>> Heee....heeee...heeeee...gimana saya mau jelasin ke atasan
>> ya?...soalnya untuk 10 hari di traveling...si sender akan terima
email
>> autoresponder sebanyak 10 kali...kalau 1 bulan traveling?...2 bulan
>> traveling?....ini yg diprotes oleh sender yg kirim email ke atasan
>> saya. Toh isinya email autorespondernya juga sama.

>Itu namanya si sender yg nekad atau si pembuat autorespondernya tidak
>kreatif dalam membuat pesan (autoresponder text).
>Jika mau cuti/travel 10 hari, ya dibilangin donk akan travel/cuti 10
>hari ...hubungi sekretaris jika urusan mendesak, hubungi si Polan jika
>urusan yg lainnya, semuanya lengkap dg email address (intinya
>informatiflah dalam menuliskan autoresponder).

>Selesai cuti, hapus lagi autoresponder; kalau ybs tidak ingat maka
>umumnya akan diingatkan oleh si sender (kalau gaptek, tinggal suruh
Anda
>yg melakukannya he...he...he..). 

menurut saya si sender yg nekad, karena di autoresponder text tertera
semua informasi yg memang perlu utk di ketahui, spt: out of office dr
tgl sekian sampai tgl sekian, jika penting dapat dapat menghubungi HPnya
no sekian serta alamat email PIC yg ditunjuk utk urusan tertentu juga di
cantumkan.

Cuma saja ke"nekad" an sender ini bisa dimengerti karena yg dia kirim
adalah email "regular" yg berisi SESUATU YG UPDATE tiap harinya.

>> Maunya sender juga...dia akan terima email autoresponder cukup sekali
>> walau penerima traveling berapa hari sekalipun.

>Lho kalau sender punya informasi yg berbeda utk disampaikan, maka dia
>tahunya hanya subject/masalah pertama saja yg akan mendapatkan delay
>response krn sedang travel, sementara utk masalah lain dia akan
>ngomel-2x dibilang responsenya boss Anda lambat (logikanya tanpa
>autoresponder itu si recipient sudah kembali ke kantor, mungkin lebih
>cepat dari jadwal). Umumnya orang/sender, mana mau mengarsip mail yg
>isinya autoresponder lama-2x, yg umum terjadi stl dibaca langsung di
>delete :-)

>Dg autoresponder yg informatif, mestinya sender jadi punya perhitungan
>sendiri, apakah akan nunggu response recipient atau menghubungi contact
>person lain sesuai dg yg diinformasikan di autoresponder.

>BTW. Saya jadi curiga, ini yg minta kayak gini beneran si Boss atau
Anda
>yg disuruh si Boss utk mengisi/hapus autoresponder text tp males
>mengaktif/nonaktifkan AR atau mengganti tulisan sesuai situasi :-)


hee..he...heee...bukan saya yg males pak? Cuma saja Dia yg di omelin
principal kami di Geneva karena autoresponder ini. Kebetulan si Geneva
ini punya system yg kasih autorespondernya cukup sekali saja. Saya nggak
tahu deh mereka pakai apa.

Jadi deh boss saya ngotot agar kita juga bisa begitu.

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah

MDaemon-L Moderators, menggunakan MDaemon 7.0R beta M under W3K

-- 
--[MDaemon-L]------------------------------------------------
Milis ini untuk Diskusi antar pengguna MDaemon Mail Server.
Mohon tidak posting dalam format HTML!

Arsip          : <http://mdaemon-l.dutaint.com>
Moderator      : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan  : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan   : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Versi Terakhir : MD 6.8.5, LD 2.1.0, WA 2.0.5, MDAV 2.2.2, MDGW 1.0.4 

-- 
--[MDaemon-L]------------------------------------------------
Milis ini untuk Diskusi antar pengguna MDaemon Mail Server.
Mohon tidak posting dalam format HTML!

Arsip          : <http://mdaemon-l.dutaint.com>
Moderator      : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan  : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan   : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Versi Terakhir : MD 6.8.5, LD 2.1.0, WA 2.0.5, MDAV 2.2.2, MDGW 1.0.4 

Kirim email ke