ADA BIMBO DI HUT  KABUPATEN SUMBAWA BARAT 
  Catatan perjalanan oleh abdul malik
   
  Perayaan hari lahir ke 3 Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) nampaknya akan 
diadakan secara meriah. Kelompok vokal asal Bandung, BIMBO akan menghibur 
masyarakat Taliwang dan sekitarnya pada Senin, 20 Nopember 2006 di alun-alun 
KSB di Kecamatan Taliwang.
  Sehari sebelumnya akan diadakan pentas kolosal oleh Teater Total dengan tema 
“Nuansa KSB Bumi Penuh Rahmat Tuhan” di alun-alun KSB pada pukul 20.00 wita.
  Mustakim Biawan sutradara pementasan tersebut di rumah makan Totang Rasa, 
Taliwang, Kamis siang (9/11), mengatakan bahwa nantinya pementasan akan 
didukung lebih dari 100 seniman KSB dengan mengambil tema sentral “Berbeda Itu 
Indah”.
  Musbiawan, panggilan akrab mantan Kepala Taman Budaya Nusa Tenggara Barat 
tersebut menjamin bahwa pentas kolosal nantinya bebas dari titipan dan sponsor 
yang biasa dilakukan pejabat saat menggelar ulang tahun.
   
  Datanglah ke kecamatan Taliwang yang menjadi ibukota KSB. Disana sini akan 
tampak pembangunan yang pesat dan kadang membuat kita geleng kepala. Jumat 
siang (10/11) terlihat sejumlah pekerja sedang mengerjakan gedung DPRD yang 
menelan biaya 7 milyar, sementara jumlah anggota dewan di KSB hanya 20 orang. 
  Di sudut yang lain gedung kabupaten KSB sedang dikebut termasuk fasilitas 
helipad. Di seberangnya  ada guest house dengan kapasitas 600 kamar.Begitulah 
geliat Taliwang yang kalau mau jujur diakui karena keberadaan PT Newmont Nusa 
Tenggara (NNT).
  PT NNT  tahun 2005 membayar Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp 9.063.178.522 
kepada Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Kabupaten Sumbawa Barat. Hal 
ini diungkapkan Bapak Malik Salim, Senior Manajer Hubungan Eksternal PT NNT, 
Sabtu malam, (11/11) di Hotel Lombok Raya, Mataram. Di luar kewajiban tersebut 
, PT NNT setiap tahun juga mengeluarkan sekitar dua puluh miliar rupiah untuk 
pengembangan masyarakat dan bantuan sosial. (Buletin Suara Batu Hijau, Edisi 
Masyarakat, No.10/Nopember 2005).
   
  Max Arifin,70, budayawan kelahiran Alas, Sumbawa Besar, menyempatkan diri 
mengunjungi Taliwang sebagai bagian dari agenda pulang kampung yang disponsori 
PT Newmont Nusa Tenggara.”Ada banyak perubahan di Taliwang semenjak saya 
mengajar di SMI (Sekolah Menegah Islam, setingkat SMP) Taliwang sekitar empat 
puluh tahun lalu.”. Saat mengajar di Taliwang selama tiga tahun tersebut, Pak 
Max, apnggilan akrabnya  mempunyai kelompok musik.”Saya bagian main biola dan 
gitar”. Salah satu anggotanya yang masih hidup adalah Bapak H.Lalu Muhadli, 
ayahanda Bupati Taliwang saat ini, K.H.Zulkifli Muhadli, SH, MM.
  Tinggal di  rumah yang asri di Jl.Mawar, Pak Muhadli menerima kehadiran kami 
dengan ramah, Jumat (10/11). Setelah makan siang, kami mengunjungi Pondok 
Pesantren Al Ikhlas di Jl.Pondok Pesantren 112.Di lahan seluas lima hektar 
dengan pemandangan bukit yang indah berdiri juga Universitas Cordova. Baik 
Pondok Pesantren maupun Universitas Cordova dikelola oleh Bapak K.H.Zulkifli 
Muhadli, SH MM.
  Sebagai alumni Pondok Pesantren Gontor di  Ponorogo, Pak Zulkifli menerapkan 
metode pendidikan  Ponpes Gontor pada Pondok Pesantren Al Ikhlas yang 
dikelolanya.
  Nama Cordova diambil dari nama sebuah kota di Spanyol yang pernah menjadi 
pusat kejayaan peradaban Islam dan pengembangan iptek pada abad X-XI. 
Diharapkan nama Cordova dapat menjadi sugesti dan pemompa semangat perjuangan 
bagi pimpinan dan staf Undova dalam memberikan pelayanan jasa pendidikan tinggi 
kepada masyarakat.
  Undova pada tahun ajaran 2005/2006 memiliki 214 mahasiswa yang tersebar pada 
5 Program studi yaitu: Ekonomi Islam, Teknik Informatika, Teknik Pertambangan, 
Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Inggris dan Ilmu administrasi 
Pemerintahan.
  Saya teringat kepada Bapak Machmoed Zain, mantan Bupati Mojokerto di Jawa 
Timur, yang begitu mengagumi kejayaan Majapahit , sehingga nama universitas 
yang  didirikan saat masih menjabat sebagai bupati pun mencantumkan Majapahit: 
Universitas Islam Majapahit (UNIM). Sampai hari ini masih berdiri cukup megah 
di Jl.Raya Jabon Kabupaten Mojokerto, dengan arsitektur bernuansa Majapahit.
   
  Di ruang tamu yang semilir oleh angin ,siang itu Ibu Bupati didampingi putra 
sulung dan salah satu kerabat, menerima kedatangan Pak Max Arifin dan tim, 
sementara Bapak Bupati sedang berada di Jakarta untuk tugas kedinasan.
  Selanjutnya Pak Max menceritakan tentang bagaimana ‘menemukan’ salah satu 
sahabat lamanya, H.Lalu Muhadli.”Saat itu  saya sedang sakit di RS SidoWaras, 
Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Ada anak muda yang mengenalkan diri bahwa 
istrinya berasal dari Sumbawa, dan memiliki nomor telepon H.Lalu Muhadli.”. 
Begitu gembiranya, dari kamar RS Sido Waras, Pak Max langsung mengontak sahabat 
lamanya lewat ponsel. Dan kontak selanjutnya berlangsung sampai hari ini.
   
  Pak Max menyerahkan cinderamata perahu Majapahit yang dimasukkan dalam botol 
dengan tulisan berupa lawas :Kudatang jango desa/Nonda kaling kubawa/Salamat 
gama parana/, dua buku terjemahan Pak Max masing-masing My Life in Art karya 
Konstantin Stanislavsky, Ledakan dan Bom- biografi Antonin Artaud dan  buku 
Kabupaten Mojokerto Menuju Masa Depan, yang diterima  Ibu Bupati.
  Sementara Ibu Bupati menyerahkan sebotol madu khas Sumbawa.
   
  Menjelang pukul tiga sore, Pak Max dan tim pamit dan melanjutkan perjalanan 
kembali ke Hotel Trophy di Maluk.
   
   
   
  Salah satu ‘hadiah’ bagi ulang tahun Kabupaten Sumbawa Barat yang ke 3 
tanggal 20 Nopember 2006 adalah perubahan status desa Maluk yang berpenduduk  
tujuh ribu jiwa menjadi kecamatan.
  Dalam beberapa kesempatan, saya mendengar tentang berita korupsi, ijazah SD 
Bupati Taliwang yang dipertanyakan  keabsahannya, rencana Bupati menggelar  
seribu spanduk untuk masuk MURI dengan tulisan yang  provokativ “Mari kita 
rebut tiga persen saham PT Newmnont untuk KSB”, dana lima ratus juta yang 
digulirkan PT Newmont Nusa Tenggara kepada Pemkab KSB untuk proyek jalan 
menguap tanpa realisasi kongkrit.
  Kembali saya teringat kepada sahabat email saya: Arif Hidayat. Pemuda 
kelahiran Alas, Sumbawa Besar tersebut adalah  redaksi Sumbawanews, dan saat 
ini menjadi ketua panitia Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember nanti.Dalam 
salah satu kesempatan dari Hotel Trophy di Maluk, Rabu (8/11) saya sempat 
bertanya via ponsel kenapa tidak membuat liputan khusus berkaitan isu korupsi 
yang begitu santer di KSB.
  “Tak ada informasi dan data yang masuk,” kata Arif yang juga aktif dalam 
Masyarakat Transparansi Indonesia dan Tiga Pilar Kemitraan..Rasanya benar juga 
informasi dari  sebuah lembaga dunia  yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan 
salah satu negara terkorup di dunia. Bahkan penyair Taufiq Ismail memberi judul 
antologi puisinya :Malu Aku Jadi Orang Indonesia……………………………………………………………….. 
   
  (abdul malik, email:[EMAIL PROTECTED])
   
   
   
   
   
   
   

 
---------------------------------
Sponsored Link

Mortgage rates near 39yr lows. $510,000 Mortgage for $1,698/mo -   Calculate 
new house payment

Kirim email ke