Kebetulan tulisan si mus juga nyampe ke milis lain (di-fwd ke beberapa
milis)..
Masihkah dia punya rasa malu untuk tetap menulis kebohongan lagi di milis?
:-)
CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

---------- Forwarded message ----------
From: HINU ENDRO SAYONO <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Nov 27, 2006 11:09 AM
Subject: [nasional-list] Re: Posisi Borobudur Tetap Tak Akan Tergoyahkan -
Menakar Ketuhanan dalam Dokumen Negara

Berita yang saya baca pagi ini sangat menggembirakan hati. Jelas sikap
Pemerintah RI dan juga sikap UNESCO tentang eksistensi candi Borobudur yang
dibangun dengan perencanaan atau desain oleh arsitek asli Indonesia.

Dengan berita tersebut, dan berita dari harian Suara Merdeka, Semarang, maka
upaya provokasi dari orang yang menamakan dirinya Muslim binti Mustikawati
tertelanjangi maksud dan tujuannya, yaitu kepalsuan serta niat untuk secara
sengaja dan terencana mengadu-domba warga bangsa Indonesia. Untunglah,
sebagian terbesar warga bangsa Indonesia tidak termasuk kategori domba yang
antara lain diternakkan di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Bukan
begitu Marry? Heheheeee.....

Salam


--- In [EMAIL PROTECTED], "HKSIS" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Senin, 27 November 2006

Warisan Dunia
Posisi Borobudur Tetap Tak Akan Tergoyahkan


Jakarta, Kompas - Posisi Borobudur sebagai salah satu warisan budaya
dunia atau world culture heritages yang ditetapkan oleh UNESCO (Organisasi

PBB untuk bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan) tidak
tergoyahkan.

"Sekali ditetapkan, maka status itu terus berlaku. Adapun pemungutan
suara yang diadakan sebuah yayasan berbasis di Swiss terkait pemilihan
tujuh
keajaiban dunia versi baru tidak ada kaitannya dengan UNESCO," kata Ketua
Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman akhir pekan
lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini tengah berlangsung semacam
kompetisi global untuk memilih tujuh keajaiban dunia versi baru yang
melibatkan sekitar 20 juta orang di dunia. Mekanismenya dengan memasukkan
pilihan mereka lewat internet dan telepon. Kampanye bertajuk "New 7
Wonders
of the World" itu dimulai sejak tahun 1999 oleh seorang petualang asal
Swiss, Bernard Weber, dengan sekitar 200 nomine yang masuk dari seluruh
dunia. Ratusan nomine itu lalu diperas menjadi 21 finalis, di mana
Borobudur
tidak termasuk sebagai finalis.

Menurut Arief Rachman, setelah Borobudur ditetapkan sebagai warisan
dunia oleh UNESCO, status itu tidak akan dicoret. "Bahkan, kalaupun
Borobudur sampai runtuh dan hanya tersisa sebuah batu pun, candi itu tetap

dianggap sebagai warisan dunia," ujarnya.

Dengan masuk daftar sebagai warisan budaya dunia, masyarakat
internasional ikut membantu pelestarian candi tersebut. Terdapat pula
bantuan biaya perawatan rutin.

Penetapan sebagai warisan dunia juga dengan kriteria tertentu, antara
lain terkait isi, makna, proses, dampak, dan segi keindahan situs yang
akan
dijadikan warisan dunia tersebut.

Bagi masyarakat intelektual, Borobudur sudah tidak asing lagi.
Terlebih lagi bagi masyarakat di negara dengan kemiripan jejak peradaban
atau mereka yang secara spiritual memiliki kedekatan dengan candi
tersebut.

Untuk itu, Arief Rachman mengingatkan agar promosi terhadap Borobudur
terus ditingkatkan agar semakin dikenal di dunia internasional. Demikian
pula dengan pengelolaan dan pelestariannya. Terlebih lagi dengan adanya
otonomi daerah.

"Kepentingan ekonomi dari candi tersebut tidak boleh melanggar
kepentingan pelestariannya. Selama ini penjagaan terhadap Borobudur masih
sangat serius," ujarnya.

Tidak jelas

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menilai bahwa voting
tersebut diselenggarakan secara bebas dan kriteria pemilihan tujuh
keajaiban
dunia versi baru itu pun tidak jelas.

"Belum tentu karena tidak terpilih dalam voting itu lantas Borobudur
kurang populer. Kesan masyarakat dunia terhadap bangunan-bangunan yang
bersejarah atau monumental juga tentu berbeda atau bergantung selera.
Padahal, yang memasukkan calon-calon keajaiban dunia itu masyarakat
langsung. Saya khawatir masyarakat Indonesia terkecoh dengan voting itu,"
katanya.

Popularitas Borobudur sendiri diyakini tetap tinggi dan jangan sampai
Borobudur turun tingkatnya hanya karena voting yang berbasis responden
tersebut. Apalagi kalau sampai kebanggaan masyarakat Indonesia terhadap
Borobudur menguap, lebih-lebih bila sampai memengaruhi minat berkunjung ke

Borobudur.

Bagi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata sendiri, kata Jero Wacik,
Borobudur bersama Prambanan masih termasuk dalam peringkat pertama dalam
kegiatan promosi pariwisata. (INE)






























































































On 11/25/06, IrwanK juga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Semua? Emangnya kita gak ada kerjaan lain? :-P
Lagipula sudah ada beberapa contoh ngaco-nya si mus ini..
Kalau saya melihatnya justru kebanyakan tulisan dia itu ngaco, bos..
Barangkali (kalau ada) hanya sedikit yang benar..

Jadi langkah sederhana-nya, deny-all dulu, baru allow/open-mind untuk
sebagian saja.. (a) Bukan accept-all, baru deny/pilih yang ngaco.. (b)
Kenapa langkah a yang diambil, ya untuk menghemat energi dan waktu..
Kalo b yang diambil, emangnya hidup kita untuk baca racau-an si mus
doank..
Sorry menyori aja bos.. :D

