" Sebab sangat mungkin bukan Mustikawati yang mengarang riwayat
ini, ttp ia membacanya dari buku2 lain ttg Islam yg dijual bebas di
Amerika (yg kalau ada toko di Indonesia yg 'berani' menjualnya,
mungkin toko tsb sudah habis diserbu orang). "


Referensi ybs keliatannya dari situs ini :
http://www.harvardhouse.com/quran_purity.htm
Dan pengambilan nama ybs (H S) ada di sini juga.

Terimakasih
Salam.


 

----- Original Message ----
From: loekyh <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, November 24, 2006 3:46:40 PM
Subject: [mediacare] Anak KH. Agus Salim? Re: Nyonya Muskitawati,

Tanpa bermaksud mencampuri kehidupan pribadi Mustikawati, saya ingin
mendudukan Mustikawati pada posisi seharusnya, lepas dari 'baik' atau
'buruk'-nya Mustikawati yg telah dituduh sebagai tukang fitnah,
pembohong, dsb. 

URL kiriman anda (URL-nya masih tercopy pada baris terbawah postingan
ini) justru memperkuat indikator2 berikut bahwa: 

- Mustikawati memiliki latar belakang hidup dan besar dalam komunitas
muslim. Jadi saya percaya bahwa bapaknya adalah seorang pemuka agama
Islam.

- Bahwa ia bersuami seorang muslim (karena mertuanya muslim dan karena
harta warisan suaminya diperkarakan lewat pengadilan agama Islam)

- Mustikawati adalah seorang wanita

- Mustikawati pernah mengunjungi RRT

- Mustikawati sudah bukan anak2 lagi ketika G30S meletus, walaupun
mungkin ia belum lama/baru akan menikah. 

Seingat dan sepengetahuan saya, perusahaan asing tempat suaminya
kerja, Schlumberger, walaupun mungkin sudah lama berada di Indonesia
sejak jaman orla, ttp baru aktif merekrut sarjana2 teknik terbaik
lewat berbagai beasiswa2 mengikat di PTN2 terbaik di Indonesia setelah
Soekarno jatuh.

Ke-'Islam'-an Mustikawati tidak konsisten? 

Bagi anda tidak konsisten sebab anda tak akrab dg paham2 para penganut
NON-ORGANIZED religion (saya termasuk salah satu di antaranya) yg pada
esensinya tak percaya pada ajaran2 yg penyebaran atau pengembangan
ajaran2-nya dilakukan lewat organisasi2 resmi (untuk Islam:
Muhammadiyah, NU, MUI, berbagai pesantren dan mesjid dsb) atau yg tak
resmi (mis. berbagai pengajian yg di beberapa kota, cult2 agama di
Amerika, dsb). 

Basis ideologi/filosofi dari semua non-organized religion sebenarnya
sama: agama itu sifatnya pribadi dan individual (artinya tak pernah
ada dua orang berbeda, walaupun bersaudara kembar sekalipun, yg
agamanya persis sama). Jadi setiap orang memiliki hak untuk
mempercayai (agama) apa yg diyakininya dan tidak harus mengikuti
'mainstream' ajaran2 'seragam' spt yg banyak diucapkan atau ditulis
oleh banyak ulama2 besar, pastor2, kyai2, bhiku2, kitab2 suci, dsb.

Jadi jangan heran apabila Mustikawati pernah menulis bahwa Al Quran
itu adalah hasil manipulasi beberapa tokoh2 dan pemimpin2 Arab setelah
nabi Muhammad meninggal sedangkan 'agama Islam' yg sesungguhnya adalah
ajaran dari keturunan langsung nabi Muhammad yg dikejar-kejar oleh
musuh2-nya (pengikut pembuat Al-Quran) sehingga akhirnya para penyebar
agama Islam yg asli ini terdampar di Asia Tenggara (kerajaan Campa di
perbatasan Vietnam-Kamboja) sampai akhirnya menetap di Payakumbuh,
INDONESIA. 

Jangan tertawa dulu mendengar berita/ riwayat agama Islam yg 'asli'
oleh Mustikawati di atas bahwa pada akhirnya turunan nabi Muhammad
terdampar di Payakumbuh (mungkin Indonebia adl salah satu turunannya
:-)) Sebab sangat mungkin bukan Mustikawati yang mengarang riwayat
ini, ttp ia membacanya dari buku2 lain ttg Islam yg dijual bebas di
Amerika (yg kalau ada toko di Indonesia yg 'berani' menjualnya,
mungkin toko tsb sudah habis diserbu orang). 

Anda tak usah heran ada buku ttg Islam yg isinya demikian sebab di
Amerika, orang bebas bicara atau menulis buku ttg Islam, apa pun
opininya. Jadi anda bisa membeli bukunya Salman Rusdhie 'The Verses of
Satan'.  Siapa tahu riwayat agama Islam spt yg ditulis oleh
Mustikawati berasal dari isi buku2 semacam ini?

Salam 

--- In [email protected], Bramastyo Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sdr  loekyh,
> 
> Membaca postingan anda ini saya jadi penasaran (nggak yakin ada hub
dgn KH A S krn pemahaman ilmu agamanya), namun ada sebuah tulisan
(dari banyak tulisan ybs yg kadang kurang konsisten namun saling
berhubungan) yg dapat saya ambil kesimpulanya.
> 
> Ada yg memforward di forum ini :
>
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=82004&highlight=#82004



Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Klik: 

http://mediacare.blogspot.com

atau

www.mediacare.biz

Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke