Rekan Ambon,
  Sekedar catatan. Memang penelitian Robert Pape menunjukkan bahwa bom bunuh 
diri justru lebih banyak dilakukan kelompok non-fundamentalis Islam, Macan 
Tamil menempati posisi teratas. Artinya bom bunuh diri juga terkait motif lain, 
khususnya nasionalisme. Namun ini juga tidak menjelaskan seluruhnya, misalnya 
fenomena Al Qaeda yang sudah transnasional, kalau Bassam Tibi mengatakan sudah 
terjadi "universalisasi" (mungkin lebih tepat internasionalisasi). Setahu saya, 
dan mudah2an saya yg salah, Pape tdk menyebut Irlandia, Jepang, dst, bahkan ia 
tidak memasukkan Korea Utara sbg varian penelitiannya. Penelitian Pape sangat 
membantu meski tidak hendak menjawab "bagaimana" bom bunuh diri itu terjadi. 
Imam Samudra cs juga harus dijelaskan dg cara berbeda, juga misalnya dg fakta 
bahwa pembom WTC (15 dari 19) adalah orang Arab Saudi, sebuah negara kaya dan 
berpendidikan tinggi.Yang jelas buru2 mengaitkan bom  bunuh diri dg Islam tentu 
keliru,karena islamisme terkait erat dg proyek
 pencerahan Barat, bukan dg doktrin Islam. Namun terburu-buru menampik fakta 
bahwa motif agama berpengaruh, dlm kadar tertentu, jg simplistis. Mungkin perlu 
diteliti lebih lanjut krn varible dan masalah sudah berkelindan dan butuh 
uraian2 objektif dan jujur, setidaknya refleksi-internal bagi semua pihak.
   
  pras

Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              REFLEKSI: MungkinProfessor Pranowo ini memang professor sulap 
lidah. Beliau mengatakan  bahwa "bom bunuh diri juga dilakukan oleh para 
pejuang Irlandia Utara (Orange Volunteers), Tentara Pembebasan Nasional 
Kolumbia, Brigade Merah (Itali), Tentara Merah (Jepang). Kemudian dibumbui 
dengan: "Penelitian ilmiah menunjukkan, bom bunuh diri lebih banyak dilakukan 
oleh penganut ideologi marxis".  
   
  Masyallah professor!  Grup-grup yang  Anda sebutkan diatas ini tidak 
melakukan bom bunuh diri seperti sekarang ini, oleh karena a) selama existensi 
mereka tidak dilakukan bom bunuh diri, b) bagi mereka  ini keselamatan kader 
organisasi mempunyai prioritas tinggi, sebab mereka sadar bahwa mengarap 
seorang anggota sangatjauh lebih sulit dari pada mencari pacar. 
   
  Beginikah mutu kejujuran intelektual Indonesia pada lembaga pendidikan 
berafiliasi dengan agama? . 
   
  http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=271804&kat_id=16
  Rabu, 15 Nopember 2006

   
  




      Recent Activity
    
      41
  New Members

Visit Your Group 
  SPONSORED LINKS
      
   Business finances  
   Business finance online  
   Business finance training  
   Business finance course  
   Business finance schools

      Free Blogging
  Y! Web Hosting
  Share your views
  with the world.

    New business?
  Get new customers.
  List your web site
  in Yahoo! Search.

    Yahoo! Groups
  Start a group
  in 3 easy steps.
  Connect with others.



  .

 
         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke