Assalamu'alaikum wr wb
Pada tgl Senin, 13 Nov lalu, kakak saya, Suyat
Partini, bermaksud memeriksakan kandungannya yg sudah
menjelang kelahiran ke RSUD Batang Jawa Tengah. Oleh
dokter dikatakan, bahwa bila tgl 14 Nov bayi belum
lahir, harus diambil tindakan operasi caesar.

Pada tgl 14, pkl 09.00 pagi, kakak saya kembali ke RS,
dan perawat menempatkannya di ruang bersalin, sambil
menunggu kedatangan dokter. Namun tunggu punya tunggu,
hingga sekitar 12 jam kemudian, dokter dan tim operasi
belum muncul juga. Sekitar pukul 21.15, kepada
suaminya, Suyadi, yang menunggu diluar ruangan,
disampaikan kabar bahwa bayi meninggal dalam
kandungan. Inalillahi wa inailaihi rojiun. Tak lama
kemudian, sekitar pkl 21.30 disampaikan kabar lagi,
bahwa sang ibu menyusul bayinya menghadap Sang Khalik.
Dokter memang sempat datang ketika kakak saya sudah
dalam kondisi sakaratul maut. Tapi terlambat dan tak
banyak yang bisa dikerjakan. Inalillahi wa inailaihi
rojiun.

Kematian adalah takdir Allah, tapi takdir adalah ujung
dari segala usaha dan ihtiar. Apakah di RSUD Batang
tidak ada dokter lain? Mengapa RS tidak memberikan
rujukan ke RS lain bila pihaknya tidak siap? Mengapa
pasien harus merintih kesakitan sekian lama menunggu
ajal satu persatu? Akhirnya, malam itu juga jenasah
dibawa pulang oleh Suyadi. Sang anak, yang
diidam-idamkannya, masih berada dalam rahim ibunya
ketika dimakamkan keesokan paginya, 15 Nov. Inalillahi
wa inailaihi rojiun. Sungguh, saya mohon kepada pihak
terkait agar kasus ini diusut tuntas, karena duka ini
amat pedih dan menyakitkan kami. Sebagai orang kecil,
Suyadi tak tahu harus menuntut kemana.

Wassalamu'alaikum wr wb

Kami yang berduka
Suyadi
Kampung Petamanan, Desa Banyuputih RT04/03, Kec.
Limpung, Batang

Pengirim: [EMAIL PROTECTED]


 
____________________________________________________________________________________
Sponsored Link

Mortgage rates near 39yr lows. 
$510k for $1,698/mo. Calculate new payment! 
www.LowerMyBills.com/lre

Kirim email ke