ini dapat membuat hidup
jadi lebih hidup. Dan ironisnya pula banyak pentas olahraga yang
disponsori oleh perusahaan rokok jadi peringatan itu tidak bermakna
lagi dan terkesan hanya sekedar basa-basi saja. Dalam teori
psikologi, kenyataan ini akan menciptakan kekacauan berfikir atau
dalam bahasa Sundanya disebut dissonance cognitive.
Tanya saja sama diri sendiri siapa sih yang mau cuek lagi mengenai
masalah perselingkuhan. Rasa berdosa pun ora ono ! Dengar saja gosip
atau kesaksian-kesaksian mereka di kantor, dimana dengan bangga
mereka mengumbar pengalaman selingkuhnya sebagai sebuah prestasi
keperkasaan, atau keseksian. Merasa bangga karena telah berhasil
menggaet Daun Muda atau bisa merasakan Goyang Randa. Perempuannya
demikian dimana mereka merasa bangga kalau bisa berhasil menaklukan
boss atau menjerat suami orang walaupun hanya sekedar One Night
Stand. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa anjang berselingkuh paling
banyak terjadi di tempat pekerjaan 33% sedangkan di bar atau klab
malam hanya 20% saja, jadi tidaklah salah kalau ada
pribahasa "Tresno jalaran soko kulino"
Hanya perlu diketahui bahwa berselingkuh itu adalah satu-satunya
dosa yang melibatkan dan menghancurkan diri sendiri. Secara
emosionel timbulnya rasa bersalah, depresi. Secara jasmani bisa
ketularan penyakit kelamin, AIDS maupun hamil. Secara rohani
kehilangan kehidupan masa depan.
Proses berselingkuh itu terjadinya secara bertahap tetapi skemanya
selalu sama: pertama dimulai dengan icip-icip dahulu, akhirnya
terjebak dan tidak bisa menghentikannya lagi, sehingga terjadinya
konflik dan risiko yang berkelanjutan.
Serapih-rapihnya bangke di bungkus, baunya pasti akan tercium juga,
begitu juga dengan perselingkuhan pada suatu saat pasti akan
terkuak, entah ini secara berangsur ataupun dengan tiba-tiba. Bagi
sang pelaku selingkuh merasa dirinya dipermalukan yang membuat
dirinya jadi gusar, sedih maupun bingung. Pikiran pertama yang
sering timbul bagaimana saya bisa menyelamatkan hubungan perkawinan
yang telah dibina bertahun-tahun, demi anak maupun karier.
Perselingkuhan merupakan salah satu dari krisis yang paling
menghancurkan dalam pernikahan, karena dengan hubungan itu, impian,
harapan, dan kepercayaan salah satu pasangan yang dikhianati
dihancurkan oleh pasangannya yang lain. Maka dari itu tugas utama
Anda adalah mengembalikan kepercayaan kepada pasangan hidup Anda,
karena Anda yang bersalah jadi Anda harus belajar bersabar untuk
menghadapi emosi, kekecewaan maupun amarah dari pasangan hidup Anda.
Sedangkan apabila Anda yang menjadi korban pada umumnya Anda ingin
mengetahui lebih rinci lagi tentang pengkianatan yang dilakukan
pasangan Anda, seperti berapa kali ia mengadakan hubungan seks,
dimana saja ia bertemu dengan pasangan gelapnya, dll. Keinginan
untuk mengetahui ini timbul karena didorong oleh keinginan untuk
merasa lebih menderita atau memperoleh lebih banyak bukti untuk
menghukum dia. Tetapi percayalah pengetahuan ini hanya akan membuat
luka Anda menjadi semakin dalam, semakin nyeri maka dari itu
hindarilah untuk tidak menggalinya lebih jauh dan lebih dalam lagi,
karena toh tidak akan ada manfaatnya.
Jangan memojokkan dia di rumah ataupun dilingukungan keluarganya,
karena hal ini akan membuat dia jadi lebih menderita sehingga
memaksa dia untuk meninggalkan rumah. Dan akhirnya ini bisa
dijadikan alasan sebagai pembenaran atas tindakannya.
Jangan pula bertanya, "Mengapa engkau bisa jatuh cinta sama dia?"
atau "Mengapa engkau melakukan itu ?" sebab hal-hal ini terlalu
sulit untuk dijawabnya, sehingga kalau dipojokkan terus-menerus
akhirnya ia akan mengarang-ngarang suatu jawaban yang hanya sekedar
untuk menyenangkan Anda. Cobalah jawab pertanyaan kenapa Anda senang
makan Pizza, tentu sukar dijawab, karena selera orang itu berbeda.
Dan yang terpenting dari segala-galanya janganlah mengambil
keputusan untuk cerai, sebab seperti juga burung apabila kandangnya
sudah di tutup jangan harap ia akan bisa balik kembali. Cara
penyelesaian yang paling baik ialah komunikasi, pengampunan dan doa
agar hal yang serupa tidak terulang.
Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://asia.docs.yahoo.com/info/terms