Hihihihi...idem deh.. Latief --- In [email protected], jhonny sitorus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dalam kasus Smack Down ini, sy tidak ingin menghakimi > Lativi. Karena pada dasarnya, Smack Down ini merupakan > puncak dari "gunung es" seluruh tayangan kekerasan di > televisi. Sy merasa kasus dampak penayangan atau > penghentian tayangan Smack Down, adalah sebuah berita > kontroversial. > > Bagi sy, sumber permasalahan Smack Down dan tayangan > kekerasan di televisi kita, bermuara pada fungsi > pengawasan dan sanksi hukum. Yang sy tahu, pengawasan > ini merupakan kewenangan dari KPI, yg konon, memiliki > gigi untuk menerkam pengelola siaran televisi > bermasalah. Sy khawatir, "gigi" itu sengaja tidak > digunakan, atau mungkin "gigi" itu adalah "gigi palsu" > yg dipakai KPI. Akhirnya, KPI takut menggunakan > "gigi"nya, karena mungkin mangsanya lebih dan terlalu > garang untuk dihadapi. Mudah2an pendapat sy ini > keliru. > > Sekali lagi ini konon lho, benar ato tidak sy belum > tahu pasti. Di kantor KPI sendiri ada sebuah ruangan, > yang memiliki banyak televisi, sesuai jumlah televisi > nasional yg ada. Kabar miringnya lagi, setiap staf KPI > di ruangan tersebut, memiliki tugas khusus selama 24 > jam, untuk memantau setiap acara siaran televisi. Tapi > kok aneh ya, selama ini KPI belum pernah melansir > acara di televisi yg mengandung unsur kekerasan > seperti Smack Down ini. Lagi-lagi sy kuatir, jangan2 > staf KPI cuma bekerja di jam kantor, padahal Smack > Down disiarkan jam 10 malam. Smoga analisis sempit ini > salah. > > Ini benar2 prasangka lho. > Lembaga sebesar KPI kata orang-orang sudah berbenah > diri. Pengurusnya, administrasinya dan program > kerjanya muantaaap! Rapat mulai rutin digelar, dan > rencana kerja secara bertahap dijalankan. Buktinya, > tokoh-tokoh utama KPI selama ini sering bersuara > lantang di televisi, radio dan surat kabar. Tapi, > kenapa isu Smack Down ini "nyaris tak terdengar" > sebelum kasus anak tewas di Bandung tempo hari? Kenapa > isu kekerasan sebelumnya, baru sekedar wacana biasa di > KPI? Apa benar ya, isu kekerasan di televisi ini, > khususnya Smack Down, luput dari pantauan KPI? Wah > maap, sy terlalu berprasangka. > > Yang terakhir, mudah2an boleh lah kiranya sy sedikit > seuzon. > Kasus Smack Down ini kan cuma "permukaan". Kawan2 sy > bilang, masih banyak tayangan kekerasan yg dikemas > dalam film asing, sinetron monoton kita, berita > kriminal, bahkan di dalam iklan. Repot sekali tugas > KPI saat ini. Sy jadi cemas, jangan2 KPI baru bekerja > giat, kalo ada laporan dari masyarakat, apalagi > didukung pemberitaan pers. Sekali lagi maap > sebesar2nya, karena penilaian sy ini benar2 sepihak, > tidak dapat dipercaya. > > salam ketidak-pastian, > -js- > > > > > > > > > ______________________________________________________________________ ______________ > Do you Yahoo!? > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. > http://new.mail.yahoo.com >
