Dear All,
 
 
Sharing tentang pentingnya mengawasi keinginan
 
 
          Menurut Prayitno, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau 
World Health Organization yang dihimpun tahun 2005-2007 sedikitnya 50 ribu 
orang Indonesia bunuh diri. Jumlah kematian itu belum termasuk kematian akibat 
overdosis obat terlarang yang mencapai 50 ribu orang setiap tahun. Prayitno 
mengungkapkan, dari jumlah tersebut, 41% bunuh diri dilakukan dengan cara 
gantung diri dan 23% dengan cara meminum racun serangga. "Perlu pembatasan 
akses mendapatkan pestisida, racun dan senjata api," ujarnya. Faktor psikologis 
yang mendorong bunuh diri adalah kurangnya dukungan sosial dari masyarakat 
sekitar, kehilangan pekerjaan, kemiskinan, huru-hara yang menyebabkan trauma 
psikologis, dan konflik berat yang memaksa masyarakat mengungsi.
Ada banyaknya Mall di Jakarta pada tahun 2008 sedikitnya ada 80 – 90 Mall yang 
dibangun dengan dibangunnya mall tersebut sisi konsumerisme masyarakat akan 
terus bertambah. Jika dilihat dari kedua hal diatas, memang itulah dunia dan 
apakah dalam dunia memang tidak ada keadilan yang sempurna bagi rakyat miskin 
dan kecil?.  Memang sangat menarik saat saya mengenal dan mempelajari tentang 
seorang Pangeran jawa yang rela meninggalkan  kerajaan. berarti beliau rela 
untuk meninggalkan “semat,derajat dan pangkat.”   Semat ialah mencari kekayaan, 
keenakan, kesenangan. Derajat ialah mencari keluhuran, kemuliaan, kebanggaan, 
keutamaan. Kramat ialah mencari kekuasaan, kepercayaan, agar disegani, agar 
dipuja-puji.
Ada hal yang membuat beliau meninggalkan istana, yaitu saat tidak menemukan 
manusia?. Manusia seperti apa yang beliau maksudkan?. Apakah di kota Jogyakarta 
tidak ada manusia?. Hal ini mungkin terjawab dalam ajaran beliau tentang kawruh 
beja sawentah atau tentang wejangan pokok ilmu bahagia. Saat banyak orang 
mencari sebuah semat, derajat dan kramat beliau mempunyai kata-kata “Di atas 
bumi dan di kolong langit ini tidak ada barang yang pantas dicari, dihindari 
atau ditolak secara mati-matian” 
Mungkin jika pelaku bunuh diri dan pengejar budaya konsumerisme bertemu Ki 
Ageng Suryomentaram (1892-1962), bisa terjadi orang yang ingin bunuh diri atau 
yang ingin mengejar sesuatu secara mati-matian akan berfikir dua kali lipat. 
Pernahkan saat keinginan tercapai manusia akan merasa senang selama-lamanya 
atau saat keinginan tidak tercapai maka akan sengsara selamanya. 
Hal ini dibuktikan oleh Ki Ageng suryomentaram walaupun beliau tidak lagi 
memiliki semat, derajat dan kramat tetapi beliau tetap merasa bahagia. Banyak 
hal yang beliau temukan dalam ajaran tentang ilmu bahagia, faktor yang 
melatarbelakangi yaitu “ keinginan, perasaan iri dan sombong, perlunya 
pengetahuan sama, perasaan menyesal dan kawatir, ketabahan.” Keinginan jika 
tidak dikontrol pasti akan terus berkembang, artinya saat seseorang memiliki 
keinginan dan keinginan itu tercapai pasti seseorang tersebut akan menaikan 
tingkat keinginan tersebut sehingga jika keinginan yang kedua tidak tercapai 
pasti seseorang tersebut akan merasa sengasara.
Perasaan iri dan sombong, perasaan ini jika dimiliki  seseorang yang tidak 
memiliki harta yang banyak dapat membuat seseorang besar pasak daripada tiang. 
Jika hal ini terjadi terus menerus maka seseorang tersebut akan merasa tertekan 
oleh hutang dan juga korban perasaan tanpa akhir. Perlunya pengetahuan sama 
maksudnya sebagai manusia seseorang dilahirkan sama. Selama 9 bulan 10 hari di 
dalam kandungan dan setiap orang memiliki peluang untuk menjadi raja atau ratu 
dalam dunianya masing-masing, dengan mengetahui perasaan sama seseorang akan 
yakin dan dengan mantap untuk melangkah dan tidak ada rasa takut untuk hidup di 
dunia. 
Perasaan menyesal dan kawatir, perasaan ini juga sering muncul dalam kehidupan 
setiap manusia. Adanya perasaan menyesal dan kawatir yang berlebih akan membuat 
seseorang tidak berani menatap kedepan dan jika perasaan ini dimiliki oleh 
seorang anak muda maka dalam menempuh kehidupanya akan dipenuhi perasaan 
menderita dan sengsara. Yang terakhir adalah Ketabahan dengan memiliki 
ketabahan maka seseorang akan dapat bertahan hidup dan akan tetap survive.
Dengan mengawasi keinginan, perasaan iri dan sombong, memiliki pengetahuan yang 
sama, perasaan menyesal dan kawatir dan juga ketabahan.  Pernah ada sebuah 
cerita saat itu Ki Ageng Suryomentaram bertemu dengan seorang pelajar kawruh 
jiwa dari Kalimantan, seorang tentara, dengan sangat marah terbang ke Yogya 
untuk menghabisi nyawa seorang pemuda yang dikabarkan menghamili putrinya. 
Namun sebelum bertemu pemuda itu, dia bertemu Ki Ageng. Ki Ageng hanya 
bertanya, ''Anak Anda itu laki-laki apa perempuan?'' Dijawab oleh Pak Tentara, 
''Perempuan.'' ''Lo kan ya wajar lelaki bergaul dengan perempuan, perempuan itu 
hamil. Kok Anda marah?!'' Ini secuplik dari dialog pencerahan, yang di Jepang, 
dalam tradisi Zen disebut koan. Setealah itu tentara tersebut mengurungkan 
niatnya untuk membunuh pemuda yang dicarinya.
Krisis keuangan global yang terjadi didunia inipun jika tidak dibarengi dengan 
mengawasi keinginan maka seseorang akan terjebak dalam masalah yang besar pula. 
Adanya kenaikan inflasi yang menyebabkan harga barang-barang yang naik tanpa 
dibarengi oleh kenaikan kesejahteraan masyarakat. Memang benar yang kaya makin 
kaya dan yang miskin makin miskin tetapi untunglah masih banyak juga yang di 
tengah-tengah.  Oleh karena tekanan yang besar mau tidak mau masyarakat yang 
miskin harus bertahan hidup dan seringkali melakukan perbuatan yang tidak 
disukai masyarakat pada umumnya. Bertahan hidup dapat dijalankan dengan 
mengawasi keinginan dan jika hal ini dilakukan denganterus-menerus maka akan 
menjadi kaya dan sejahtera.
Ada sebuah cerita tentang supir taxi saat saya pulang dari bandara. Ini 
kisahnya sepulang dari Palembang tanggal 16 September 2008 sbb :
Saya tanggal 16 September 2008 pulang dari luar kota (Palembang)  dan sampai 
Soekarno Hatta Airport Jakarta jam 16.00. Dapat taksi Gamya. Supirnya ternyata 
asalnya dari Jl Sambu Medan.  Wah iki Medan meneh (medan Lagi). Katanya Jalan 
Sambu adalah sarang preman. Dari wajah saya pastikan dia  bukan mbatak asli 
karena dari raut muka seperti India dan Arab. mancung. Dia mau buka puasa.
Katanya dia sudah punya cucu, tetapi kok  wajahnya menyinarkan kegembiraan dan 
kelihatan muda. Saya katakan pasti umurnya  sudah hampir 60 - 65 tahun. Dia 
mengamini. Tetapi dari wajahnya yang masih segar dan tersenyum saya pastikan 
pastikan umurnya antara  45 - 50 tahun. Saya amati terus, wajahnya menyemburkan 
kesejukan dan ketenangan. 
Pasti dia punya resep hidup yang luar biasa. Semua pertanyaan dijawab dengan 
santai dan mengalir normal sekali. Luar biasa. Saya pikir ada baiknya 
mengajukan pertanyaan agar dapat belajar hidup dari dia . Pertanyaan 
nya   "Mengapa kelihatan senang, walaupun supir taksi? Mengapa wajah fresh? 
Mengapa gembira terus"
Inilah  jawabannnya yang hasil wawancaranya saya simpan dalam HP saya (karena 
setiap saya menanya dan dia menjawab saya langsung mengetik hasilnya, seperti 
layaknya wartawan lepas, ha ha ) sbb :
1. Hidup ini jangan selalu mencari selera sendiri. Contoh nonton TV, sekian 
