On Wednesday 21 June 2006 18:27, adi wrote:
> ok. sebelumnya mail phising, sekarang mail forgery :-)

Bukankah keduanya saling berkaitan.

> ini  gampang dijawab. tapi itu bukan point saya.

OK.

> > > saya pikir ini sah-sah saja. namanya juga usaha. tapi kalau
> > > merepotkan pihak lain, cerita jadi lain.
> >
> > Merepotkannya dimana ?
>
> karena spf _mengharuskan_ orang mengadaptasi. alias yang biasanya
> jalan, jadi tidak bisa jalan gara-gara spf. ini menimbulkan
> support yang berlebihan hanya karena kecerobohan (ignorance?)
> orang lain.

Dunia Internetkan memang dinamis, sehingga IETF pun melakukan 
response thd perubahan itu.
Dulu tdk perlu smtpauth, rate limit, reverse lookup, dns-bl; skr 
dirasa perlu agar bisa memilah-milah mana mail yg diinginkan (ham) 
mana yg bukan (spam).

Kalau SRS dirasa sulit/merepotkan, bisa pakai caranya E. Allman 
(RFC4405, SMTP Service Extension for Indicating the Responsible 
Submitter of an E-Mail Message). 

> > Saya tdk tahu, apakah krn dia tdk diakui sbg founder SPF ?
> > http://www.openspf.org/media.html
>
> kalau gitu saya kasih tahu. tanpa meng, tidak ada spf. suka atau
> tidak :-) 

Makanya dia kesel dibilang bukan co-founder oleh SPF council yg 
baru ?

> btw, dimana sebenarnya alasan efektifitas spf? yang menyebabkan
> itu perlu diaktifkan? mestinya ini alasan ini lugas ya, tidak
> berubah-ubah menurut waktu dan kontra argumen :D

rfc4405 section 1.  Introduction

   The practice of falsifying the identity of the sender of an 
e-mail  message, commonly called "spoofing", is a prevalent tactic 
used by  senders of unsolicited commercial e-mail, or "spam".  This 
form of  abuse has highlighted the need to improve identification 
of the  "responsible submitter" of an e-mail message.

rfc 4406 section 2.  Problem Statement

Briefly stated, the mechanisms of this document allow one to answer  
the following question:

When a message is transferred via SMTP between two unrelated
parties, does the SMTP client host have permission to send  mail on  
behalf of a mailbox referenced by the message?

> pertanyaan berikutnya: mengapa harus ada spf2, apakah ini
> kelanjutan dari spf1? :-)

Kan sdh diketahui umum bhw spf2 mrpkan merge antara spfv1 dg 
caller-id nya microsoft, cuma aneh aja kok pernyataan "maintain 
compatibility" nya bisa bertentangan antara spf1 dg spf2, padahal 
M. Wong (contributor rfc4408) juga contributor di rfc4406.

-- 
syafril
-------
Syafril Hermansyah

MDaemon-L Moderators, menggunakan MDaemon 9.0.5 beta RC1 under W2K3

Harap tidak cc: atau kirim ke private mail untuk masalah MDaemon, 
hanya posting ke Milis yg akan saya response (jika diperlukan)

-- 
--[MDaemon-L]------------------------------------------------
Milis ini untuk Diskusi antar pengguna MDaemon Mail Server.
Mohon tidak posting dalam format HTML!

Arsip          : <http://mdaemon-l.dutaint.com>
Henti Langgan  : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan   : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Versi Terakhir : MD 9.5.4, LD 2.1.0, WA 3.2.2, MDAV 2.2.9, MDOC 2.1.1

Kirim email ke