Siaran Pers
Ubiet melagukan karya Tony Prabowo
Music for Solo Performer
(Solo Voice and Pre-recorded Multiple Voices)
Jakarta, 28 November 2006
Sebagai penyanyi, Ubiet menjelajahi berbagai jenis (genre) musik yakni musik
populer (pop dan jazz, misalnya), musik yang bertolak dari aneka khazanah
tradisi Nusantara, dan musik kontemporer. Ia telah bekerja sama dengan sejumlah
pemusik, grup musik, maupun komposer. Bersama mereka, Ia menghasilkan aneka
pementasan dan rekaman.Album yang diluncurkan ini adalah hasil kerja sama Ubiet
dengan Tony Prabowo, seorang komposer musik kontemporer Indonesia yang dikenal
di khazanah dunia, terutama di Amerika Serikat.
Apa yang disebut sebagai musik kontemporer atau musik baru (new music) ini
adalah musik yang menggunakan idiom musik klasik Barat, sekaligus melampauinya.
Kebaruan ini tampak pada penggunaan nada, ritme, melodi, modus, dan timbre.
Dalam komposisi Tony, semua unsur musik ini bertolak dari gaya nyanyi Ubiet.
Pencaharian Ubiet bermula ketika Ia merasa tak puas dengan gaya nyanyi musik
klasik dan musik populer yang Ia bawakan. Sejak pertengahan 1980-an Ubiet mulai
mengolah berbagai gaya, teknik, dan ekspresi bernyanyi. Bagi Ubiet, bernyanyi
tak hanya sekedar menghasilkan suara merdu, namun juga mengolah bunyi yang
disonan, tak harmonis, misalnya dengan menunggang dan memiuhkan suara-suara
sekitar.Ketika Ubiet bertemu dengan Tony Prabowo di tahun 1989, mereka
menemukan bahasa yang sama. Mulailah Tony menulis komposisi dengan bertolak
dari gaya nyanyi Ubiet.
Adapun musik mereka tercipta untuk pertunjukan musik itu sendiri, maupun
untuk film, pentas tari dan teater, pameran fotografi dan instalasi, hingga
pertunjukan busana.Ketika Ubiet tertarik menggunakan nada berhias, kerja sama
mereka kemudian mengarah pada pencaharian teknik suara berhias yang
berorientasi pada musik tradisi tertentu, misalnya teknik melisma, yakni
penggunaan beberapa nada pada sebuah suku kata. Yang lain, misalnya, adalah
penggunaan lebih dari dua nada di antara nada pokok, yang diliukkan,
digelombangkan, digeser, disentak, digeletarkan, dibolak-balikkan, ditarik
naik-turun, dan seterusnyasebagaimana yang terdapat pada album ini.Press
Release
Dalam membuat komposisi untuk vokal, Tony memperlakukan katatermasuk kata
dari puisisebagai bagian dari bunyi, tanpa mengurangi maknanya. Hal ini banyak
dilakukan oleh komposer musik kontemporer yang menggunakan puisi pada musik
mereka. Adapun Ubiet memanfaatkan itu sebagai bagian dari pencarian dan
pengolahan berbagai gaya nyanyi. Album ini berisi 10 komposisi yang menggunakan
teknik pre-recorded. Menurut asal-usulnya, teknik ini menggabungkan bahan yang
sudah direkam seraya dimanipulasikan dan diputar kembali. Idiom ini sudah
populer sejak 50-an tahun yang lalu, ketika komposer Pierre Schaeffer, dengan
gerakan musique concrète di Perancis, merealisasikan suara dengan pita rekam
dan cara elektronik.
Pada mulanya idiom ini dipakai hanya dengan memutar kembali musik yang sudah
direkam melalui pengeras suara, namun kemudian berkembang dengan penggabungan
suara rekaman itu dengan pemain musik yang bermain langsung di
pentas.Pementasan musik pre-recorded semula hanya menampilkan seorang pemain
solo, namun kini berkembang dengan pemain yang lebih banyak (musik kamar atau
orkes, misalnya). Dalam perkembangan selanjutnya, ia tak hanya bertumpu pada
musik elektronik, tapi juga musik akustik yang identik dengan musik hidup,
yakni musik yang tak melibatkan manipulasi suara.Beberapa contoh adalah karya
Steve Reich Electric Counterpoint (1987), musik untuk 13 gitar, yang dimainkan
hanya oleh seorang gitaris jazz, Pat Metheny; atau New York Counterpoint
(1985), musik untuk sembilan klarinet, yang juga dimainkan oleh seorang
klarinetis, Richard Stolzman.
Cara pre-recorded juga dipakai oleh komposer pascamodernis seperti Laurie
Anderson.Pada album ini musik vokal yang direkam ganda secara digitaltanpa
manipulasi teknik perekamanmaupun musik-suara yang hidup dihasilkan hanya oleh
seorang penyanyi, yaitu Ubiet. Suara yang direkam berlapis-lapis, sampai ada
yang mencapai 36 lapis suara. Media pre-recorded di sini adalah sarana Ubiet
dalam mendayagunakan gaya, teknik, dan ekspresi bernyanyi secara serempak.
Dalam pertunjukan di panggung, hasil perekaman ini diputar kembali dengan
corong suara dari empat arah (quadrophonic), bersama-sama dengan solo vokal
hidup. Karya-karya dalam album ini adalah hasil kerjasama mereka sepanjang
1999-2005.
UBIET Lahir di Jakarta, dan dibesarkan di kawasan Aceh. Menyanyi sejak usia
belasan, ia pernah bergabung dengan sejumlah kelompok musik populer di Aceh dan
Jakarta. Pernah belajar vokal di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan
etnomusikologi di University of WisconsinMadison, A.S. Ia kini juga bergiat
sebagai pengajar nyanyi. Ia bekerjasama dengan pelbagai komposer, kelompok
musik tradisi, pop, jazz, dan musik baru dan berpentas di Indonesia maupun
mancanegara. Pada 1996 bersama Tony Prabowo ikut mendirikan New Jakarta
Ensemble, sebuah kelompok musik baru, menghasilkan sejumlah pementasan dan
sebuah rekaman CD Commonality (Siam Records, New York, 1999). Ia juga membuat
sebuah album musik populer Archipelagongs (Warner Music Indonesia, 2000).Ia
tengah terlibat dengan Krakatau dan menghasilkan dua album Two Worlds dan
Rhythms of Reformation (keduanya 2006). Ia juga menyanyi, antara lain, untuk
album-album Dewa Budjana, Tohpati, juga Simak Dialog dan Ada Band.Saat ini ia
tengah menyiapkan sebuah album kroncong baru.
TONY PRABOWO adalah komposer musik kontemporer yang terpenting di Indonesia
saat ini. Di samping mencipta untuk ansambel musik Barat, ia juga membuat
komposisi kontemporer dengan pemusik tradisi. Karya-karyanya antara lain
Bedtime Story, musik untuk soprano dan ensembel campuran, dan Autumnal Steps,
untuk orkes, keduanya dipentaskan perdana pada 1996 oleh New Juilliard Ensemble
di Lincoln Center, New York; Commonality I untuk viola and pre-recorded tape,
dipentaskan perdana dengan violis Stephanie Griffin di New York, Seattle,
Chicago, dan Jakarta pada 1998; Empty Tradition, sebuah kolaborasi dengan
koreografer-penari Cina-Amerika Yin Mei di Jacobs Pillow Dance Festival dan
Asia Society, New York pada 1999; Requiem for Strings di Tanglewood Festival
dengan konduktor Tan Dun pada 1999; The Kings Witch, sebuah opera
eksperimental (tanpa pentas teater), dimainkan oleh New Juilliard Ensemble di
Alice Tully Hall, Lincoln Center pada 2000. Karya Tony untuk paduan suara,
Meditation on Lu Xun II, dibawakan oleh Batavia Madrigal Singers, di Linz,
Austria pada 2000. Pada saat ini ia tengah menyiapkan pentas karyanya: opera
eksperimental The Kings Witch dan Pastoral di Jakarta.
Salam,
Wati Gandarum - 0816933241
Ubiet Production
Indiah Sari
REDPOSITIVE COMMUNICATIONS
Public Relations t Event Organizer t Project Management
YBM Building 2nd fl
Jl Tanah Kusir II / 65, Arteri pondok Indah
Jakarta Selatan
T: +62-21-7294053
F: +62-21-7294053
M: 0813-8566-9951
---------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.