Dalam dunia maya semua orang bebas menampakan diri nya, apalagi mereka yg suka
bersembunyi dibalik topeng2 nama2 samaran nya, its ok, jangan merasa terganggu
oleh kemunculan2 penulis yg kurang simpatik, inilah dunia kebebasan, dimana
kita dengan bebas bisa memilih mana yg bisa kita pelajarai atau yg kita anggap
saja lelucon yg tak lucu.
Menjadi diri sendiri tentunya membantu lebih mudah utk menulis atau
menelorkan ide2, disini kita bisa melihat beragam kharakter manusia yg
dilontarkan lewat tulisan2 nya, kelemahan seseorang memberi kelebihan bagi
kita, kelebihan seseorang berarti kekurangan dari kita, inilah ajang take and
give, take it as it is and we all will get along just fine....
Salam mayapada
omie
Yovita Almi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Halo semuanya..
Sama seperti Mas Budiman, awalnya saya gerah baca postingan-
postingan di milis ini yang agak, bahkan cenderung "keras". Tapi
sesudah saya pikir-pikir lagi, milis ini justru bisa menjadi wadah
untuk berdialog - terutama antaragama - yang selama ini sebenarnya
tidak pernah benar-benar bisa terjadi.
Dengan adanya perdebatan-perdebatan sengit - lagi-lagi terutama
antaragama ; yang notabene merupakan masalah yang selalu dianggap
sensitif di negeri kita ini - masing-masing bisa mengemukakan
prejudis2 terhadap agama lain yang mungkin selama ini mereka anggap
benar adanya. Dengan debat itu pulalah prejudis-prejudis yang ada
sedikit demi sedikit akan hilang - walau dengan sisa - dengan
dikemukakannya berbagai fakta atas prejudis tersebut.
Sudah saatnya kita semua keluar dari tempurung kita masing-masing
dan melihat perbedaan dari sudut pandang yang lebih "manis", untuk
menghormati perbedaan itu sendiri dan menerima perbedaaan sebagai
bagian dari hidup kita.
Melalui debat-debat yang ada yang saya baca, setidaknya mata saya
bisa terbuka lebih lebar dan melihat berbagai hal melalui sudut
pandang yang berbada. Betapa saya mengagumi orang-orang yang
memiliki banyak energi untuk men-jabani perdebatan yang ada. Karena
melalui tulisan-tulisan bernada sinis merekalah yang bisa membantu
kita semua yang membaca menjadi lebih dewasa dalam berpikir.
Namun pada akhirnya semua kembali kepada cara kita memandang
perdebatan itu sendiri, toh milis ini adalah wadah yang bebas yang
tidak bermaksud untuk menjadikan anggotanya untuk berpikiran sama.
Jadi dengan segala perdebatan yang ada, saya akan tetap menikmati
kebebasan saya memilih untuk bersikap "panas", "dingin"
atau "hangat"
--- In [email protected], budiman hakim <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Milis ini kok panas banget ya? Panas, sumuk dan gerah rasanya.
> Sekarang saya mulai memahami bahwa megurus negara itu pasti
susahnya bukan main. Milis sekecil ini aja orang-orangnya sudah
sangat beragam. Persamaannya adalah hampir semuanya sangat ofensif.
Ada yang sibuk memaki-maki agama. Ada yang menjelek-jelekan negara.
Ada yang ngaku diskusi tapi menyerang orangnya. Ada yang fitnah sana-
sini sambil bersembunyi dalam kedoknya. Ada yang ngeposting
renungan2 kayak pendeta. Ada yang merasa dirinya calon surga dan
orang lain calon neraka
>
> Tapi kalau mereka semua ga ada, milis ini jadi dingin. Enakan
mana? Panas apa dingin? mungkin sama-sama ga enaknya. Makanya orang
sering bilang "Saya rindu kehangatan..."
>
>
> ---------------------------------
> Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.
>
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.