Note: forwarded message attached.


Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail. __._,_.___

Mayapada Prana Quotes:
"Think Good, Feel Good, Do Good. This is the way to God"
- Sathya Sai Baba

Mayapada Prana Links:
<*> The Indonesian Reiki Practitioner:
http://health.groups.yahoo.com/group/Praktisi_Reiki/

<*> Yoga Leaf Bandung
http://www.yogaleaf.com/

<*> Spiritual Endeavor: Many Paths - One Destination
http://www.spiritual-endeavors.org/





Yahoo! Groups Links

__,_._,___
--- Begin Message ---
*_/Mistress of Spices/_* – 6 Oktober 2006

“/Are you ready to give up your life for spices/?” kata seorang wanita 
tua yang dipanggil dengan panggilan /First Mother/ dihadapan beberapa 
anak-anak didikannya. Itulah awal dari sebuah film yang dibuat 
berdasarkan Novel berjudul sama karangan Chitra Banerjee Divakaruni, 
yang bercerita tentang seorang wanita, Tilo (Aishwarya Rai), yang 
dianugerahi kemampuan psikis untuk membantu orang-orang di sekitar kita 
lewat “/art of spices/.” Keahliannya ini yang diperoleh sejak lahir dan 
diasah lewat seorang Guru yang mereka sebut sebagai /First Mother/ ini, 
mampu mendeteksi permasalahan masa lalu atau masa depan orang-orang di 
sekitarnya dengan bantuan rempah-rempah (/spices/). Ketika problem 
terdeteksi, Tilo tinggal meracik rempah-rempah yang beraneka ragam 
sebagai obat mujarab untuk menyelesaikan problem yang dihadapi 
klien-klien-nya. /Everyone has their own spices/.

Talenta yang dimiliki Tilo ini membuat dirinya ditempatkan di sebuah 
toko rempah-rempah bernama /Spice Bazaar /di pinggiran kota San 
Fransisco, untuk melayani orang-orang di salah satu kota terbesar di 
Amerika Serikat itu. Kekuatan psikis-nya ini akan hilang jika dia 
melanggar 3 peraturan dasar, yaitu: (1) Hanya menggunakan rempah-rempah 
(/spices)/ untuk menolong orang lain—tidak untuk kepentingan pribadi, 
(2) Tidak bersentuhan kulit dengan manusia lain, dan (3) Tidak pernah 
boleh meninggalkan tokonya.

Konflik dalam diri Tilo mulai terjadi ketika Tilo jatuh hati terhadap 
seorang arsitek Amerika keturunan Indian, bernama Doug (Dylan 
McDermontt), yang mengalami kecelakaan sepeda motor tepat di depan 
/Spice Bazaar/. Tilo mulai tergoda untuk memakai kekuatannya untuk 
kepentingan pribadinya, sehingga melanggar ke-3 peraturan dasar yang 
harus dipatuhinya. Tapi semakin Tilo tergoda melanggar 
peraturan-peraturan tersebut, /spices/ mulai menghukum baik dirinya 
maupun para klien-kliennya, sampai Tilo mencapai suatu dilema yang cukup 
sulit dan menyakitkan, yaitu : membiarkan klien-klien setianya terus 
menderita, atau kehilangan Doug yang dicintainya selamanya.

Sebenarnya film ini mendapat ulasan yang buruk sekali dari para kritikus 
film-film, dan tidak laku di pasaran, tapi Guruji Anand Krishna mengulas 
film ini dari sisi yang sangat tidak terduga.

Guruji mengungkapkan bahwa memang sukar memahami film ini bila tidak 
mengetahui tradisi dan budaya yang melatarbelakangi cerita ini. Pada 
setiap masa tertentu, Dunia kita ini sebenarnya hanya dipengaruhi oleh 
kehidupan 20-25 orang saja, dan tiap orang-orang ini punya misi tertentu 
di dunia ini dan masing-masing orang ini punya grup karma tersendiri 
yang biasanya mengelilingi kehidupan mereka. Orang-orang inilah yang 
nantinya akan menentukan ke arah mana dunia ini akan berjalan. Hitler 
adalah salah satu dari orang-orang tersebut di masa-nya. Hitler 
sebenarnya berkesempatan untuk memadukan peradaban Timur dengan 
peradaban Barat, tapi Hitler gagal dan demikian pula orang-orang yang di 
sekitarnya yang berada di grup karma-nya.

Gambaran Tilo di film ini sebenarnya adalah gambaran seorang Master yang 
mempunyai tugas dan misi tersendiri di dunia ini, atau biasanya disebut 
/Path Life. /Bila seorang Master menyimpang dari /Path Life/ yang harus 
dijalaniNya, maka grup karma Sang Master pun akan ikut-ikut menyimpang, 
dan menderita karenanya. Kekacauan pun terjadi. Di film itu diceritakan 
tentang klien-klien Tilo yang ikut menderita karena nasihat-nasihat-nya, 
adalah orang-orang yang berada di dalam grup karma Tilo. Dan, spices di 
dalam cerita ini adalah perlambangan dari Keberadaan. /To all whom a 
mistress loves, as she should not, chaos will come. If a mistress fails 
in her duty, the fire is the end. The spices wil decide./

/ /Dalam menjalankan misinya di dunia, seorang Master pun tidak 
terkecuali akan mungkin tergoda oleh godaan-godaan duniawi di 
sekitarNya. Dalam kehidupannya, Tilo mempunyai tugas melayani orang 
lain, mendahului pelayanannya pada diri sendiri. Tapi Tilo mulai tergoda 
ketika menyaksikan kehadiran Doug dan mulai berpikir apakah ada jalan 
kehidupan lain yang bisa dia jalankan selain melayani orang lain? Tilo 
mulai menggunakan kekuatan psikisnya untuk kepentingan pribadinya. Tentu 
saja, dengan pembenaran bahwa apa yang dilakukannya semata-mata untuk 
membantu orang lain, seperti ketika Tilo melanggar perintah untuk tidak 
keluar tokonya. Tilo beralasan mengantarkan spices perlindungan untuk 
kliennya--Haroun yang kemungkinan besar akan terluka ketika mengemudikan 
taksinya. Padahal alasan Tilo sesungguhnya supaya bisa jalan-jalan 
bersama Doug,

Tapi akhirnya Tilo menyadari kesalahannya dan memutuskan untuk kembali 
ke tempat asalnya karena Tilo lebih mencintai spices dibandingkan dengan 
Doug. Maka, First Mother pun berkata, “/Tilo Mistress, you already show 
your devotion to spices. The spices know you are not leaving Them/.” 
Dan, Tilo pun tersadar di pelukan Doug yang sedang mencarinya. Happy Ending.

Film ini diputar di Assalam, One Earth, Jumat 6 Oktober 2006. (anp)




=======================================
RUU APP: Judul dan Isi tidak Terkait! 
P0rn0grafi: NO!     RUU APP: NO!!       Indonesia BERSATU: YES!!!
======================================= 
Yahoo! Groups Links





--- End Message ---

Kirim email ke