memang kekerasan terhadap wartwan keliatannya terus terjadi dan meningkat.
kenapa hal ini terjadi?
Jawaban ini yang harus kita cari.
Rasanya, kita tahu Hukum Sebab Akibat (Kausalitas). Muncul akibat, karena ada 
(didahului) sebab. Ini yang harus kita renungkan.
Fotografer memang bertugas untuk memotret objek berita. Sebagaimana wartawan 
tulis, dalam melaksanakan tugas juranalistiknya fotografer juga  harus  
memperhatikan  peraturan dan kode etik. 
Objek punya hak azasi dan dia berhak untuk menolak difoto, apalagi kalau ia 
berada di tempat yang bukan wilayah publik. Kalu juga ingin memotret, kita 
harus minta izin yang bersangkutan.
Dalam kasus pemukulan terhafap fotografer MI, memang tidak selayaknya ini 
terjadi. Bagaimana pun, objek seharusnya tidak main hakim sendiri. Sebaiknya,  
pelaku pemukulan yang notabene mantan jaksa  bisa bicara baik2 kepada sang 
fotografer bahwa  dirinya tak bersedia difoto.
Sebaliknya,  si fotografer juga harus minta izin kepada kepada sang mantan 
jaksa untuk difoto.
Untuk diketahui, memotret di ruang sidang saat sidang berlangsung, kita harus 
minta izin kepada ketua pengadilan, minimal kepada ketua majelis hakim.


   



Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                       
 
  Jaksa Burdju Jotos Fotografer
  Melly Febrida - detikcom
   
  Jakarta - Ketegangan terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pasalnya 
usai sidang, terdakwa kasus pemerasan mantan Dirut Jamsostek Achmad Djunaedi, 
Burdju Ronni, memukul fotografer Media Indonesia Adam Dwi Putra.
   
  Kejadian ini terjadi pada saat Adam sedang mencoba mengabadikan Burdju -- 
jaksa yang telah dibebastugaskan -- seusai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta 
Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Kamis (2/11/2006).
   
  Burdju awalnya memang buru-buru masuk ke mobil tahanan. Menurut Adam, saat 
itu kaca mobil masih sedikit terbuka. Dia pun lantas mencoba mengambil gambar 
Burdju. Namun Burdju tampak tidak berkenan. Saat itulah insiden pemukulan 
terjadi.
   
  "Ayo turun!" bentak Burdju kepada Adam. Namun Adam yang tersadar pelipisnya 
berdarah lantas balik membentak. "Kenapa main pukul," tanya Adam.
   
  Rupanya Burdju tidak menanggapinya. Bahkan mobil pun diminta untuk segera 
berjalan meninggalkan PN Jaksel. Saat itu Adam lantas berlari ke depan untuk 
mencegat mobil yang ditumpangi Burdju.
   
  Sempat terjadi ketegangan karena Burdju tidak bersedia membuka kaca mobilnya. 
Namun ketegangan bisa dilerai oleh petugas PN Jaksel dan segera meminta mobil 
meninggalkan halaman pengadilan.
   
  Tidak terima atas perlakuan Burdju Ronni ini, Adam pun segera melaporkan 
kasus pemukulan ini ke Polsek Pasar Minggu.(san/nrl)
   
  Source : 
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/02/time/123311/idnews/703136/idkanal/10
   
  
     
     
                       



 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke