Bung Dimas,

1. Catatan pribadi di Kompas pasti banyak. Sebab saya kerja di Kompas dari 1988 
- 1995 (7 tahun jelas bukan sebentar). Saya bersyukur bisa belajar dari banyak 
guru jurnalistik saya di Kompas: Pak Jakob Oetama, Mas Widodo, RB Sugiantoro, 
August Parengkuan, Luwi Ishwara, Ninok Leksono, Budiarto Shambazy, Rikard 
Bagun, Efix Mulyadi, dll (terlalu banyak untuk disebutkan satu-persatu). 

Saya besar dan tumbuh di Kompas, karena waktu itu masih ada ruang kreasi yang 
terbuka, khususnya ketika menjadi wartawan spesialis Timur Tengah dan pernah 
meliput langsung di Palestina, Israel, Libya, Irak (Perang Teluk 1991 di 
Baghdad), Iran, Mesir, Yordania, Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Slovenia, Rusia, 
Jerman, Austria, India, SriLanka, Jepang, Amerika, dll.

2. Wajar dong, ngelamar kerjaan menyebut pernah kerja di Kompas. Itu kan bagian 
dari "Pengalaman Kerja." Sama si pewawancara pasti juga ditanya, "Anda punya 
pengalaman apa? Sebelum ngelamar ke sini, Anda dulu kerja di mana?"

3. Saya sebelum ngelamar ke TransTV (dan diterima di sana), saya pernah 
menelepon Bung Nugroho F. Yudho, mantan rekan sekerja di Kompas yang lalu 
ditempatkan sebagai pimpinan di TV7, dan bertanya: "Apa masih ada lowongan di 
TV7?" Dia jawab: "Wah, nggak ada tuh, Rio." Karena dijawab begitu, ya sudah. 
Saya batal mengirim lamaran.

4. Soal kompensasi (bukan imbalan), itu terjadi setelah saya diminta (baca: 
ditekan keras) untuk mundur dari Kompas, setelah keterlibatan saya dalam 
aksi-aksi demontrasi menentang pembreidelan Tempo, DeTik dan Editor 1994. Juga 
aktivitas saya di SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) dan AJI (Aliansi 
Jurnalis Independen). 

Ini bukan salah Kompas dan saya paham posisi Kompas, yang terjepit oleh tekanan 
penguasa (baca: Menpen Harmoko, Dirjen PPG Subrata, pimpinan PWI semacam Sofyan 
Lubis, Tarman Azzam). Mereka tidak bisa membiarkan saya, yang dipandang 
"mbalelo" terhadap rezim Soeharto, untuk hidup tenang. 

Ketika ada rencana Kompas agar saya dimutasi (dibuang, didubeskan, atau apa 
saja deh istilahnya, pokoknya jauh dan tidak bikin huru-hara di Jakarta) 
sebagai koresponden ke Austria, oleh pihak Deppen disikapi sinis. Mereka 
bilang, "Wah, enak ya. Sudah membangkang kok malah dipromosikan ke luar 
negeri". Akhirnya, opsi ke Austria (ingat, saya waktu itu wartawan politik 
internasional) itu batal, dan saya harus hijrah dari Kompas.

Saya punya komitmen dengan Pak Jakob Oetama (CEO Grup Kompas-Gramedia) untuk 
tidak menyebut angka kompensasinya. Tapi cukuplah untuk hidup sekedarnya dan 
membeli sebuah Kijang Jantan Raiders second hand sekitar tahun 1995 (sebelum 
Krismon) + biaya menikah secara sederhana di rumah Depok II Tengah (Jabar), 
dengan seorang gadis lulusan IKIP Jkt asal Pariaman.

5. Soal kasus Bambang Wisudo dkk di Kompas sekarang, saya pikir lebih pas jika 
teman-teman Kompas sekarang yang menjawabnya, karena mereka pasti lebih tahu 
dari saya.



----- Original Message ----
From: dimastakha <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, November 17, 2006 6:29:06 PM
Subject: [mediacare] Re: Pemberangusan Serikat Pekerja di Harian Kompas !!!

Bung Satrio tentu punya catatan pribadi, tersendiri malah mengenai
Kompas. Beliau pernah bekerja di harian terbesar itu. Bahkan menurut
seorang rekan, setiap melamar pekerjaan pun berbagai atribut Kompas
selalu disertakan. (Apa benar bung, pernah melamar juga ke TV7 seblm
ke Trans?. Soal dulu keluar dari Kompas, mungkin imbalannya juga
lumayan ya pak?? he..he
Menurut seorang rekan di Kompas, mulai desember di sana memang terjadi
mutasi, rotasi dan alih tugas wartawan. istilah intern-nya "tour of
duty". Katanya, ada sekitar 35 nama wartawan yang digilir, dipindah
desk. Di Kompas memang biasa, seorang kepala desk menjadi wartawan
kembali, seorang redpel menjadi kepala atau wakil kepala desk atau
wartawan. Lain kali, seorang kepala biro jatim misalnya, bisa dipinda
ke sumbagut dst... 
Jadi tidak hanya teman-teman di Perkumpulan Karyawan Kompas (PKK) --
namanya ini, bukan Serikat Pekerja Harian Kompas-- yang dipindah.
Mungkin kebetulan ya kalau ada pengurus PKK ikut di daftar 35-an
wartawan lain? Entahlah apa yang terjadi dengan Mas Wisudo. Soalnya,
dua pengurus PKK katanya dengan senang hati dimutasi/promosi.
Alasannya, untuk penyegaran dan mencari pengalaman.. 

salam

dimas..

--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Satrio Arismunandar
<satrioarismunandar @...> wrote:
>
> From: bambang wisudo bambangwisudo@ ... (wartawan Harian Kompas)
> 
> Untuk kawan-kawan yang setia,
> 
> Saya bermaksud minta dukungan kawan-kawan terhadap kasus yang
menimpa diri saya selaku sekretaris Perkumpulan Karyawan Kompas,
serikat pekerja resmi di Harian Kompas.
> 
> Baru-baru ini kami pengurus berhasil memaksa perusahaan bernegosiasi
soal kejelasan kepemilikan saham kolektif karyawan Kompas. Kesepakatan
telah ditandatangani. Meski kami kehilangan saham, kami bisa
memperoleh jaminan untuk memperoleh deviden 20 persen. Tapi sebelum
kesepakatan dilaksanakan, minggu lalu muncul keputusan, empat orang
pengurus dimutasi. Saya akan dibuang ke Ambon.
> 
> Kawan-kawan tahu, bahwa ini pelanggaran serius terhadap UU Serikat
Pekerja. Pembuangan saya sebagai aktivis SP jelas dengan maksud
memberangus gerakan pekerja yang kami rintis sejak 1998. Menurut UU
itu, pelanggarannya dikategorikan sebagai tindakan pidana dengan
ancaman hukuman lima tahun penjara atau denda Rp 100 juta. Saya telah
memutuskan untuk melakukan perlawanan. Saya akan membawa kasus ini ke
pidana dan perdata. 
> 
> Berhubung usia saya yang sudah makin tua, tentu saja saya tidak bisa
melawan sendiri. Di tubuh intern Kompas, saya sulit memperoleh
solidaritas yang dinyatakan eksplisit. Mereka takut, termasuk sebagian
besar dari anggota AJI di sana yang jumlahnya sangat sedikit. Saya
minta tolong pada kawan-kawan untuk melakukan advokasi. Masalah ini
telah bicaraan dengan pengurus AJI Indonesia dan AJI Jakarta. Minggu
depan saya resmi membuat pengaduan. 
> 
> 
> Terima kasih
> 
> P Bambang Wisudo
> Koordinator Divisi Etik dan Profesi AJI
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Sponsored Link
> 
> Mortgage rates near 39yr lows. 
> $310k for $999/mo. Calculate new payment! 
> www.LowerMyBills. com/lre
>





 
____________________________________________________________________________________
Sponsored Link

Mortgage rates near 39yr lows. 
$510k for $1,698/mo. Calculate new payment! 
www.LowerMyBills.com/lre

Kirim email ke