ratusan channel TV diganti-ganti sampai bosan dan tidak pernah puas. Cari 
channel TV dan cobalah menikmatinya. Cobalah rubah dan samakan dengan selera 
sang pemilik T.V. Analisa saya dalam hati : Benar juga ya. Kita punya 
boss/client kalau kerja. Ngak cocok sama boss/client, selalu mau pinta pindah. 
Cocokin saja dengan selera boss/client, maka hidup pun menjadi aman. Raut muka  
bisa menjadi lebih muda 20 tahun. Contohnya mas AW. Mau menanya dan 
mengvalidasi dengan mas AW2 yang lebih muda 25 tahun dari umurnya, apakah benar 
ini resepnya ?
2. Terima saja apa adanya : .Jangan sering mengeluh. Dia menjelaskan lebih 
lanjut. saya sering melihat di jalan, banyak para pemilik mobil mewah dengan 
dasi keren mukanya cemberut. Dalam hati saya : ini dia filosofisnya. Nrimo 
positip.  
3. Hidup ini dibuat gembira : Dia menjelaskan bahwa belum tentu orang punya 
rumah besar, mobil mewah, pasti hidupnya bahagia. Belum tentu. Dengan 
pengalamannya sebagai supir taksi yang sering menjemput tuan-tuan dan  
nyonya-nyonya tua dan muda sekaligus kaya raya, mereka sering mengeluh akan 
kehidupannya yang serba kekurangan. Jarene supir taksi. Berarti bisa menjawab, 
bahagia itu kapan ya? Ya saat ini, bukan masa depan. Apa yang saya dapat 
diterima dengan baik baik untung maupun malang . 
4. Yang bisa membuat saya bahagia, adalah saya sendiri: Jadi saya sering 
menghibur diri saya sendiri. Kata saya dalam hati : kalau dimarahin boss atau 
client atau siapapun, hiburlah diri sendiri. Jika kurang minta pertolongan 
dengan yang Maha Kuasa.
5. Rileks dan santai saja : Jangan ngoyo (lho koq iso istilah Jowo, pikir saya 
dalam hati). Oh ya ... dalam segala tekanan hidup, perlu rileks dan santai 
ajaaaaa. Katanya; dapat penumpang dekat airport, ngak usah marah2 karena maunya 
dapat penumpang yang jauh. Dapat sedikit, terus dapat sedikit, kan lama-lama 
juga jadi bukit. Pool saya di Pasar Rebo, banyak supir taksi maunya dapat 
penumpang dari Pasar Rebo ke airport. Cukup sekali. Putar sampai sore, ternyata 
tidak dapat penumpang. Hasitnya sutris luar biasa dan pulang tidak bawa uang. 
6. Jika kita susah, jangan pikir kita hidup yang paling susah. Masih banyak 
diluar disana, yang lebih susah. Jadi katanya "Bersyukur". Wah kata saya dalam 
hati: "Sudahkah saya bersyukur dalam hati?".
7. Jalan hidup kita, kita tidak tahu, jalanin saja: Kata saya dalam hati Just 
flow like the water, pasti akan sampai ke muara. Mas AW2, dalam istilah 
sosiologis apa ini definisinya?
Saya banyak belajar dari dia kemarin supaya rambut tidak tambah banyak putihnya 
dan tidak menipis habis. ha ha ha. Ternyata diantara ribuan supir taksi 
diantara belantara ibukota ada satu supir yang luar biasa dan dapat  mencapai 
kebahagiaan yang luar biasa dan mengalahkan banyak orang pintar dalam menikmati 
hidup. Pemikirannya dan melakoni hidupnya sudah sekelas tingkat doktor dan 
profesor. 
Perjalanan dari airport selama 1 jam, telah memberikan siraman rohani  untuk 
saya. Salut dan angkat topi untuk sang  supir taksi Gamya yang telah 
mengsharingkan RESEP MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN DAN TETAP BERWAJAH SEGAR BUGAR. 
Wes tak beri tips tambahan sekaligus meminta dia mencari penumpang di depan 
Dunkin Donat. Saya juga mengatakan mendoakannya agar diberikan tambahan 
penumpang lagi dan diberikan rejeki berlimpah.


 
Best Regards,
 
Noersekha Aji Tomo
Business analyst
Indonesian professional Development Center
Quality Training and Consultancy
Rasuna Office Park II/QO-08
Komplek Apartemen Taman Rasuna
Jl. H.R. Rasuna Said
Jakarta 129960
www.ipdc.co.id


      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke