BOGOR HARI INI (BHI): 20 NOVEMBER 2006 LAPORAN PANDANGAN MATA - KHUSUS HANYA HARI INI, YANG TIDAK ADA DI MEDIA LAINNYA.
SIARAN JAM 12:00 SIANG 1. Raungan Sirene Menjelang jam 0600 pagi sirene sudah meraung-raung dari berbagai konvoi yang bergerak ke segala arah. Pagi ini mereka tidak mengangkut personil karena sudah sejak semalam mereka disiagakan di pos masing-masing. Semua personil yang sedang terkantuk-kantuk segera terjaga.... karena... ransum makan pagi tiba !!! 2. Awal perjalanan Dengan pakai T-shirt, celana panjang, sepatu jalan kaki dan tampilan yang rapi tapi tidak provokatif, aku berangkat dari rumahku di Jl.Pangrango 18, Bogor (6º35'27,74"S; 106º48'09,28"E) menuju ke Bank Niaga di Jl.Pajajaran. (6º35'38,01"S; 106º48'17,23"E), melalui perempatan Bogor Baru (30,97"; 16,52"). Perempatan ini sudah penuh dengan polisi antihuruhara, lengkap dengan pentungan dan tameng besar karena titik ini adalah barikade terdepan dari Ring 4 untuk menghadapi demonstran yang datang dari arah utara. sebelum menuju ke daerah Ring 1, yaitu wilayah Istana Bogor (52,44"; 50,49"). Jalan ke arah Bank Niaga sudah ditutup. Dari dua jalur, satu jalur timur dibarikade total, sedangkan jalur barat terbuka hanya untuk kendaraan petugas. Orang berjalan kaki masih diizinkan untuk bergerak di trotoir timur. Jadi sampailah aku ke Bank Niaga tanpa kesulitan, walaupun ketika melewati barikade, terpaksa harus melempar senyum kulonuwun dengan segala macam bahasa karena pasukan itu didatangkan dari berbagai daerah. Note: Agar mudah mengikuti perjalananku, silahkan anda membuka Google Earth. Untuk selanjutnya koordinatnya hanya kutulis detiknya saja karena derajat, menit dan garis-garis bujur dan lintangnya pasti tidak berubah. 3. The long march Sudah tiga puluh enam tahun aku mengenal Bogor, dan sudah hampir tiga puluh tahun aku tinggal di Bogor, baru kali ini aku harus berjalan kaki selama tiga setengah jam penuh karena terpaksa harus berputar putar untuk mencari jalan agar bisa pulang ke rumah ku sendiri. Bahkan untuk menyeberang pun tidak diizinkan, mungkin hanya lalat yang tidak perlu izin menyeberang. Berangkat dari rumah jam 0630 dan baru tiba kembali di rumah jam 11:30. 4. Bogor kembali ke zaman baheula Sudah puluhan tahun Bogor tidak pernah sesepi. Hanya sesekali ada mobil atau motor polisi/militer atau petugas lainnya yang lewat. Sep..iii! Seperti dulu di tahun enampuluhan. Hanya ada yang hilang: suaru burung tidak seramai dulu dan kelentingan dari delman yang lewat tidak terdengar lagi. 5. Jam siang Kalau di daerah genting karena keadaan darurat perang ada jam malam (curfew), maka di Bogor pada hari ini ada jam siang (Mungkin nddak ada istilahnya dalam bahasa Inggeris karena tidak lazim). Orang-orang dianjurkan tidak keluar rumah. Kita jadi tahanan rumah kalau tinggal di Ring 3 atau tahanan kota kalau tidak bisa dapat angkutan keluar kota. 6. TV laris Ujung kampung jadi tempat ngrumpi para lelaki yang engap di dalam rumah karena terkena "Jam Siang" tadi . Yang lainnya nongkrong depan TV di dalam rumah. Mungkin pada saat ini, orang Bogor yang paling banyak berada di depan televisi. Jadi kalau ada pengiklan dengan sasaran masyarakat Bogor, pasti promotion cost per head akan turun drastis. 