Saya juga muak dengan kenyataan bahwa saat ini di Indonesia, dengan mudah kita menemukan buku-buku yang memuat gugatan terhadap agama di luar Islam. Saya muak karena pada saat yang sama, buku-buku yang menggugat Islam atau penafsiran Islam atau kritik terhadap Islam dilarang diedarkan. Saya rasa sebaiknya Indonesia mengambil sikap tegas: mendukung atau menetang kebebasan berpikir dan berpendapat?
ade armando Orang Islam seperti Wido ini sangat bangga kalau ada buku yang dianggap > menghina Islam ditarik dari peredaran. Apalagi kalau terjadi di > negara-negara Barat. Seperti kasus di Denmark ini. Akan lebih senang lagi > kalau penulis, penerbit dan penjualnya dibunuh sekalian. > > Gejala yang sama juga pada fenomena pindah agama. Golongan Islam jenis > ini akan murka sampai ke ubun-ubun kalau ada orang Islam yang pindah ke > agama lain, terutama Kristen -- yang seolah-olah sudah diidentikkan > dengan "musuh Islam." Orang Islam yang pindah agama ke Kristen harus mau > kembali ke Islam. Kalau tidak, pemurtad ini menjadi halal darahnya. > > Tetapi, coba kalau hal yang sama terjadi sebaliknya. Ada orang Kristen > pindah ke Islam. Wuuiiih, bangganya bukan main. Katanya, itulah bukti > kebenaran dan kehebatan Islam. Sampai-sampai ada buku yang berisi > kumpulan kesaksian orang-orang nonMuslim/Kristen yang pindah ke agama > Islam. Di dalam kesaksian-kesaksian tersebut juga berisi > kesaksian-kesaksian tentang keburukan-keburukan agama yang dianut > sebelumnya. > > Sikap yang sama dipertonton kepada kita dalam reaksinya melihat > pertumbuhan Islam yang katanya menurun. Tudingan pun dilontarkan kepada > "Kristenisasi." Yang harus segera dilawan (dengan kekerasan). Tetapi, > ketika ada berita, katanya ada terjadi peningkatan pemeluk Islam di > beberapa negara Barat. Disambut dengan senyum lebar dan tawa membahana. > Padahal berita itu tentu tidak benar, karena pertumbuhan itu terhjadi > disebabkan semakin banyaknya orang-orang Islam yang beremigrasi ke > negara-negara Barat, yang katanya kafir itu. > > Coba sekarang Anda ke toko buku Gunung Agung, dengan teramat mudah Anda > akan menemukan banyak buku yang menghujat ajaran-ajaran Kristen. Contoh > beberapa di antaranya: > > - READY OR NOT, JESUS IS NOT COMING dengan pengantar Hj Irena Handono; > - BUKTI-BUKTI KEPALSUAN ALKITAB; > - BIBLE PEMBAWA PETAKA (Dr. 'Ala' Abu Bakar / Pustaka Kautsar); > - AWAS, BAHAYA KRISTENISASI DI INDONESIA (Penerbit Bima Rodheta); > - KNIGHT OF TEMPLAR, KNIGHT OF CHRIST; > - KONSPIRASI BERBAHAYA BIARA SION MENJELANG ARMAGEDON; > - KETIKA ALKITAB DIPERTANYAKAN, > dan masih banyak lagi. > > Ada pula buku "The CHOISE, Dialog Islam-Kristen" yang sudah dicetak > puluhan kali. Di mana di dalamnya berisi pernyataan-pernyataan dan > opini-opini dari Ahmed Deedat, yang tentu saja pro Islam, dan sebaliknya > menyudutkan Kristen. tetapi ketika buku yang sejenis yang menulis dari > sisi pandang lain, tentang dialog Kristen-Islam (yang juga antara tokoh > Kristen dialog dengan Ahmed Deedat), di amna berisi kontra argumen dari > apa yang ditulis di "The Choise", langsung mendapat reaksi keras. Buku > dengan judul "Kebenaran Diungkapkan" dilarang beredar. Padahal buku itu > dicetak dengan sangat terbatas, hanya untuk kalangan Kristen sendiri. > > Salam > Lion > > > ----- Original Message ----- From: "RM Danardono HADINOTO" > <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Thursday, November 23, 2006 1:09 AM > Subject: [mediacare] Re: Di Denmark, Sebuah Buku Anti Islam Ditarik dari > Peredaran > > > >> Nahhh...inilah Eropa yang sekular. Mungkinkah buku penghinaan agama >> lain oleh umat Muslim ditarik di Indonesia? >> >> >> >> >> >> --- In [email protected], "Wido Q Supraha" <[EMAIL PROTECTED]> >> wrote: >>> >>> Di Denmark, Sebuah Buku Anti Islam Ditarik dari Peredaran >>> >>> Rabu, 22 Nov 06 16:42 WIB >>> > > > --------------------------------- > Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
