Life is Beautiful

Namanya Sri Lestary, panggilan akrabnya Lenes, Lestary Kenes, karena
walau tinggi badannya tidak lebih dari 75 cm Lenes selalu tampil ceria.
Tinggi tubuh dan cacat fisik tampaknya tidak mampu menghambat Lenes
untuk tampil percaya diri dan optimistis dalam menjalani hidup.

Setamat SMA, dia memilih mengajar bahasa Ingrris untuk anak-anak sekolah
dasar. Sejak kecil Lenes mengaku sudah senang pada bidang psikologi.
Sayang, cita-citanya untuk kuliah di jurusan psikologi patah di tengah
jalan.

Namun Lenes beruntung bisa menyalurkan minatnya itu dengan menjadi
pengasuh program konsultasi untuk remaja di beberapa radio di kotanya,
Tuban, Jawa Timur.

Dengan fisik yang tidak sempurna itu, ke mana-mana Lenes harus
digendong. Sang kakak, Suci Ningsih biasanya dengan setia mengantar
Lenes ke tempat tujuan. Namun jika sang kakak yang guru SMU itu sedang
mengajar, maka teman-teman Lenes dengan ringan hati menggantikan sang
kakak menggendong Lenes ke radio untuk siaran atau ke tempat Lenes
mengajar bahasa Inggris.

Kehadiran Lenes di pogram Kick Andy, Kamis, 30 November 2006 ini
diperkuat oleh Yusstanza Razali, bocah 10 tahun yang dengan lincah
memainkan wayang kulit di tangannya. Siswa kelas 5 SD yang menderita
autis ini memilih lakon Mahabarata untuk dipentaskan di Kick Andy.
Sebuah lakon yang menceritakan perang besar antara Pandawa Lima dan
Kurawa.

Kelincahan Yusstanza sekaligus mematahkan anggapan orang selama ini
bahwa anak-anak penderita autis sulit bersosialisasi dan berkomunikasi
dengan orang lain. Bahwa anak autis punya dunianya sendiri. "Dengan
medium wayang saya bisa berkomunikasi dengan Yusstanza," ujar Yusrizal
Razali, sang ayah.

Penonton di studio semakin terpesona manakala sejumlah penari yang
terdiri dari mereka yang lahir tidak sempurna memperlihatkan kemampuan
mereka. Di bawah naungan Yayasan GR Siswa Terpadu para penari yang
terdiri dari para tuna-rungu, tuna-wicara, dan tuna-daksa itu dilatih
membawakan beberapa nomor tari. Tarian mereka itu juga sempat membuat
para juri dalam beberapa kompetisi antar-bangsa terkagum-kagum dan
memberi nilai tinggi untuk kemenangan mereka.

Moral yang hendak diangkat dalam episode Kick Andy kali ini bahwa
ternyata mereka yang dilahirkan dengan keterbatasan tetap bisa menjalani
hidup mereka dengan gembira dan berprestasi.

"Anak-anak saya itu malah kadang terlalu percaya diri. Seringkali mereka
bersikap layaknya orang normal sehingga tidak banyak orang tahu bahwa
mereka itu lahir dengan keterbatasan," ungkap Ibu Lies Kusbiono, Ketua
Yayasan GR Siswa Terpadu.

Kegembiraan mereka tentu memicu kita untuk mensyukuri apa yang ada pada
kita dan menyongsong hidup lebih optimistis dan lebih gembira. Life is
Beautiful.



NB: Tayang Ulang Minggu pukul 15.05 WIB.



Kirim email ke