Dari www.syariahonline.com <http://www.syariahonline.com/> , mudah2an
bermanfaat.
Ziarah Ke Makam Orang Shalih
Assalamualaikum...wr.wb pak ustadz....saya adalah seorang wiraswasta dan
waktu itu saya pernah ziarah ke salah satu makam yang ada dicirebon dan
disana itu kata juru kunci makam, kita kirimkan doa buat yang dimakamkan
disana setelah itu kita minta supaya yang dimakamkan itu meminta kepada
allah swt supaya apa yang menjadi keinginan kita supaya di kabulkan yang
saya ingin tanyakankan betul tidak seorang wali yang sudah meninggal itu
dapat mendoakan kita....
Ary
Jl.matraman Raya
2004-01-29 17:13:21
Jawaban:
Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin,
wa ba`du,
Hukum ziarah ke kubur itu jelas dianjurkan dalam Islam. Karena didalamnya
terkandung pesan agar kita ingat bahwa sebentar lagi kita pun akan ada di
dalamnya. Dan semua orang pastilah akan menjadi penghuninya, cepat atau
lambat.
Meski ziarah kubur ini dahulu pernah dilarang, namun Rasulullah SAW kemudian
menasakh pelarangan itu dengan sabda beliau :
Dari Buraidah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Dahulu aku melarang kalian
berziarah kubur, sekarang silahkan berziarah" (HR. Muslim 2/672)
.
Dan di dalam rangka berziarah kubur itu, kita disunnahkan untuk berdoa,
yakni mendoakan mayit yang ada di kubur itu. Dan sebagai makhluq yang sudah
mati, tentu doanya bukan minta fasilitas kehidupan seperti punya anak, istri
cantik, duit banyak, lulus ujian, diterima pekerjaan, dagangan laku atau
terpilih jadi anggota legislatif. Mereka sudah tidak butuh semua itu di alam
barzakh. Yang mereka butuhkan adalah keringan dari siksa kubur dan pahala
yang akan membuat mereka bisa masuk surga.
Untuk itu maka Rasulullah SAW mengajarkan bila kita berziarah kubur untuk
mendoakan mayat dengan lafaz
Dari 'Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW: "Bagaimana pendapatmu
kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur ? Rasul SAW menjawab, "Ucapkan:
(salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu'min maupun
muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan
generasi mendatang dan sesungguhnya -insya Allah- kami pasti menyusul) (HR
Muslim).
Dari Ustman bin 'Affan ra berkata:" Adalah Nabi SAW apabila selesai
menguburkan mayyit beliau beridiri lalu bersabda:" mohonkan ampun untuk
saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang
ditanya" (HR Abu Dawud)
Namun keyakinan bahwa orang yang sudah mati itu lantas berdoa juga kepada
Allah SWT untuk kebaikan kita, maka ada yang salah dalam memahaminya. Selain
itu, menziarahi makam para wali itu harus dicermati dengan pemahaman akidah
yang benar. Misalnya antar lain :
1. Bahwa orang yang sudah mati itu tidak bisa berdoa demi keselamatan
dirinya sendiri, bahkan sibuk mengharapkan kiriman pahala bantuan dari orang
yang masih hidup. Lalu bagaimana pula dia berdoa untuk keselamatan orang
lain ?
2. Bahwa kita dibolehkan meminta untuk didoakan oleh orang yang
shaleh dan dekat hubungan dengan Allah SWT. Namun bila orang shalih itu
sudah wafat, tentu saja sudah lain lagi urusannya. Sebab mereka yang sudah
mati sudah tidak lagi berurusan dengan yang masih hidup.
3. Bahwa meminta kepada mendoakan orang yang sudah wafat agar ruh
orang mati itu mendoakan kita bukanlah sesuatu yang diajarkan oleh
Rasulullah SAW. Dan pada prakteknya, justru hal itu sangat sulit dibedakan
dengan meminta kepada ruh orang mati. Minta istri, lulus ujian, dagangan
laku, naik jabatan, terpilih jadi wakil rakyat dan seterusnya. Tentu saja
meminta kepada selain Allah SWT adalah syirik yang harus dihilangkan.
4. Dan sebenarnya, para wali yang diziarahi itu dulunya bukanlah
tokoh sakti mandraguna yang punya sekian jenis ajian ghaib. Mereka itu
adalah para pemimpin wilayah negeri Islam dalam sistem hukum negara Islam
Demak. Istilah 'wali' yang disematkan kepada mereka bukanlah waliyullah yang
umumnya dinisbatkan kepada orang ahli ibadat dan punya keistimewaan ini dan
itu. Namun makna wali adalah pemimpin sebuah wilayah secara hukum dan
administratif. Barangkali sekarang ini seperti gubernur. Hanya saja sistem
hukumnya adalah hukum Islam. Itulah yang dikatakan para sejarawan tentang
para wali songo itu.
5. Sedangkan cerita yang beredar di tengah masyarakat itu sebenarnya
tidak pernah bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya secara ilmiyah. Dan
alangkah naifnya bila sosok para pemimpin Islam dan penyebar Islam di tanah
Jawa itu disamakan dengan tokoh dunia persilatan yang bisa terbang,
menghilang, bisa membuat hal ghaib dan sejenisnya. Sungguh sebuah pemahaman
keliru yang disengaja oleh pihak yang ingin mencoreng nama baik Islam.
Untuk itu cukuplah hadits Rasulullah SAW melarang kita melakukan praktek
peribadatan di area makam orang shalih berikut ini :
Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW telah melaknat orang-orang yang
kerjanya ziarah kubur, orang yang menjadikan kuburan itu masjid dan
meletakkan lampu di atasnya". (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasai, Tirmizay, Ibnu
Hibban dll).
Wallahu a`lam bishshowab.
Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
[Non-text portions of this message have been removed]
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/