7. Kumpul keluarga Rumah-rumah yang biasanya sudah sepi ditinggalkan penghuninya untuk pergi kerja. Sekarang jadi tempat acara keluarga bercengkerama. Celoteh bapak, ibu, anak dll. Terdengar dari dalam rumah. Positif, kan? 8. Kota Arab Nyaris tidak ada perempuan berada di jalanan. Bogor jadi seperti kota yang ada di Arab. Perempuan yang di jalan selalu ada yang menemani, termasuk wartawati dan presenter TV. 9. Satpam bisa tidur siang Di halaman Bank Niaga para petugas Satpam (Satuan Pengamanan) sudah kenal aku, sehingga suasana langsung akrab. Celetukanku: "Wah, hari ini kalian semua bisa tidur siang, ya!" "Karena yang jaga di halaman sudah jauh lebih mahir dan bersenjata jauh lebih lengkap dari kalian." "Mana ada yang berani merampok bank saat ini?" Tentunya celotehku disambut senyum lega. 10. Menghibur petugas Di halaman Bank, petugas yang berjaga ada lebih dari sepuluh orang. Sebagian besar PaspamPres, semua kupingnya dipasangi kabel dan dari kantongnya menyembul segala macam gadgets, entah apa saja? Disitu mereka dikasih tempat duduk sofa dan kalau perlu bisa ngadem sebentar ke ruang ber A/C di lobby Bank yang terpaksa tutup sehari. Toilet juga bersih, mereka bisa mandi dan buang air besar dengan layak. Jadilah, kita berha..haa...hii..hii.. sebentar untuk melepaskan stress para petugas yang sedang "trigger Happy" ini. 11. Tembak mati di tempat Perintah tembak mati di tempat terhadap orang yang mencurigakan boleh dilakukan oleh tentara Indonesia atau Amerika, khususnya di Ring 1. Jadi tidak usah cerita HAM. Kalau kita lewat pakai jaket di depan mereka dan menggaruk-garuk pinggang yang gatal. Bisa-bisa langsung di-dor mati, karena dikira sedang merogoh granat atau bom 12. Brigade Satwa Perjalanan dilanjutkan ke arah Plaza Pangrango (44,20"; 16:57"). Yang jaga pasukan Brimob yang masih muda dengan seragam tempur hitam. Ternyata sebagian orang Batak. Jadilah kita ngobrol lagi. Brigade satwa yang terdiri dari anjing-anjing hitam sengaja disiapkan untuk menghadapi demonstran Muslim. Kalau demonstrannya Batak atau Menado baru orang yang maju, buru-buru anjing-anjing itu disembunyiin agar tidak dijadikan Sak-sang atau RW. Ha...ha...! Tertawa berderai, ketegangan melumer. 13. Bedanya polisi dan tentara Aku jalan lagi ke arah selatan menuju Tugu Kujang (44,88"; 18,22") yang selalu menjadi titik sentral para demonstran. Disisi pagar Kebun Raya Bogor (KRB) masuk wilayah Ring 1. dijaga tentara, "armed to teeth", Lalat pun tidak boleh lewat situ, apalagi orang. Karena dibalik pagar itulah ada dua helipad (56,53'; 10,20') yang akan didarati Mr.Bush Setiap lima puluh meter dua prajurit pakai 'bullet proof vest' dan helmet dari Kevlar. Kira-kira panasnya kayak apa, ya? Seberang jalan yang lain adalah pagar RS PMI yang dijaga polisi pakai pentung dan tameng saja, karena sisi itu bagian untuk orang yang sakit, jadi tidak terlalu gawat. 14. Fasilitas kesehatan Rumah sakit PMI (55,26'; 18,35") dijadikan markas unit kesehatan. Ambulance berbagai jenis berderet-deret seperti showroom mobil ambulance. Dari yang Mercedes, Ford, sampai yang Zebra kecil kelas kampung. Wis, pokoknya ambulance campur aduk, dokter campur aduk, paramedik campur aduk. 15. Prediksi gempa Bogor bersiap siaga seperti akan menghadapi gempa bumi yang bisa diprediksi beberapa jam sebelumnya. Hebat lho! Wong kito! Bisa prediksi bakal ada gempa, padahal Amerika saja tidak bisa memprediksi gempa. 16. Penampungan demonstran Setelah lewat PMI, sampailah kita ke depan kampus IPB Baranangsiang (55,45'; 19,08"). Jalan dan sepanjang pagar kampus sudah dikurung dengan pagar kawat berduri, dimana kucing aja nddak pingin lewat. Sepertinya kalau ada yang mau demo, bakal digiring masuk ke dalam lapangan ini agar tidak menghambat jalan raya melalui satu pintu yang sudah disiapkan. Kalau yang demo muslim, digiring pakai anjing hitam seperti orang NZ menggiring biri-biri masuk kandang. 