Ketika akhirnya sang mentari tenggelam, janganlah menangis..
Karena mata yang basah oleh air mata tak akan bisa melihat bintang yang akan bersinar indah setelah ketiadaan sinar mentari… Written by : Ruli Amirullah Assalamualaikum Wr Wb, Dear all, Saya baca kalimat tersebut di multiply seorang teman. Mungkin tidak persis seperti diatas, tapi ya, kurang lebih seperti itulah. Kutipan dari seorang pemusik luar berasal dari.. duh dari mana ya.. saya lupa… Tapi yang jelas, kalimat tersebut indah ya! Maknanya bagus banget.. Ketika kita kehilangan sesuatu, mendapat musibah, menerima kenyataan yang menyedihkan (dan itu di analogikan dengan tenggelamnya sang mentari) maka kita seharusnya tidak perlu sedih berlama-lama.. Mengapa? Karena sedih yang berlarut menjadikan kita tidak bisa melihat ‘indahnya hidup’ setelah itu. Menjadikan kita tidak bisa mengerti hikmah yang ada di balik peristiwa tersebut. Dan pada akhirnya, tentu saja mengakibatkan kita tidak bisa menjalani hidup dengan bahagia.. (dan itu di analogikan dengan mata yang basah, air mata yang menggenangi kelopak mata, akan menghalangi pandangan kita, sehingga kita tidak bisa melihat indahnya sinar bintang yang akan tampak saat sinar surya hilang) Kesimpulannya… Don’t be sad! La Tahzan kalo menurut bahasa yang sempat trend.. Ketika kita mendapat penyakit, tetaplah tersenyum! Karena bisa jadi itu adalah ‘ajakan’ untuk merenung segala dosa yang telah kita perbuat, merenung segala amal yang belum kita perbuat. Karena ketika sehat, mungkin kita tak pernah ada waktu untuk itu karena terus berlari mengejar dunia dengan segala gemerlapnya… Ketika kita kehilangan pekerjaan, tetaplah semangat! Karena bisa jadi itu adalah awal dari pekerjaan baru yang lebih mengasyikan, atau malah awal dari kerajaan bisnis yang kita miliki sendiri.. Ketika kita mendapat musibah, tetaplah tegar berdiri! Karena bisa jadi itu adalah ‘pecut’ agar kita menjadi orang yang tangguh, orang yang ulet, orang yang sedang disiapkan untuk menjadi sang juara. Coba perhatikan, banyak orang yang sukses setelah sebelumnya mendapat musibah… Intinya, dari segala hal yang kita alami.. baik itu kesenangan maupun kepedihan. Baik itu keceriaan seperti terbitnya sang mentari atau kesedihan seperti tenggelamnya sang surya, pasti ada hikmah yang menyertainya.. Karena Allah tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia.. Allah tidak mengatur segala kejadian dengan serba kebetulan.. Semua ada maksudnya.. Semua ada hikmahnya.. Karena itu teman… Hapus air mata kita! Dan selamat menikmati indahnya bintang! Tetaplah tersenyum ketika ‘sinar kesenangan tenggelam’, karena dengan ‘mata hati’ yang jernih, akan mudah bagi kita untuk melihat ‘cahaya hikmah laksana bintang yang bersinar indah’ setelah ‘tenggelamnya sinar kesenangan’ tersebut.. Wassalam.. Ruli Amirullah Feel the love of Ar Rahmaan Wanna feel it? Join ESQ Training.. Read my article at : http://ruliamirullah.multiply.com Contact me at : 085-888-509931 send Email to: [EMAIL PROTECTED] Website : www.esqway165.com Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