Wassalam,

Irwan.K

On 11/24/06, Sato Sakaki <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Itu sebab semua tulisan Hafsah itu perlu dibaca.
> Direnungkan apa yang pantas direnungkan kalau memang
> tak dapat disangkal kebenarannya. Dan
> dibetulkan/diluruskan kalau dia ngaco sebelum ada
> wartawan kelas sabili dan hidayatullah yang
> menjadikannya sebagai rujukan. Hehehehe ..
>
>
> --- ahmad su'udi <[EMAIL PROTECTED] <akulahahmad%40yahoo.com>>
> wrote:
>
> > Kasihan deh Pak Anjuk Bornawan terprovokasi ama isu
> > murahahan bin bohong besar yang disampaikan si
> > pembual besar hafsah salim.
> >
> > Percayalah, 99 persen apa yang disampaikan si pembual
> > besar hafsah salim alias mustikawati itu asal ngecap. Ngawur!
> >
> > --- Anjuk Bornawan <[EMAIL PROTECTED] <attirha%40yahoo.com>> wrote:
> >
> > > Saya cuma mau ingatkan ke Pak Bupati,
> > > Pak Bupati tentu punya Ayah, dan Ayahnya Pak
> > Bupati
> > > Punya Ayah lagi (Kakek) dan dia punya Ayah lagi,
> > dan
> > > punya Ayah, punya ayahlagi dan seterusnya.....nah
> > > salah satu dari mereka pada saatnya ikut membangun
> > > Borobudur ini,,,,jadi yang membangun borobudur itu
> > > bukan siapa siapa....toh leluhur kita juga....yang
> > > pasti pada saat itu Kafir....jadi kita
> > > semua....semua
> > > !! ...adalah keturunan kafir....ada yang
> > > salah....????
> > > TIDAK !!!!
> > > buatlah itu menjadi kenangan dari mana Pak Bupati
> > > Berasal....ngga usah doibongkar Pak.
> > >
> > > --- Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED] <muskitawati%40yahoo.com>>
> wrote:
> > >
> > > > Bupati Mau Bongkar Borobudur Untuk Bangun Mesjid
> > > > Akbar !!!
> > > >
> > > > Bupati Magelang Ir H Singgih Sanyoto telah
> > > > mengajukan proposalnya
> > > > kepada Unesco untuk membatalkan atau
> > menghapuskan
> > > > pengakuan lembaga
> > > > dunia ini yang memasukan Borobudur kedalam satu
> > > dari
> > > > 7 keajaiban dunia
> > > > yang wajib dilindungi. Akibat anggapan yang
> > sesat
> > > > ini, menurut
> > > > Bupati, Indonesia tidak bisa membongkar candi
> > > > Borobudur untuk
> > > > membangun Shopping Center yang lebih
> > mengakomodasi
> > > > kepentingan masyarakat.
> > > >
> > > > Bupati Magelang ini yang juga merupakan bekas
> > > murid
> > > > terbaik dari Haji
> > > > Abu Bakar Basyir, menjelaskan dengan secara
> > > terbuka,
> > > > bahwa pada
> > > > kenyataan penduduk sekitar Borobudur semuanya
> > > adalah
> > > > muslim yang
> > > > mengharamkan candi Borobudur. Demikian, sebagai
> > > > umat Islam kami
> > > > menolak kehadiran pusat penyembahan berhala yang
> > > > diharamkan dalam
> > > > AlQuran dan Islam. Sebagai umat Islam, kita tak
> > > > bisa tawar menawar
> > > > dalam memberi peluang penyebaran ajaran2 yang
> > > > menyembah berhala
> > > > ditanah air kita. Candi Borobudur merupakan
> > > krikil
> > > > yang menodai
> > > > keyakinan umat Islam ditanah airnya sendiri.
> > > Candi
> > > > Borobudur se-mata2
> > > > hanyalah kebanggaan orang2 kafir yang sudah
> > bukan
> > > > lagi pada tempatnya
> > > > karena hal itu merupakan hinaan terhadap
> > keimanan
> > > > Islam di tanahnya
> > > > sendiri.
> > > >
> > > > Demikianlah Bupati Magelang telah mengajukan
> > > > proposal untuk menarik
> > > > keluar anggapan Borobudur yang tidak ajaib ini
> > > > sebagai satu dari 7
> > > > keajaiban dunia yang cendrung merupakan
> > > konspirasi
> > > > orang2 kafir untuk
> > > > merusak akidah Islam itu sendiri. Karena akibat
> > > > dimasukkannya
> > > > Borobudur sebagai satu dari 7 keajaiban dunia,
> > > > pemerintah RI
> > > > diwajibkan untuk melindunginya dibawah
> > pengawasan
> > > > Unesco bahkan biaya
> > > > pemeliharaan Candi kafir ini langsung ditangani
> > > > Unesco sehingga
> > > > mengdholimi kedaulatan umat Islam di Indonesia.
> > > > Menurut Bupati, kita
> > > > menuntut kepada Unesco untuk membangun Shopping
> > > > Center hanyalah
> > > > sebagai strategi, karena setelah kedaulatan itu
> > > bisa
> > > > kembali ketangan
> > > > umat, kita bisa mengganti project Shopping
> > Center
> > > > yang biayanya dari
> > > > Unesco itu untuk dialihkan menjadi projek
> > > > pembangunan MESJID AKBAR
> > > > yang lebih mengakomodasi kebutuhan umat nantinya
> > > di
> > > > akhirat.
> > > >
> > > > Demikianlah berita dari Surat Kabar Merdeka
> > online
> > > > dibawah ini.
> > > >
> > > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Borobudur Tak Lagi Masuk 7 Keajaiban Dunia?
> > > > Borobudur, CyberNews. Bupati Magelang Ir H
> > Singgih
> > > > Sanyoto menilai
> > > > pendapat Candi Borobudur tidak lagi masuk
> > sebagai
> > > > salah satu dari
> > > > tujuh keajaiban dunia sebagai catatan perbaikan
> > ke
> > > > depan.
> > > >
> > > > "Pendapat itu perlu diperhatikan untuk perbaikan
> > > > seluruh sistem yang
> > > > terkait Borobudur. Misalnya dari sudut
> > > > kepurbakalaan," katanya, Rabu
> > > > (22/11).
> > > >
> > > > Menurut dia, sejak dulu ada versi yang
> > memasukkan
> > > > dan ada yang tidak
> > > > memasukkan Candi Borobudur sebagai salah satu
> > dari
> > > > tujuh keajaiban
> > > > dunia. "Yang menyatakan Candi Borobudur tidak
> > > masuk
> > > > sebagai bangunan
> > > > ajaib dunia, bukan Unesco, tetapi sebuah
> > yayasan,"
> > > > katanya.
> > > >
> > > > Meski yayasan itu bekerja sama dengan Unesco,
> > > tetapi
> > > > pendapat itu
> > > > dinilainya bukan pendapat Badan Pendidikan
> > Dunia.
> > > > Justru yang
> > > > berwenang di Unesco sebaiknya mengkaji pendapat
> > > > yayasan tersebut.
> > > > "Mengapa yayasan itu tidak memasukkan Candi
> > > > Borobudur? Ada apa?
> > > > Sebabnya apa?" tanya dia.
> > > >
> > > > Ia menduga penyebabnya ada perbedaan dalam
> > > > menetapkan kriteria cagar
> > > > budaya dunia menjadi bangunan ajaib dunia. Meski
> > > > begitu dia mengakui
> > > > status sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia
> > > itu
> > > > sebagai yang
> > > > penting dan membanggakan.
> > > >
> > > > Menurut dia, Kabupaten Magelang hanya ketempatan
> > > > Candi Borobudur.
> > > > Pemda tak memiliki kewenangan memelihara secara
> > > > langsung bangunan
> > > > peninggalan sejarah itu.
> > > >
> > > > "Yang bisa kami lakukan menjaga wilayah sekitar
> > > > Candi Borobudur.
> > > > Program-program Pemprov Jateng yang tidak
> > > > direkomendasi Unesco tidak
> > > > dilaksanakan. Misalnya shopping street, Jagad
> > > Jawa,"
> > > > katanya.( tuhu
> > > > prihantoro/Cn08 )
>


Kirim email ke