Benar Sekali.....................!!! Saya sangat Setuju dengan Pernyataan ini 
!!!
   
  Tapi saya berharap, bhw sdri. Fitri tidak berniat dan tidak sengaja melakukan 
perbuatan itu !!!

Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Saya kira,  kalau orang yang melakukan kejahatan dibolehkan 
berteriak Allahu Akbar untuk membenarkan tindakan kriminalnya, berarti bisa 
saja dalam doa dimohon kepada Kuasa yang Mahatinggi untuk  menghukum si A atau 
B  ke dalam neraka.
   
    ----- Original Message ----- 
  From: Ki Sapujagad Bhanwargupa 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, November 16, 2006 10:37 AM
  Subject: Re: [mediacare] Nyonya Muskitawati, bertobatlah!atau neraka jahanam 
balasannya!
  

      To Sdri Fitri,
   
  Doa kok isinya, "Nyumpahin Orang supaya masuk Neraka"
  Apakah Doa semacam itu ada didalam ajaran Islam ? Tolong tunjukkan ayatnya?
  Mohon lampu penerangannya,
   
  Thanks

fitri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Pak Fadli kaban,
  saya setuju pendapat bapak mengenai Ny. Muskitawati..karena waktu itu saya 
sempat ribut dengan dia karena beberapa postingnya yang berbau agama dan 
menjelek kan islam dengan notabene dia bilang seorang umat muslim...dan saya 
pernah posting ke moderator beberapa milis untuk mereject semua posting dari 
dia, karena saya yakin dia mempunyai misi tertentu untuk memfitnah Islam karena 
bukan saja di mediacare tp dia posting ke banyak milis..saran saya agar 
moderator media care me reject semua posting dari dia..saya yakin dia non 
muslim dan mempunyai misi memfitnah Islam. 
  Saya berdoa agar Allah SWT membalas semua perbuatannya dan memasukan kafir 
ini kedalam neraka jahanam.
  Terima kasih.
   
   
    ----- Original Message ----- 
  From: Fadli Kaban 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, November 15, 2006 12:15 AM
  Subject: Re: [mediacare] Re: Saran untuk Nyonya Muskitawati
  

      Mungkin juga saya dimaksud orang yang 'ribut' seperti di bilang Pak 
Danny. Logikanya begini Pak, saya orang yang beragama, agama saya jadikan 
panutan hidup, Nabi Muhammad saya jadikan sebagai suri tauladan, dan terakhir, 
saya juga mempelajari agama saya sebaik-baiknya. Saya tidak menemukan kesalahan 
di dalam agama saya. Bahkan apabila di masukkan dalam sistem sehari2. Saya juga 
sama seperti Gusdur, dan beberapa ulama yang saya kagumi, menolak apabila 
syari'at dijadikan hukum formal negara ini dan saya juga merasa bahwa demokrasi 
sebenarnya juga merupakan hal yang diajarkan agama saya. Memang ada beberapa 
pihak atau golongan yang rada extrem, tapi banyak pula yang menyebarkan Islam 
dengan damai bukan? AA Gym contohnya.
   
  Sekarang bandingkan dengan pernyataan Ny Mus. Islam agama teroris? Islam 
agama Bising? Islam penuh kebohongan? Al-Quran yang mulia sudah dirubah isinya? 
Islam sebenarnya menganut sistem Matrilineal (Maaf kalau s alah penulisan 
karena saya mahasiswa teknik). Atas dasar apa? Mana bukti sejarahnya? Mana 
bukti yang menguatkan? Dengan BANGGA Ny Mus mengatakan bahwa buktinya telah 
dihancurkan. Lalu darimana dia membuat hipotesis itu? Apa dari dugaan? Atau 
hanya pandangan ibu semata? Kalau Ny Mus menyatakan sesuatu dan mengatakan 
bahwa buktinya sudah dihancurkan, maka datang dari mana pernyataan ibu? Ingat 
Bu, apabila anda sudah melemparkan sebuah opini atau pernyataan yang 
merendahkan orang atau golongan, ditambah ibu tidak bisa membuktikan (atau 
hanya mengambil kesimpulan dari sampel yang sangat kecil) maka opini atau 
pernyataan Ibu dapat digolongkan sebagai fitnah. Ny Mus mengaku bahwa dia 
adalah seorang ilmuwan (atau mungkin cara berpikir Ibu seperti ilmuwan), maka 
apabila
 ibu ingin membuat pernyataan, ibu tidak bisa mengambil sampel dari segolongan 
kecil dari objek yang ibu teliti. Apabila ibu ingin meneliti kelakuan Umat 
Islam, mengapa ibu hanya mengambil sampel dari Organisasi Islam Radikal (yang 
sejujurnya saya juga tidak begitu suka kelakuannya)? Bukankah ada Daarut Tauhid 
pimpinan AA Gym yang begitu santun? Bukankah ada NU pimpinan Gusdur yang sangat 
toleran dengan Umat beragama di Indonesia?
   
