http://www.bangkapos.com/breakingnews/005e26181488baf473a46a7b7757922f/1723/baca/0/0/0/0/2008/Maret/05/0

 Anak-Cucu Soeharto Yasinan
Rabu, 
05<http://www.bangkapos.com/breakingnews/fb48a6aca4b22acff2c913385bd3e3eb/0/indeks_tanggal/0/0/0/0/2008/Maret/05/0>
Maret<http://www.bangkapos.com/breakingnews/fb48a6aca4b22acff2c913385bd3e3eb/0/indeks_bulan/0/0/0/0/2008/Maret/05/0>
2008<http://www.bangkapos.com/breakingnews/fb48a6aca4b22acff2c913385bd3e3eb/0/indeks_tahun/0/0/0/0/2008/Maret/05/0>20:27:10
WIB
* *
**

JAKARTA, RABU*- Putra-putri mendiang mantan presiden Soeharto bisa
melupakan  perkara gugatan perdata Yayasan Supersemar. Rabu (5/3), kemarin,
semua putra-putri Soeharto berkumpul di Cendana untuk melakukan doa bersama
dalam peringatan 40 hari meninggalnya mantan presiden kedua RI tersebut.

"Semua putra-putri almarhum dan juga cucu-cucu beliau, sudah berkumpul di
dalam. Tapi mas tidak bisa menemui mereka karena mereka sudah di dalam,"
ujar Hendra, salah satu orang dalam Keluarga Cendana di sela-sela
kesibukannya menerima tamu.

Menurut pria berusia 43 tahun yang sudah empat tahun menjadi abdi di Cendana
sejak 2002 ini, acara Yasinan dan tahlilan memperingati 40 hari wafatnya
presiden Soeharto dipusatkan di dua tempat. Selain di Cendana, juga digelar
di Ndalem Kalitan Solo. Tapi, kata pria asal Jogjakarta itu Siti Hardiyanti
Rukmana dan adik-adiknya memilih tahlilan di Cendana.

"Untuk yang Tahlilan di Ndalem Kalitan keluarga yang di Solo saja," lanjut
dia.

Hendra mengaku belum tahu siapa saja tamutamu penting yang akan hadir
langsung. Sebab, kata dia, acara tahlilan tersebut bersifat terbuka.
Siapapun boleh datang. Dan benar saja, sedari siang, puluhan ibu-ibu nampak
sudah berduyun-duyun. Mereka tidak hanya datang dari dalam kota Jakarta
saja. Tetapi dari berbagi luar kota semisal, Bekasi, Depok, bahkan Garut,
Jawa Barat.

Bahkan, ada rombongan ibu-ibu yang menyewa mikrolet dengan bagian kaca depan
mobilnya bertuliskan, rombongan dari Bekasi, mirip jemaan haji.

Sebelum masuk ke kediaman Cendana yang di halamannya sudah disulap layaknya
masjid dengan beralaskan sajadah dan tenda-tenda putih, mereka harus antri
satu per satu. Orang dalam Cendana yang mengenakan batik hijau, menanyai
asal mereka dari mana, bersama siapa, sebelum kemudian mengizinkan masuk.

Sementara di depan pintu masuk jalan Cendana, sejumlah aparat polisi nampak
berjagajaga. "Kita datang hanya dengan niat untuk ikut mendoakan pak Harto,
itu saja," kata seorang ibu yang mengaku dari Depok.

Orang dalam Cendana lainnya yang menolak disebut namanya mengatakan, rencana
awalnya, jamaah baru diperbolehkan masuk pukul 17.30 WIB. Namun, karena
sejak siang kawasan Cendana diguyur hujan, akhirnya jamaah sudah
diperbolehkan dua jam lebih awal. "Rencana awalnya memang jamaah yang hadir
baru boleh masuk pukul 17.30 WIB," kata pria berperawakan tinggi besar itu.(
*persdanet


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
************************************

Kirim email ke