http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=39176
*Adili Yudhoyono di pengadilan rakyat * *Tanggal* : 01 Mar 2008 *Sumber* : Harian Terbit *JAKARTA -* *Seperti sudah diduga, akhirnya kasus BLBI (Bank Central Asia/Anthony Salim dan Bank Dagang Nasional Indonesia/Sjamsul Nursalim), kandas. Kejaksaan Agung menghentikan penyelidikan kasus itu dengan alasan tidak ditemukan bukti-bukti tindak pidana korupsi. Karuan saja penghentian kasus itu mengecewakan rakyat.* *Itulah sebabnya, sejumlah tokoh yang dihubungi Harian Terbit di Jakarta, Sabtu pagi (1/3) mendesak seluruh kekuatan-kekuatan masyarakat, seluruh elemen-elemen simpul massa, dan kekuatan-kekuatan gerakan moral di ne-geri ini, untuk bersatu menggelar pengadilan rakyat. * *Selain mengadili obligor BLBI yang sudah menghabiskan uang rakyat, pengadilan rakyat juga harus dia-rahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (S-BY) dan Wapres Jusuf Kalla. "Saya menduga penghentian kasus BLBI itu tak lepas dari keterlibatan SBY-JK. Karena-nya rakyat harus mengadili keduanya," kata mantan aktivis mahasiswa angkatan 77-78, S Indro Tjahyono.* *Menurut Indro, yang juga Ketua Partai Hati Nurani Rakyat, pengadilan rakyat dalam kasus BLBI sangat tepat menjadi pilihan karena sangat efektif untuk mengadili para koruptor dan rezim yang mendukungnya. * *"Disaat negeri ini berantakan, hukum lemah dan aturan negara sudah digunakan pemimpin untuk kepenti-ngan sendiri, saat itulah rakyat tampil dengan 'pengadilannya'. Soal pengadilan rakyat ini juga pasti akan mendapat dukungan internasional," papar Indro. * *Hal senada dikemukakan tokoh gerakan Pro Demokrasi (Prodem) Standarkia. "Disaat hukum lemah, aturan negara dipermainkan, dan rakyat dirugikan, pengadilan rakyat pilihan tepat. Mari kita galang kekuatan untuk membersihkan elit-elit politik yang bermain dengan koruptor dan pengusaha nakal yang memakan uang rakyat atau mengutamakan keuntu-ngan pribadi," ujar Standarkia.* *Sementara itu aktivis Forkot yang kini menjabat sebagai Sekjen Perhimpunan Nasional Aktifis 98 [Pena 98], Adian Napitupulu setuju kasus BLBI diselesaikan lewat pengadilan jalanan atau Mahkamah Rakyat. * *"Kalau kenyataannya seperti sekarang, kasusnya masih simpangsiur, alangkah baiknya jika kasus BLBI di-selesaikan lewat Mahkamah Rakyat. Sejak dulu kita memang mengusulkan seluruh kasus yang sulit ditangani sebaiknya diselesaikan melalui Mahkamah Rakyat."* *Ditambahkan, kalau ada pihak yang mengatakan bahwa Mahkamah Rakyat nan-tinya akan mempersulit rakyat, "Itu tidak benar. Kita justru harus mempertanyakan dengan dasar apa orang bersangkutan mengatakan pendapat seperti itu?" tanya Adian.* *Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (FBPD) Yusron Ihza Mahendra mengatakan, tak ada pilihan lain, Presiden SBY selaku pemegang otoritas kekuasan yang diberikan rakyat di tanah air harus memerintahkan dan memaksa jajaran penegak hukum untuk menyelesaikan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dinikmati sejumlah konglomerat semasa pemerintahan Orde Baru. * *Menurutnya, sangat aneh alasan Kejakgung untuk menghentikan kasus itu. "Bagaimana tidak! Kasus tersebut ada dan penyelesaiannya belum tuntas karena uang BLBI yang dinikmati belum dikembalikan sesuai jumlah yang mereka terima, tetapi bisa-bisanya Kejakgung menghentikan. Jangan sakiti hati rakyat. Mereka sudah hidup susah," kata dia. * *Malah Yusron mempertanyakan bagaimana bisa pemerintah selama ini mengatakan sekian triliun uang negara dilarikan para penjahat BLBI tersebut ke luar negeri kalau memang mereka tidak punya bukti. "Ini saya duga Kejaksaan Agung ingin menyelesaikan kasus tersebut secpatnya sehingga membuat keputusan begitu. Jangan sakiti hati rakyat. Mereka sudah hidup susah," kata dia. * *Ditanya apakah penyelesaiannya harus dengan cara pengadilan rakyat, Yusron malah tidak setuju dengan cara-cara seperti itu. "Pengadilan rakyat bukanlah solusi terbaik karena akibatnya nanti rakyat juga yang menanggung. Mereka sudah sengasara dan jangan diperparah kesengsaraan mereka. Karena itu saya minta Presiden SBY segera turun tangan," kata dia.(pnb/lam/a* -- ********************************** Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist ************************************