  Mungkin kata2 saya cuma dianggap angin lalu, tapi cobalah untuk berpikir. 
Buat apa kita menjelek2kan orang lain sedangkan diri kita belum tentu benar? 
Bukankah lebih baik kita saling introspeksi diri. Mengapa kita tidak bisa (atau 
mungkin tidak mau?) menciptakan iklim yang damai? Bukankah damai itu indah? 
Apabila ada segelintir golongan yang berusaha merusak kedamaian itu, bukankah 
jadi tugas kita untuk mencegahnya? Jangan menghakimi sesuatu apabila kita hanya 
melihat sedikit kejelekkannya. Sama juga, apabila ada Golongan Islam yang 
radikal, bukankah ada juga Golongan Islam yang damai? Jadi mengapa hanya karena 
ada segelintir orang yang bertindak tidak benar, maka kita harus menjelek2kan 
kaumnya? Contoh kecil, dalam kampung A ada seorang pencuri dan dia tertangkap 
basah mencuri di kampung C yang letaknya sangat berjauhan dari kampung A. Maka, 
benarkah apabila kita mengatakan bahwa kampung A adalah kampung maling? Anda 
tentu bisa menjawab hal itu sendiri.
   
  Peace, Love , And Honesty
   
   
  
IrwanK juga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Pak Danny,

Saya salah seorang yang mungkin anda maksud 'ribut melulu'..
Tapi saya bisa jamin, saya gak main pentungan/parang/bom sebagai bahasa 
saya.. Dan saya kira anda sudah paham alasan saya 'meributkan' (meminjam 
istilah anda) si mus ini.. Hanya saja mungkin ada kalangan yang tidak senang
kalau saya merespon si mus dengan cara seperti itu.. 

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

  On 11/13/06, Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:             Saya mendukung 
Rexy Mawardi,

SARA di Belanda dibicarakan open se open-opennya, via koran, radio, 
TV, di kampus, di tempat pekerjaan dll. Kalau ngga percaya tanya 
James. Karena open, maka terjadi interaksi positif sesama golongan 
masyarakat. Yang ribut melulu ada juga, yaitu mereka-mereka yang 
memang dasarnya radikal. Kelompok ini mau diapakan juga tetap tidak 
mengenal damai, pentungan/parang/bom adalah bahasa mereka. Saya 
lihat di Media Care juga ada segelintir pikiran radikal, namun 
mayoritasnya moderat kok dus bisa mencerna email-email Mustikawati 
tanpa adrenaline. Saya sendiri senang membaca email-email 
Mustikawati.

Yang dilarang mas Radityo mungkin perdebatan DOGMA AGAMA. Nah 
seperti telah saya katakan berulang kali, dogma agama memang TIDAK 
pantas diperdebatkan. Agamamu untukmu, agamaku untukku. Jadi bukan 
cuma di milis Media Care, di milis Zamanku pun perdebatan dogma 
agama tidak akan menghasilkan apa-apa.

Salam hangat, Danny Lim, Nederland

--- In [EMAIL PROTECTED], rexy mawardi <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> 
> Saya tidak sependapat dengan Sdr Radityo. Biarlah,
> kalau kita ingin iklim bebas berbicara, Nyonya
> Mustikawati tetap diijinkan di milis ini. Cukup banyak
> aggota milis ini merasa didewasakan justru dengan
> informasi atau mungkin oleh pihak yg tidak sependapat
> disebut provokasi beliau.Kekurangan besar dalam
> kehidupan beragama di Indonesia terletak pada
> kurangnya iman kita dibenturkan dengan berbagai
> argumentasi yang kontra sehingga kita merasa "adhem
> ayem". Kehadiran Nyonya Mustikawati justru ditunggu
> oleh mereka yang ingin kehidupan agamanya matang dan
> tertantang.Bagi orang media, tetap saja masukan beliau
> ada gunanya.
> 
> 
> 
> 
> 
> --- radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> 
> > Sekadar saran untuk Nyonya Muskitawati. Mengingat
> > begitu banyaknya postingan Anda mengalir me
> > MEDIACARE, namun sayangnya, sebagian besar tidak
> > bisa kami approve karena amat kental bernuansa
> > agama, dan juga forward-an dari milis lain.
> > 
> > Untuk itu Anda kami sarankan untuk memposting ke
> > milis ZAMANKU, dimana diskusi tentang agama bisa
> > lebih bebas karena sesuai misi dan visi milis. Kirim
> > ke: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > Sepertinya email Anda terdaftar disana.
> > 
> > Saran lainnya, kenapa Anda tidak bikin weblog
> > juga? Opini Anda pasti akan lebih banyak diakses
> > secara meluas, dibandingkan hanya diposting ke
> > milis-milis.
> > 
> > 
> > Sekian dan terima kasih.
> > 
> > salam,
> > 
> > rd 






  



    
---------------------------------
  Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.   



  



    
---------------------------------
  Sponsored Link

Mortgage rates as low as 4.625% - $150,000 loan for $579 a month. Intro-*Terms  
 

    
---------------------------------
    
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.409 / Virus Database: 268.14.6/535 - Release Date: 11/15/2006
  

         

 
---------------------------------
Sponsored Link

   Don't quit your job  - take classes online and earn your degree in 1 year. 
Start Today

Kirim email ke