Pro Kontra Rencana Pendirian Rumah Sakit Islam di Belanda

Selasa, 28 Nov 06 14:01 WIB

 

Jika tak ada aral yang berarti, di Belanda, akan berdiri pertama kali dalam
sejarah kota Rotterdam, sebuah rumah sakit Islam. Jika benar-benar berdiri,
maka rumah sakit Islam ini bukan hanya yang pertama di Belanda tapi juga
yang pertama kali berdiri di seantero Eropa.

 

Namun rencana ini ternyata masih memunculkan banyak tanggapan yang beragam.
Kelompok yang mendukung ide pendirian rumah sakit Islam menganggap hal itu
akan menyetarakan posisi kaum Muslim yang umumnya imigran, dengan penduduk
asli. Sementara kelompok yang menolak mengatakan, ide mendirikan rumah sakit
Islam itu sama saja dengan kembali pada pola masyarakat di zaman apartheid
yang semakin memarginalkan kaum Muslimin dan memunculkan kesenjangan kaum
Muslimin di negara non Muslim.

 

Seperti dilaporkan harian Perancis Le Figaro, ide pendirian rumah sakit
khusus Muslim ini pertama kali dilontarkan oleh seorang pengusaha bernama
Paul Sturkenboom yang juga mantan direktur Rumah Sakit Sloterfart yang
berlokasi di Amsterdam. Ide Paul mendapat kritikan keras dari sejumlah
perwakilan partai garis kanan di Dewan kota Rotterdam. Sementara para
perwakilan dari partai buruh yang berideologi kiri, mendukung ide tersebut
dan akibat dukungan itu mereka dituding telah membela kaum imigran.

 

Kelompok yang menolak dari kelompok kanan, mengatakan, rumah sakit Islam itu
adalah rumah sakit apartheid dan rumah sakit sektarian. Ronald Poijeh
mengatakan, "Kita sudah banyak memberi keleluasaan bagi kaum Muslim dalam
hal kebebasan beragama. Lihatlah jumlah kaum Kristen yang mencapai 32%
penduduk kota Rotterdam. Tapi mereka hanya mempunyai 50 gereja saja."

 

Rencananya, rumah sakit Islam ini akan selesai dibangun dalam jangka waktu
dua tahun. Rumah sakit tersebut akan memiliki ruang khusus untuk pria dan
untuk wanita. Para pasien laki-laki akan ditangani oleh dokter laki-laki dan
perawat laki-laki. Demikian pula pasien perempuan akan ditangani oleh dokter
perempuan dan perawat perempuan. Rumah sakit tersebut, diperkirakan akan
melibatkan 45 orang dokter pria dan dokter wanita. Ditambah 275 orang
perawat pria dan wanita. Meskipun disyaratkan lebih utama para pekerjanya
adalah kaum Muslim tapi Paul tidak mensyaratkan itu sebagai syarat utama. Ia
hanya meminta para pekerjanya kelak tetap bisa berpegang pada ajaran Islam
saat berinteraksi dengan para pasien.

 

Rumah sakit Islam ini juga akan menyajikan hanya makanan halal, ada mushala
dan ada siklus pengajian rutin guna memberi pengarahan agama bagi para
pekerjanya. 

 

Saat ini, jumlah kaum Muslim di Rotterdam sekitar 800 ribu orang, atau 13%
dari total penduduk kota.

 

Source :  <http://www.eramuslim.com/news/int/456bd60f.htm>
http://www.eramuslim.com/news/int/456bd60f.htm

 

Kirim email ke