On 2013-10-01 19:12, Rikh Briliantino Arbi wrote: > 1. Saya mempunyai data user di drive D, apakah mungkin bisa dilakukan > konfigurasi menambahkan storage di drive E, jadi ketika di drive D penuh > akan meneruskan di drive E (automatic) ?
Tidak pakai model drive partition tetapi gunakan volume drive. http://en.wikipedia.org/wiki/Logical_Disk_Manager dengan volume disk maka dimungkinkan multi disk membentuk volume yang sama bahkan sekalipun disknya terpisah-pisah http://en.wikipedia.org/wiki/Logical_volume_management RAID sebentar lagi jadi kenangan, paling hanya dipakai di non-cloud system. Cloud server butuh LVM. > 2. Apa yang perlu diperhatikan ketika saya ingin merubah system saat ini > menjadi virtualisasi (hyper-v 3.0) ? Anda perlu pakai MD 13.5.x yang sudah lebih cloud aware/ready, dibawah versi itu mungkin akan jalan akan tetapi unpredictable. > 3. Bagaimanakah konsep HA (high-availability) di MDaemon? Apakah > menggunakan 3rd party tools? Active-Passive, Active-Active kah? Sebenarnya MDaemon (dan internet mail server pada umumnya) tidak perlu HA, konsep HA itu hanya untuk database atau proprietary mail server yang base on database macam oracle mail, Lotus Notes/Domino, Exchange (mereka ini pada dasarnya adalah database server yang diberi tambahan mail transport). Coba check di internet semua HA hampir pasti menggunakan contoh database server. Hal ini karena semua system database perlu di reindex secara periodik, makin besar datanya maka makin lama proses indexing ini. Karena lamanya proses maka main (active) server perlu dibackup dan perpindahan dari active ke passive server diharapkan sesegera mungkin apalagi jika database itu menangani OLTP (on line transaction processing). Mail server tidak sampai sekritis OLTP, kalau mail server bermasalah asalkan perbaikkannya tidak melebihi 2x24 jam maka mail data tidak akan hilang, hanya ada delay saja. MDaemon menggunakan format plain-text (MH format) untuk penyimpanan message di mailbox folder, tidak ada index file hanya cache saja yang otomatis terbentuk ulang (kalau hilang atau rusak) pada saat user mengakses folder mailboxnya. MDaemon tidak menggunakan windows registry, kalau sampai suatu saat terjadi windows registry corruption (misalkan akibat system crash atau listrik padam) maka tinggal jalankan \\mdaemon\app\mdaemon.exe akan langsung jalan lagi. Dengan "fitur" macam itu, maka MDaemon bisa dipindah-pindah dari suatu windows server/PC ke windows PC lain sekalipun OS nya berbeda (W2K3, WinXP, WinVista, Win7, W2K8, Win8), tinggal copy saja folder \\mdaemon maka akan langsung jalan asalkan setting IP address dan internet sudah di set berjalan normal, tidak ada data yang hilang. Jadi kalau ada Windows PC yang standby didekatnya akan sudah memadai untuk melakukan disastrous recovery. Kalau semua user pakai POP3 (tidak ada mail ditinggal di server) cara diatas sudah mencukupi, tetapi kalau user umumnya pakai IMAP maka perlu disk penyimpanan yang terpisah untuk mailbox disk. Mailbox disk tidak harus cepat, yang penting andal misalkan pakai RAID (bisa berupa DASD atau NAS/SAN). Sehingga perpindahan menjadi mudah. Kalau recovery time yang kurang dari 30 menit masih dianggap tidak cukup, boleh saja membuat HA mirip caranya database server. Boleh pakai cara active-passive (stand alone server) atau active-active (dengan bantuan domain sharing). -- syafril ------- Syafril Hermansyah Running MDaemon 13.6.0 Beta B, SP 4.1.5 Life sucks, but death doesn't put out at all. -- Thomas J. Kopp -- --[MDaemon-L]------------------------------------------------ Milis ini untuk Diskusi antar pengguna MDaemon Mail Server. Netiket: http://www.netmeister.org/news/learn2quote Arsip: http://mdaemon-l.dutaint.com Dokumentasi : http://mdaemon.dutaint.co.id Henti Langgan: Kirim mail ke MDaemon-L-unsubscribe [at] dutaint.com Berlangganan: kirim mail ke MDaemon-L-subscribe [at] dutaint.com Versi terakhir MD 13.5.2, SP 4.1.5, BES 2.0.2, OC 2.3.2, SG 2.1.2, PP 2.0.1

