Sabtu Umanis, 25 Nopember 2006
Kultur
BALI POST
Karya Agung Penaweng Jagat Pengurip Bumi----
Persembahan untuk Keharmonisan Alam
Agama dan budaya bagi masyarakat (umat) Hindu di Bali sangat sulit untuk
memisahkannya. Setiap upacara agama terdapat unsur budaya yang tidak bisa
dipisahkan dan saling terkait. Tidak terkecuali dalam menyikapi fenomena alam
atau bencana, umat Hindu juga mengaitkan dengan upacara agama. Ketika hutan
rusak, umat Hindu menggelar upacara Karya Agung Wana Kretih. Kini, umat Hindu
di Tabanan menggelar upacara Karya Agung Penaweng Jagat Pengurip Bumi. Mengapa
upacara ini digelar?
---------------------------------------
Masyarakat di sembilan desa pakraman di Tabanan -- Wongaya Gede, Keloncing,
Bengkel, Sandan, Amplas, Batukambing, Penganggahan, Tengkudak -- bersuka cita
menyambut karya agung yang digelar di Pura Luhur Batukaru. Selaku pengempon
Pura Sad Kahyangan Batukaru, mereka berkewajiban turut serta menyukseskan
pelaksanaan karya agung dengan turut ngaturang ayah menyiapkan segala sesuatu
perlengkapan upacara. Tidak terkecuali, anak-anak sekolah dasar di Desa
Pakraman Wongaya Gede yang terdiri atas empat banjar pakraman (Bendul, Wongaya
Kaja, Wongaja Kelod, dan Wongaya Kangin) juga terlibat menyukseskan karya agung
dimaksud.
Keterlibatan anak-anak sekolah dasar dalam karya yang diawali dengan upacara
matur piuning pada tanggal 7 Oktober 2006 lalu itu melalui ngayah menari Rejang
Dewa. Dalam seminggu, mereka harus latihan tiga kali, untuk menyamakan gerak
antarpenari. Maklum, tarian ini melibatkan puluhan anak sekolah mulai dari
kelas I sampai kelas VI SD. ''Sebelum pentas di pura, saya latihan tiga kali
seminggu,'' ujar Piantiyudira Dewi, salah seorang penari rejang.
Di sinilah bukti bahwa upacara agama dan budaya bagi umat Hindu di Bali sulit
dipisahkan. Bukan itu saja, keterlibatan umat Hindu di Tabanan dalam
menyukseskan karya agung itu juga begitu antusias. Sejak seminggu lalu, umat
Hindu di seluruh Kabupaten Tabanan telah memasang penjor di setiap pintu masuk
rumahnya. Beraneka ragam penjor sesuai dengan kebiasaan masing-masing desa,
terpancang di setiap pintu masuk rumah.
Namun, perpaduan unsur budaya dan agama dalam sebuah karya agung semacam
Karya Agung Penaweng Jagat Pengurip Bumi, tetap memiliki makna yang mendalam.
Karena dasar pelaksanaan karya agung tersebut sudah mengacu pada berbagai
susastra Hindu, seperti Purana Besakih, Widhi Tattwa, Siwa Tattwa Purana, serta
sumber tertulis lainnya.
Dosen IHDN Denpasar I Ketut Subagiasta yang juga turut menjadi panitia pada
Karya Agung di Pura Luhur Batukaru ini mengatakan upacara ini bertujuan untuk
mewujudkan kondisi alam semesta berserta isinya agar hidup harmonis. Manusia
yang hidup di atas bumi ini juga harmonis berdampingan rukun dengan yang
lainnya. Demikian pula segala bentuk bencana alam tidak lagi terjadi dan
memakan korban manusia, serta makhluk hidup lainnya di bumi ini.
Merebaknya bencana alam di berbagai tempat di belahan bumi ini juga menjadi
dasar pelaksanaan karya ini. Karena dalam pandangan umat Hindu, bencana alam
yang sampai menelan korban jiwa manusia disebut kadurmanggalan. Untuk itu,
diperlukan upacara pamahayu. Upacara ini pada intinya untuk keharmonisan alam
semesta.
Melasti
Tradisi melasti bagi umat Hindu di Bali pada umumnya dilangsungkan setiap
tahun menjelang hari raya Nyepi. Namun, di Pura Luhur Batukaru kegiatan melasti
hanya dilakukan ketika melaksanakan upacara besar, seperti saat Karya Agung
Mamungkah, pada tahun 1993 lalu. Serangkaian upacara ini, sejak Selasa (21/11)
sampai Kamis (23/11) lalu digelar kegiatan melasti dan ngelawa.
Pamelastian Ida Batara Luhur Batukaru bertempat di Pura Tanah Lot, Kediri,
Tabanan, dan Pura Pakiyisan di Babahan, Penebel. Saat ini, pamelastian
dilakukan di Pura Pakiyisan, Babahan. Namun, sebelum sampai di sana, di
beberapa Pura Puseh/Desa yang dilalui sempat simpang (singgah). Upacara ini
diikuti ribuan umat Hindu dengan berjalan kaki selama tiga hari, dua malam.
Prosesi melasti juga diikuti Ida Batara yang malinggih di Pura-pura jajar
kemiri Pura Luhur Batukaru, seperti Tambawaras, Puncak Sari, Puncak Kedaton,
Petali, Batur Salahan, serta yang lainnya.
* asmara putra
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/