Klenik = glenak-glenik, sing diglenak-glenikake adalah ilmu urip, ilmu alam
sing urip. Ilmu pengetahuan = gnosis. Jadi, dlm gnosisme orang
berglenak-glenik ttg ilmu alaming urip. 

Dlm ranah pendidikan formal, dikenal gelar2 akademik resmi spt drs, MM, SE,
SH, professor dll. sedang dlm dunia perglenikan gelar2 semacam itu tdk ada,
tetapi ada suatu hirarki alam semesta yg akan menempatkan posisi suatu
kesadaran sesuai luas wawasannya berdasarakan dlm apa yg di kejawen disebut
4W (Wani, Weruh, Wanuh, Wenang).

 

Kewenangan dlm hirarki alam didasarkan pada luas wawasan gnosis/ilmu
pengetahuan yg telah dikembangkan oleh suatu kesadaran, krn alam semesta ini
bergerak dalam mekanisme "kehendak bebas", bukan atas "kekuasaan otoriter"
shg kebijaksanaan yg didapatkan dari luasnya pengetahuan itu akan
menempatkan suatu kesadaran pada suatu hirarki utk mengambil keputusan baik
berupa dorongan/motivasi hidup bagi mrk yg ada di bawah supervisinya maupun
intervensi atas gerak proses perkembangan kesadarannya. Hal ini terkait dg
kriteria kebenaran yg mampu dibuat dan dipahami oleh suatu kesadaran.
Semakin luas pengetahuan/gnosisnya, akan makin luas kriteria yg mampu dibuat
dan dipahami oleh suatu kesadaran. Kebenaran menurut suatu dogma ttt hanya
akan mampu menampung sebagian dari luas kebenaran itu sendiri. Kebenaran
menurut ilmu agama jelas berbeda kriterianya dg kebenaran menurut kriteria
ilmu ekonomi, fisika, dll. 

Oleh karena itu, jika mampu menampung sekaligus ranah fisika (lmu alam) -
psikologi (ilmu jiwa) - spiritual (ilmu roh/hidup) maka akan mampu
mendefinisikan kriteria kebenaran dlm ruang lingkup yg lebih luas. 

 

Bidang fisika (alam) akan membuka mata thd cara kerja dan sistematika alam
raya (bumi adalah replikanya, shg bisa dimulai dr titik ini utk memahami
sistematika kerja alam).

Bidang psikologi (ilmu jiwa) akan membuka mata thd mekanisme kejiwaan.

Bidang spiritual (ilmu roh/hidup) akan membuka mata akan kenyataan bhw roh
adalah hidup yg bergerak dlm suatu proses dlm rentang waktu tak terbatas.


 

Ke-3 bidang itu saling kait-mengkait yg membentuk alam raya dlm aturan
kehendak bebas. Oleh krn itu sesungguhnya tdk ada yg salah dalam proses alam
semesta ini. Namun kita memahami bahwa dalam proses kehidupan, cinta kasih
berarti menciptakan kehidupan, sedang ketakutan, kekawatiran, kebencian,
amarah bersifat merusak dan menghancurkan kehidupan. Maka kehendak bebaspun
tetap ada dalam suatu batas wilayah gerak dimana cinta kasih mjd tiang pokok
keberadaannya.  Mereka yg menempati posisi2 ttt dlm hirarki alam akan terus
mengawasi dan mensupervisi gerak kehidupan alam agar terus terjaga dlam
sistematika cinta kasih, dan mereka diberikan kewenangan atas dasar wawasan
gnosis/pengetahuannya utk memotivasi dan/atau sebaliknya mengintervensi.

 

Bentuk2 motivasi selalu disusupkan dlm bentuk motivasi2 hidup shg kita bisa
mendapati training2 motivasi yg marak digelar saat ini. Seharusnya agama
berperan dlm memotivasi hidup, tetapi rupanya scr umum jalurnya mleset lebih
mengajarkan "ketergatungan" pada tuhan, pdhal keberadaan suatu kesadaran
(seseorang) di alam fisik berfungsi utk menciptakan bentuk2 alam fisik dg
kehendak bebasnya (ad mayorem dei gloriam). 

 

Jika mau memandang ke angkasa, nampak bintang2 disana, dan sesungguhnya
manusia bumi memang tdk sendirian. Dr dokumen2 underground bisa didapati
info adanya suatu dewan antar galaktika yg terus bekerja membantu manusia
bumi utk meningkatkan kesadarannya. Tim penyusup, entah sadar atau tdk
disadari oleh yg disusupkan itu sendiri, dikirimkan utk membantu
meningkatkan kesadaran manusia bumi. Dan dr dokumen tsb, Yesus dan para
avatar adalah mrk yg disusupkan utk tujuan2 semacam itu. Namun bantuan2 dr
hirarki alam bukan hanya dr pihak luar planet bumi saja, dr dlm sendiri
(bagian dr kesadaran bumi - alam bumi berikut segala makluknya dlm berbagai
dimensi) juga terus-menerus menyusupkan dorongan2 semacam itu. Dunia
multidimensi memungkinkan berbagai dan segala kemungkinan yg tdk terpikirkan
dlm batasan2 kriteria2 ttt yg lebih sempit.    

 

Namun pada prisipnya, ilmu urip adalah suatu proses urip, uripnya roh yg
berupa proses tak mengenal batas ruang dan waktu. Aturan mainnya, kalao
kesandung mosok iya masih dibaleni lagi (mekanisme kasih & pengampunan).
Jika suatu pengalaman urip menghasilkan emosi kejiwaan yg menyakitkan baik
bagi orang lain atau diri sendiri, mengapa mesti diulang2. Namun semua
proses itu memang perlu ada utk bisa mengerti dan dimengerti.

 

Jadi segala omyangan orang2 yg dianggap tokoh spiritual/agama sakjane yo rak
perlu. kalau saja tidak sibuk mengulangi kesandung-sandung dan tdk teriak2
minta tolong sama Tuhan..  

 

Demikian dunia pendidikan menurut versi glenikan.

 

Salam damai selaras,    

 

Sony H Waluyo

* You are what you think about. Beware of your mind. 

(Peringatan: apa yg dhemit sonthul tulis bukanlah bahan iman! 

However, you have your free will to decide whatever you see and feel. 

Sulit mendefinisikan rasa garam dengan kata2, tapi dg dirasa di lidah semua
orang sepakat itulah rasa garam, asin itu pasti asin, pahit itu pasti pahit.
Demikian juga saat diroso di hati, kasih itu pasti kasih. Olah roso ).

================== 

 

 

 

Kirim email ke