Tak lekang dari ingatan saat sinar senja bertabur diantara awan yang beradu
di atas langit. Kau tak jua beranjak dari tempatmu duduk di tepi sebuah
pantai itu. Kau tatap kosong diantara setiap gelombang yang terbelah oleh
perahu nelayan yang lekas pulang. Kau nikmati setiap helai belaian angin
laut yang terburai diantara wajahmu serta celotehan burung gereja yang
mengajakmu pulang.



*Kenapa kau masih disini dan sendiri, Tuan?*. Duduk mendekap erat kedua
kakimu. Seakan kau tak peduli lagi, langit menjadi semakin hitam dan sepi
mulai menghampirimu. *Apakah yang kau tunggu, Tuan?*.



Saat angkasa menjadi hitam lekat dan angin laut mulai menggigilkan tubuhmu,
bintangkah yang kau inginkan muncul seperti cahaya kota yang terjauh. Dan
kau inginkan sebuah bintang kejora yang bersinar paling indah datang padamu
dengan senyuman aneh yang selalu kau rindukan.



Bukan hari ini bintang itu datang, Tuan. Tapi jangan pula kau jemu
menunggunya di tempat biasa kau merindukannya. Karna bintang itu akan
bersinar padamu tepat pada saatnya tiba nanti.

-- 
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas

ViSiT My BLoG
www.napasbidadari.multiply.com
www.hapsariwirastuti.wordpress.com

Kirim email ke