17. TV Station arisan Maju sedikit lagi, pas di sebelah timur Tugu Kujang, adalah halaman parkir dan Botani Square - Mal-nya IPB yang kedua. Di halaman ini berjejer berbagai macam OB-Van dari belasan stasiun Televisi dalam dan luar negeri. Muka-muka presenter beken pada nongol dan ngrumpi atau arisan disitu sambil menunggu kejadian yang spektakuler. 18. Perang Jin Sejak kemarin magribh, perang antar jin Bogor Palace ditambah kekuatan Jin KRB lawan Jin dari White House sudah dimulai. Taruhannya adalah magribh sore ini. Kalau semua berjalan lancar sesuai rencana kesimpulannya ada dua: 1.) terjadi perdamaian antar jin atau 2.) jin Bogor kalah. Kalau sampai terjadi keributan, maka jin Bogor menang. 19. Diplomasi Jin Beberapa hari yang lalu Ki Gendheng Pamungkas (KGP) yang memang rada gendheng, menggelar acara ritual voodoo. Dia mau bikin celaka Bush dan seluruh pengawalnya sehingga mereka tidak akan bertahan delapan jam di Bogor seperti rencana semula. Kemarin KGP bilang bahwa dia sudah berunding dengan Jin Amerika. Dan tercapai kesepakatan bahwa Bush hanya satu jam saja di Bogor. Ternyata memang Bush direncanakan tidak sampai delapan jam, tapi hanya sekitar 3 jam saja. Nah, loe? Ternyata ada agenda tambahan dalam kompromi antar jin tersebut. Entah KGP dibayar berapa agar menyerah. 20. Terminal kosong Ada terminal kosong, baru sekali ini aku lihat. Isinya sampah yang nyaris sulit dibersihkan tuntas setiap hari karena setiap detik ada saja yang membuang kotoran di terminal yang beroperasi dua puluh empat jam itu. Apalagi kalau hari Senin pagi. Tidak ada satu pun bus parkir disana. Semua warung tutup. Yang sisa hanya ban-ban bekas. Siaran jam 15:00 sore Breaking news!!!! Sekarang di Bogor jam 15:00 tepat, hujan mulai turun. Petir mulai terdengar. Angin masih tenang. Sebentar lagi bisa terjadi angin puting beliung dan hujan yang derasnya luar biasa. Tampaknya pawang hujan bakal bekerja keras. Hal ini selalu merupakan pertanda bahwa Jin Bogor kurang puas dengan hasil perjanjian. Semoga tidak terjadi puting beliung seperti ketika beberapa hari yang lalu SBY datang meninjau Istana Bogor. Sebelum aku harus cabut! Aku kirimkan berita ini dulu. Sambungannya nanti kalau petir mereda dan internet masih bisa jalan. Siaran jam 18:00 malam 21. Bush sudah datang Akhirnya, Bush yang dinanti-nantikan tiba dengan heli Sikorsky dibawah guyuran hujan dan petir sesekali. Sepertinya, sambutan Jin Bogor cukup ramah, tapi negosiasi masih alot karena mendung masih menggantung dan suara guruh juga masih sesekali terdengar. Kalau hasilnya kurang menguntungkan, mungkin bisa terjadi hujan angin dan puting beliung yang menyebabkan heli-nya tidak bisa take off. Kalau hal ini terjadi, maka kunjungan Bush harus diperpendek karena terpaksa harus balik ke Halim lewat darat. 22. Pengemis Bogor Sejak pagi Bogor bebas dari pengemis yang sejak subuh sudah berkeliaran di setiap perempatan jalan. Mereka semua diharuskan libur karena sore hari ini diganti oleh para pengemis elite yang ngemisnya jutaan dollar. 23. Partai Kaypang pesta Malam ini partai Kay Pang pesta di istana raja di Bogor. Ada sembilan tokoh ketua Kay Pang berkantong delapan yang menghadap Raja Bush untuk menyampaikan permasalahannya agar nanti kantongnya bisa diisi dengan dollar sebanyak-banyaknya. Mereka dipimpin oleh Pangcu Kay Pang saat ini yang berkantong sembilan karena pakai jas lengkap. Selain mereka semua juga diundang para tokoh dari kalangan Kang Ouw dari dunia hitam dan putih, termasuk para Djay Hwa Tjat. Beberapa tokoh Kang Ouw golongan putih kebanyakan menolak hadir. 24. Bush jadi pesaing kijang istana Bogor Begitu pintu mobilnya dibuka, Bush meloncat turun dengan kedua kaki bersama-sama sekaligus bak seekor kanguru. Untung Bush tidak sempat menginap di Istana Bogor. Bisa-bisa setahun lagi ada anak kanguru yang meloncat-loncat di istana Bogor. Siaran tunda 25. Surga anak-anak yang kembali Sementara menunggu para pendekar makan enak, aku kembali cerita perjalananku pagi tadi. Ketika hendak kembali dari terminal yang kosong, aku dicegat tentara yang barusan makan Kentucky Fried Chicken dan tidak boleh masuk kembali ke jalan yang barusan kulewati. Terpaksa aku harus memutar ke jalan di belakang terminal. Disana kutemukan surga anak-anak yang selama ini hilang. Jalan yang sepanjang hari, dari pagi sampai malam selalu dipenuhi angkot mendadak menjadi sepi sehingga anak-anak dengan leluasa bermain sepeda tanpa orangtuanya merasa kuatir. 26. Pasar yang kehilangan dengungnya Ramalan Joyoboyo terjadi di Bogor, Pasar Bogor (36'12,03"; 47'58,36") yang selalu berdengung selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, kehilangan sama sekali dengungnya. Semuanya sepi, tinggal dengung suara lalat yang mengerubungi tumpukan sampah yang belum sempat terangkat di malam sebelumnya. 27. Rumah Makan Padang numplek Rumah makan Padang yang biasanya buka dua puluh empat jam, kali ini takluk seperti dihempas libur lebaran. Piring-piring di etalasenya numplek semua, karena yang tersisa tinggal piring ganjelan saja. Piring-piring yang penuh balado, rendang dlsb., yang biasa ada diatasnya raib semua. 28. Dikawal Polisi Setibanya di pertigaan Jl.Paledang dan Jl.Juanda (36'04,78"; 47'41,70") sudah dipasang barikade dan steril. Aku dilarang masuk. Tapi kubilang aku perlu ambil duit ke ATM BCA karena ada yang perlu berobat. Akhirnya aku diizinkan masuk dengan dikawal satu anggota polisi sampai ke BCA (35'59,32"; 47'38,81"). Setelah susah payah sampai kesitu, Satpamnya mengatakan ATM ditutup. Nah, mulailah aku repot cari jalan pulang dengan tetap harus berpura-pura cari ATM BCA. Akhirnya aku dianter ke BCA di Jl.Merdeka (35'36,72"; 47'15,43") yang jauh dari rumah. 29. Stasiun kota menjadi stasiun desa Aku mencoba pulang melalui jalan normal, namun jalan kesana sudah diblokir sehingga aku berusaha menyeberang lewat stasiun Bogor (39,21"; 26,77"). Stasiun sepi sekali, hanya satu dua kereta yang datang dan berangkat sementara aku ber-sms selama setengah jam disana. Banyak kereta dari Jakarta tidak sampai ke Bogor, tapi dicegat di stasiun Citayam, diluar kota Bogor. Beberapa diteruskan sampai Bogor agar tidak terlalu menyolok. Baru kali ini aku melihat kereta yang hampir setiap sepuluh menit keluar masuk stasiun kota Bogor, hari ini menjadi setengah jam sekali. 30. Pasar Anyar jadi pasar lama Setelah akhirnya bisa melewati rel kereta dengan memutar jauh, tibalah aku di pasar Anyar. Suasana sepi, ibu-ibu saling bertanya dimana bisa belanja sayur. Mendadak saja kusadari bahwa pasar itu sudah tidak anyar lagi, tapi jadi seperti pasar lama yang kumuh. 31. Londone tela-telo Ketika sedang sibuk berjalan menembus berbagai barikade tersebut. Aku ketemu nyonya Indo (Perancis, Jerman, Belanda) yang namanya Tamy sedang tela-telo cari koran. Padahal ditangannya juga sudah ada koran, tapi sepertinya beritanya belum memuaskan. Jadilah kita berdua chatting di pinggir jalan pasar yang sepi dan bau. Melampiaskan kegelisahan masing-masing. 32. Seandainya aku bisa terbang seperti burung Usaha menyeberang jalan Jend.Sudirman untuk bisa pulang ke rumahku yang kelihatan berdiri di seberang jalan/lembah bener-bener merupakan perjuangan. Setelah ditolak di tiga mulut jalan, aku menyerah dan akhirnya berjalan lagi menyeberang rel untuk mencari angkot yang menuju ke arah Utara. Seandainya aku punya sayap, tak sampai dua menit aku sudah tiba di rumah. 33. Lapangan badminton dadakan Ketika menyusuri gang dan jalan kecil dalam usaha menembus barikade, banyak hal unik yang kulihat. Seorang ibu bermain badminton dengan anak lakinya yang masih remaja. Ibunya di jalan, anaknya di halaman, net-nya pagar rumahnya. Sementara seorang bapak sedang sibuk mengaduk semen seperti narapidana yang sedang dikaryakan karena kena tahanan rumah. Tidak bisa pergi kemana-mana. 34. Akhirnya nemu angkot Akhirnya setelah berjalan cukup jauh dengan kaki yang sudah pegal-pegal akhirnya aku sampai ke pertigaan Bubulak (34'55,14"; 47'35,34") dan bisa naik angkot ke Warung Jambu. Beberapa orang mengikuti aku karena memiliki masalah yang sama dan akhirnya naik angkot bersama. 35. Melepas dahaga Jam sebelas aku sampai di pondok & Cafe Bahrein (34'07,67"; 48'34,31") langsung disuguhi minum dua gelas dan empek-empek Palembang untuk brunch sarapan sekaligus makan siang. Begitu selesai makan, langsung cari ojek, menghindari jalan raya, masuk jalan kampung untuk bisa sampai ke rumah. 36. Persembunyian demonstran Dalam perjalanan pulang melalui jalan kampung itulah, baru kutemukan sarang-sarang demonstran yang sedang bersiap-siap turun ke jalan. Tiga pick up penuh dengan spanduk, poster, bendera dan sound system hi-power sudah bersiap berangkat. 37. Tahanan rumah dan tahanan isteri Begitu sampai rumah, habislah kemerdekaanku. Aku langsung kena tahanan rumah dan sekaligus tahanan isteri. Izin keluar rumah dicabut seketika. Jadi aku belum bisa memberikan laporan lebih jauh. 38. Nonton konvoi helicopter Laporan selanjutnya silahkan lihat di televisi saja karena sumberku sama saja. Bedanya hanya aku bisa melihat dengan teropong dan mendengar suara helicopter mereka ketika landing and take-off nanti. 39. Mistik Amerika lawan mistik Melayu Sekarang jam 20:15. Hujan sudah berhenti, langit juga tampaknya cukup cerah. Apakah ini berarti sudah terjadi kesepakatan antar jin? Mungkin Bush keturunan dari Old Shatterhand dan berkonco dengan Winnetou sehingga semuanya bisa diselesaikan dengan baik. Jin Melayu kalah lobby dengan jin Amerika karena tidak bisa berbahasa Inggeris. 40. Yang paling senang Partai Kay Pang yang paling beruntung: "Gendang gendut tali kecapi, kenyang perut senang hati." Pulang nanti kantongnya penuh dollar. 41. Yang paling untung Yang paling untung selama beberapa hari ini adalah perusahaan catering yang mendapatkan order puluhan ribuan box makanan untuk para personil keamanan. Dimana-mana sampai box makanannya bertebaran. Siaran akhir jam 20:30 Nah, sini dulu! BHI mohon diri! Kalau nanti ada perkembangan baru dan ada kejadian khusus, BHI mungkin mengudara lagi, setelah itu akan menghilang dari peredaran selama seminggu karena harus ke Palembang untuk belajar bikin pempek dan kerupuk. -------------------------------------------------------------------------------- I am using the free version of SPAMfighter for private users. It has removed 884 spam emails to date. Paying users do not have this message in their emails. Try SPAMfighter for free now!
