MENGAPAH 7 KATA SAKTI KUDU DISINGKIRKEN? 27 NOP 2006,SENIN Kalau kita bercakap cakap dengan teman teman ini, kita tak dapat bayangkan bagaimana garangnya umat Islam diwilayah lain bumi ini, yang menfatwa mati orang, mengutik mengancam berjihad dsb.
Kalau kita dengar mereka ini, atau ulasan ulasan kawan kawan dari Paramadina lalu baca postingan mbak Aris, bung Badrun, mas Nizami, kita jadi bingung, yang Islam yang mana ya? Salam Danardono >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Hmmm,mengapah 7 kata sakti di piagam Jakartah, Oleh Bung Karnoh disingkirken? Padahal diah ituh Moslim nan hajih.!! KALIAN KUDUNYAH PUN MENYADARIN HAL INIH. Bahuwa bung Karnoh bagaeken SAK-URANG PANUTAN. Yang ARIEP MEMBACAK MASA DEPAN. Bahuwa DENGEN DILEPAS KENCARKENNYAH SARAT IDIOTIK. Mangka NUSANTARAH AKAN BANJIR DARAH DIMANA MANA. Kerana di dalem 7 kata sakti inih, ADA TULAH YANG SANGET BERACUN. Inih yang sakkarang sedang DIBUKTIKEN, Bahuwa begituh onta onta daerah MENJALANKEN SARAT IDIOTIKNYAH. Mangka 7 kata sakti ituh MENTA DARAH,MENTA NYAWAH. Dan dimana manapun MULAEN TERDENGER TANGISAN. Hehehe..kebalikannyah jingkalao MALEM NATAL DIGELARKEN. Mangka MEMANG ADA TANGISAN2, KERANA HERODES ENGGAK MENGINGINKEN KEHADIRAN SANG JURUH SELAMET. Mangka dibantaenyahlah kanak kanak. Sakhingga di Bethlehem TERDENGER TANGISAN YANG MEMILUHKEN? MALEM NATAL INGIN DISINGKIRKEN OLEH RAJA JOLIM SARAT IDIOTIK INGIN DI SINGKIRKEN OLEH PRESIDEN MOSLIM Yang ariep meng LIAT, BAHUWA KELAHIRAN SARAT IDIOTIK ITUH AKAN MEMBAWA BANJIR DARAH DI NUSANTARAH. Dan sakbenernyah, TENGKAD MENYINGKIRKEN KUMBALI 7 KATA SAKTI ITUH, KUDUNYAH DILAKUKEN PARA MOSLIM Yang mengakuh NASIONALIST, ISLAM GENAH, SERTA CINTA NKRI. Dan inihlah yang ku mengheranken para moslim, YANG SAKLALUH MALUH2 MENGAKUIN KEJAHATAN PARA ULER IJOH, Tatapi BERSINGKAP BANCIH, Enggak terang2an sakmodel Presiden Sukarnoh, YANG DENGEN TEGES..MENYINGKIRKEN 7 KATA SAKTI DARI ALBUM HUKUM YANG BERLAKU SAKCARA NASIONALISTIK!!! PCMIIW PLEASE CORRECT ME IF I AM RONG >>>>>>>>>> DI BAWAH INIH, adalah satu tunglisan, Yang bisak menungtun kalian ke JALAN PENCERAHAN. Sakhingga para moslim bisak jadi genah,waras nan sejuk!! Mbacaklah dengan Nuranih yang idup, kata pujanggah Agus safii mah. >>>>>>>>>>> "Kartono Mohamad" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kemudian kalau ada orang Keristen membantu tetangga pak Dian ini, semua akan marah-marah menuduh bahwa orang Keristen "membeli" iman dengan uang bantuan atau supermi. > Begitulah kemunafikan yang terus menggerogoti umat Islam. Bagaimana umat Islam bisa maju? > KM > Memang kemunafikan itu in general membutakan, mas Kartono, dalam agama apapun. Agak geser thema sedikit. Serinhgkali dalam postingan ataupun artikel di media disebut "umat Islam". Kesan pembaca adalah suatu kesatuan yang monolitihik. Mbak Aris, atau mas Nizami atau bung Badrun, dan banyak teman disini, sering menyebut "kami umat Islam", "menghina umat Islam", "tantangan bagi umat Islam". Juga para demonstran di Turki dalam rangka kunjungan Paus kesana, menggunakan kalimat "menghina umat Islam". Sekaligus, dilapangan, kita lihat kenyataan lain. Tiap malam, kami di layar TV disajikan adegan pembakaran, pemboman masjid Shiite oleh kaum Sunnite dan sebaliknya, baik disekitar Bagdad, maupun di selatan, dieilayah Shiite. Juga umat Islam Kurdi, tak lelah lelahnya memprovokasi Turki, dengan bom dll. Pejabat tinggi di Lebanon yang shiite baru baru ini dibunuh, konon khabarnya oleh pihak Sunni yang dekat Syria. Nasib yang sama dialami alm. Hariri. Di Vienna, sehabis kantor, kami sering duduk bersama, kumpul kumpul teman teman sekerja atau sahabat. Biasanya campur, orang Austria, Jerman, dan teman teman asal Lebanon, asal Albania, asal Turki, asal Palestina, asal Mesir dan Iran. Kami sangat sejuk bersahabat, karena kami semua menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang universal itu. Dahulu, orang Kristen tak banyak tanya mengenai Islam, karena semua agama adalah dianggap OK, dan semua ingin damai. Sampai terjadi 11.Sept dan rentetan bom yang mengatas namakan Islam melawan Barat. Teman teman lalu memohon info dari teman teman Muslim kami ini. Mereka semua mengutuk kekerasan dan pemakaian agama dan nama Allah untuk tindakan demikian. Mereka malah tak ada yang memimpikan kalifah atau negara Islam, dan mengakui, bahwa umat Islam itu beragam. Di Eropa, terutama Inggris, banyak kaum Ahamdyah, yang hidup damai disamping yang lain. Ada lagi kelompok Ismailit, yang falsafahnya lain sekali. Juga ada orang orang Druse dengan ke Islaman mereka yang unik. Kalau kita bercakap cakap dengan teman teman ini, kita tak dapat bayangkan bagaimana garangnya umat Islam diwilayah lain bumi ini, yang menfatwa mati orang, mengutik mengancam berjihad dsb. Kalau kita dengar mereka ini, atau ulasan ulasan kawan kawan dari Paramadina lalu baca postingan mbak Aris, bung Badrun, mas Nizami, kita jadi bingung, yang Islam yang mana ya? Salam Danardono
