Menyatukan Ilmu dan Amal 
Oleh : KH Didin Hafidhuddin 

Dalam sebuah hadis riwayat Abul Hasan dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW 
bersabda, ''Pelajarilah oleh kamu sekalian berbagai ilmu pengetahuan yang 
kalian kehendaki, maka demi Allah SWT kalian tidak akan pernah mendapatkan 
pahala hanya semata-mata mengumpulkan dan memperbanyak ilmu pengetahuan saja, 
tanpa ada keinginan untuk mengamalkannya.''
    Salah satu keistimewaan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya, adalah 
manusia memiliki kemampuan untuk memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan. 
Bahkan diangkatnya manusia sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi ini pun 
karena potensi keilmuannya yang secara umum akan selalu terdapat pada setiap 
manusia.
  Manusia dengan ilmu adalah dua hal yang akan selalu terkait. Artinya 
eksistensi dan keberadaan manusia, bahkan juga kebaikannya akan sangat 
ditentukan oleh kemampuannya untuk berinteraksi dengan ilmu pengetahuan. Dalam 
sebuah hadis riwayat Imam Thabrani dari Abi Darda, Rasulullah SAW bersabda, 
''Pengajar dan pencari ilmu berserikat dalam kebaikan, sedangkan yang lainnya 
tidak ada kebaikan baginya.''
  Yang perlu disadari bersama adalah bahwa kebaikan yang terkait dengan ilmu 
pengetahuan itu muncul manakala ada upaya yang sungguh-sungguh dari setiap 
orang yang berilmu untuk mengamalkannya ilmunya. Penerapan ilmu itu akan 
memberi nilai yang berarti bagi kehidupan masyarakat. Hadis yang disebutkan 
pertama dalam tulisan ini memberi penegasan yang sangat jelas, betapa 
sia-sianya jika ilmu yang dimiliki manusia itu tidak diamalkan. Sebaliknya, 
pahala dari Allah SWT akan turun kepada orang-orang yang mengamalkan ilmunya 
untuk kebaikan.
  Nilai lebih dari ilmu pengetahuan dibandingkan dengan harta, jabatan maupun 
yang lainnya, adalah terletak pada pengamalannya. Semakin banyak amal yang 
dilahirkan dari suatu ilmu, maka akan semakin tinggi nilainya. Sebaliknya, 
sebanyak apapun pengetahuan yang dimiliki seseorang jika tidak melahirkan 
amaliah, maka akan dirasakan kurang manfaatnya. Ilmu juga akan menjaga manusia 
yang mengamalkannya, sedang harta harus dijaga oleh manusia yang memilikinya.
  Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW menyatakan bahwa di 
antara empat pertanyaan mendasar yang akan ditanyakan kepada setiap manusia 
kelak di kemudian hari adalah ilmu pengetahuan yang dimiliki itu diamalkan 
untuk apa. Nilai baik akan diperoleh mereka yang menggunakan ilmunya untuk amal 
kebaikan.
  Karena itu, upaya serius dan sungguh-sungguh dari setiap pendidik, pengajar, 
maupun institusi pendidikan untuk mengintegrasikan (menyatukan) ilmu dengan 
amal merupakan sebuah keniscayaan. Dengan proses penyatuan tersebut, bakal 
semakin banyak ilmuwan-ilmuwan yang lahir yang keberadaannya dirasakan dan 
dimanfaatkan oleh masyarakat serta bangsa secara luas. Wallahu a'lam bi 
ash-ashawab. Republika : Sabtu, 10 Desember 2005




Yathie 
(hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali kepada 
niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik pula.....Amien)

                        
---------------------------------
Yahoo! Shopping
 Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke