Rapat koordinasi yang dilakukan di Apron Polonia kemarin (10 Januari
2005) pukul 19:00 WIB - Hingga pukuk :22.00 WIB yang dihadiri oleh
Gubernur Sumatera Utara, T. Rizal Nurdin, Pangdam Bukit Barisan,
Mayjend Bambang Darmono, Wakil Gubernur Nangroe Aceh Darusalam serta
beberapa petinggi TNI lainnya seperti Laksamana Madya M.B Sidehabe,
Marsekal Muda Ganjar, Laksamana Muda Irawan Supomo, Marsekal Muda
Halim. Satu-satunya utusan organisasi non profit (ORNOP) yang hadir
adalah ORARI yaitu Zulkarman Syafrin - YC6PLG dan Yazid Puteh -YD6JAY.
dan ada juga utusan Pertamina.
Rapat dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara yang menceritakan kronologis
gempa dan menjelaskan struktur organisasi Satkolak bencana alam gempa
dan Tsunami ini.
Selanjutnya laporan Pangdam BB yang menyebutkan kendala-kendala
operasi seperti :
1. Lapangan terbang yang terlalu sempit. Yang semula kendalanya adalah
angkutan namun begitu banyaknya bantuan angkutan dari Negara lain yang
mengakibatkan kapasitas lapangan terbang tidak mencukupi. Untuk
mengatasi kepadatan tersebut beberapa lapangan terbang di aktifkan
seperti lapangan terbang Malikullsaleh di Lhokseumawe dan sabang.

2. Kemampuan ATC (air Trafic Controler) yang terbatas karena selama
ini menerima 150 penerbangan setiap hari dan akibat bencana ini trafic
penebangan saat ini diatas 300 penerbangan setiap hari.

3. Kondisi terakhir tidak terlepas dari kondisi keamanan dimana masih
sering terjadi baku tembak pasca bencana alam

4. Aktivitas GAM dimana pada saat bencana ini mendapat dorongan
makanan hal ini dikarenakan pengungsi yang tersebar dimana-mana.
Lokasi bencana di sepanjang pantai timur mulai dari Langsa hingga
Banda Aceh dan di Pantai Barat mulai Lamno hingga Tapaktuan dan di
Pulau Simeulue ada 20.000 pengungsi
Tugas Ketua Pelaksana lapangan yang dalam hal ini Pangdam BB :

1. Melakukan Penyelamatan
2. Melakukan Rehabilitasi Awal dalam hal ini targetnya sekitar 3 bulan
Target tahap I (Selamatkan korban dari lokasi bencana) adalah 1 bulan.

Kegiatan operasi dibagi 4 :
A. Evakuasi
B. Distribusi makanan
C. Relokasi
D. Hospitalisasi

Untuk Evakuasi yang menjadi prioritas utama adalah :
-dalam keadaan sakit
-Jenazah dan saat ini sudah di Evakuasi lebih 51.000 jenazah
Dan untuk ini juga masih dibutuhkan operator alat berat untuk
mengoperasikan alat-alat berat yang sudah tiba sebagai bantuan.

Kegiatan Distribusi makanan megandalkan relawan dan ada kendala selama
ini seperti relawan yang unskill yang jumlahnya jauh lebih banyak dan
lebing banyak menganggur dari pada membantu disamping itu ada juga
relawan yang hanya mencari-cari kesalahan pemerintah. Untuk
antisipasinya akan dilakukan seleksi kepada relawan.
Untuk kebutuhan pulau Simeulue telah disiapkan Gudang-gudang di
Singkil dan ada kapal reguler 3 kali seminggu sedangkan ke Aceh barat
daya dilakukan dengan jalan darat. Saat ini hubungan jalan darat
medan- Meulaboh telah pulih dimana kapasitas jembatan maksimum 20 ton.
Dorongan logistik per 20 hari sekali dengan titik berat pada jumlah
pengungsi.
Floating Ware house disiapkan dengan memanfaatkan KM Jatra 3 dan Untuk
daerah Calang sudah dapat didaratai kapal LST (Landed Ship Tank)

Kegiatan hospitalisasi dilakukan dengan :
- Reenforcement yaitu refungsionalisasi sarana kesehatan dengan
prioritas memfungsikan kembali rumah sakit
- Relokasi Temporer di pengungsian
- Relokasi permanen oaling lambat 5 tahun
Beberapa titik relokasi yaitu
Titik pertama di Aceh Timut, Idie , Bireuen, Samalanga, Sigli (2
titik) dan Meulaboh ada 4 lokasi kemudian di Simeulue.

Kemudian Gubernur Sumatera Utara menambahkan
Tugas Pokok Posko masih dalam tahap penyelamatan (dua minggu)
kemudian pada tahap 2 (pastikan korban bertahan hidup) selama 4 minggu
dengan memastikan :
- Cukup makanan
- Cukup obat-obatan.

Selanjutnya Wakil Gubernur Nangroe Aceh darusalam menginformasikan
Pendidikan di NAD direncanakan aktif kembali tanggal 26 Januari 2005
hanya saja kendalanya :
ada 426 sekolah hancur dan beberapa sekolah digunakan oleh pengungsi
Kendala lain adalah pemulihan pemerintahan sebab pada apel awal
januari hanya ada 70 orang yang mengikuti apel dan ada 600 PNS tewas.

Demikian garis besar rapat koordinasi kemarin walau tak semua di catat
disini seperti permintaan Gubernur Sumatera Utara akan adanya pejabat
senior setingkat menteri yang harus tetap standby di Medan mengingat
banyaknya Menteri luar negeri atau diplomat asing yang berkunjung ke
Medan saat ini.

Salam dari Medan

Zulkarman Syafrin




==================================================
- Kunjungi [ http://medan.linux.or.id/ ]
   webserver didukung oleh PT. Media Antar Nusa 
   http://www.nusa.net.id/

- Untuk keluar dari milis ini silahkan kirim ke:
   [EMAIL PROTECTED]
==================================================
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/medan-linux/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke