Setuju, bukan cuma VCD smack down, tapi anak2 penggila Rental PS (Play
Station), juga gemar memainkan game ini. Gimana nih?

Salam
Abdi Christ

--- In [email protected], "qa offset" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Nggak hanya dari TV saja anak-anak menyaksikan adu kekerasan 
> seperti smack down, tapi juga dari CD/VCD smack down yang dijual
> bebas bahkan di halaman sekolah. Jadi mohon untuk pihak2 terkait 
> tolong diberantas CD/ VCD tersebut dan hapuskan tayangan kekerasan
di TV.
>  
> dari seorang ibu yang nggak ingin anaknya menjadi korban selanjutnya.
>  
>  -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Behalf Of Ciput
> Sent: Wednesday, November 29, 2006 11:38 PM
> To: [email protected]
> Subject: [mediacare] Re:[Petisi] Tolak Tayangan Smackdown di TV Kita
> 
> 
> 
> Susahnya media kita masih berkiblat pada Amerika (tepatnya Holywood)
> jadi ya wajar kalo saya pakai analogi ini sebagai bukti... mohon maaf
> kalau saya salah (cmiiw).
> 
> Tapi terima kasih sudah menyebarluaskan petisi ini hanya karena saya
> ingin mengajak semua meninjau ulang apa yg ada di depan mata kita itu
> sudah tepat untuk anak-anak kita, terutama sekali anak-anak saya, yg
> saya tidak mau terjerumus ke jurang nista bernama kekerasan.
> 
> sekali lagi terima kasih demi masa depan Indonesia yg lebih baik.
> 
> MERDEKA!
> 
> ciput (ciput.multiply.com)
> --- In [EMAIL PROTECTED] <mailto:mediacare%40yahoogroups.com>
ps.com, Cecilia Algina <cecilia_algina@>
> wrote:
> >
> > Posted by: "Ciput" mpw_ncl@ mpw_ncl
> > Wed Nov 29, 2006 1:05 am (PST)
> > 
> > ......dihapus........
> > 
> > Mari kita bantu para orang tua (parents, seperti saya
> > ini) dalam
> > mendidik anak dengan tidak menyajikan kekerasan,
> > mistik dan pornografi di layar kaca di rumah
> > masing-masing.
> > 
> > Silakan disebarluaskan ke seluruh penjuru negeri dan
> > penjuru dunia
> > dimana pun ada orang Indonesianya *kalau Amerika mah
> > biarin aja dah, mereka juga yg biang keroknya selalu*
> > 
> > Terima kasih atas dukungannya.
> > - menuju Indonesia yg lebih baik -
> > 
> > Ciput (M. Putrawidjaja)
> > 
> > 
> > 
> > G :
> > Sebagai calon ibu, saya adalah salah satu dari sekian
> > banyak orang d Indonesia yang SANGAT tidak menyukai
> > acara 'smack down'. Acara yang sangat norak dan tidak
> > ada bagus2nya sama sekali, menurut saya. Namun lain
> > jika menurut ayah saya yang berusia 69 th, daripada
> > lihat sinetron, paling enak lihat 'smack down', seru,
> > tidak pakai mikir (kalau lihat berita kan bikin mikir
> > tuh...masalah d negara kok tidak habis2..).
> > 
> > 'Smack Down' memang bukan tontonan yang baik bagi
> > anak2, malah bisa d bilang 'meracuni' pikiran anak2,
> > yang bisanya 'meniru apa yang mereka lihat'. Jika
> > sampai muncul 'korban jiwa' akibat tayangan ini, saya
> > rasa itu kebetulan saja terekspos, pasti masih ada
> > banyak kasus lain akibat tayangan ini. 
> > 
> > Namun meski demikian, kita tidak bisa menyalahkan
> > pihak Lativi sebagai satu2nya 'pendosa' dsini. Ini tak
> > lepas dari peran orang tua d rumah, dan guru d
> > sekolah. Setahu saya, dulu 'smack down' ditayangkan
> > pukul 21.00, jam dmana seharusnya anak2 sudah tidur
> > karena besoknya harus sekolah. Dan yang perlu d
> > pertanyakan, dmana para orang tua ketika anak2 mereka
> > menonton TV? Apakah mereka mendampingi anak2nya dan
> > menjelaskan mana yg baik&mana yg tidak, mana yg layak
> > d tonton dan mana yg tidak, mana yg berguna dan mana
> > yg tidak? Atau mereka cuek saja dan berpikir bahwa
> > yang penting anak ada d rumah dan tidak keluyuran, itu
> > sudah bagus?
> > 
> > Bagaimana pula dengan peran guru d sekolah? Apakah
> > mereka sekedar mengajarkan mata pelajaran tanpa
> > mempedulikan hal2 lain? Jadi ingat waktu saya masih
> > TK-SD-SMP, d dekat sekolah banyak sekali penjual
> > makanan, mainan, dan pernak-pernik lain yang selalu
> > menarik untuk dbeli, apalagi mainan2 tersebut
> > lucu2&kita bisa pilih2 sesuka kita. Banyak juga yang
> > menjual gambar2 poster dan pin idola (saat jaman saya
> > SMP yang ngetrend NKOTB, Tommy Page, dll). Dan ini
> > cukup jadi masalah, karena ada salah seorang siswi
> > yang sangat suka membeli poster2&pin NKOTB, sampai2
> > dia menunggak bayar SPP dan uang kas kelas, karena dia
> > tidak mendapat uang jajan yang cukup untuk memenuhi
> > hobbynya itu, jadi dia menggunakan uang sekolah&uang
> > kas yang seharusnya d bayarkan. Akhirnya setelah rapat
> > para guru, para penjual poster&pin idola itu dilarang
> > berjualan d sekitar sekolah lagi, kcuali jika dia
> > berjualan yang lain, misal makanan. Memang ini bukan
> > jalan keluar yang tokcer, namun paling tidak bisa
> > meminimalisasi masalah. Dan si anak jadi lebih d
> > perhatikan, dan ada komunikasi antara pihak sekolah
> > dan orang tua. 
> > 
> > Kalau kita perhatikan, 'Smack Down' bukan satu2nya
> > acara yang menyajikan kekerasan. Coba lihat acara
> > bioskop TransTV, filmnya bagus2, namun tidak sedikit
> > yang menyajikan 'kekerasan'. Jika saudara Ciput
> > mengatakan bahwa Amerika sebagai biang keroknya
> > (karena kebanyakan film d bioskop TransTV kan produk
> > Hollywood tuh..), coba lihat sinetron2 kita. Apakah
> > sudah mendidik? Ada salah satu sinetron d RCTI, saya
> > lihat hari ini (rabu) jam 19.00, saya tidak tahu
> > judulnya karena hanya sekilas saat cari acara bagus,
> > ada adegan d sekolah, tentang segerombolan anak SD (SD
> > lho..anak2 kecil itu...) yang menghina seorang
> > temannya yang miskin, dengan kata2 yang sangat pedas.
> > Contoh baguskah ini?? Acara ini tayang jam 19.00,
> > dimana masih banyak anak kecil 'melek' dan lihat TV!
> > Lalu bagaimana dengan sinetron Hidayah, yang isinya
> > orang ribut melulu, perselingkuhan, anak/menantu tidak
> > sopan kepada orang tua/mertua, dan bunuh2an? Juga
> > bagaimana dengan sinetron mistik??
> > 
> > Pernah sekali keluarga saya terkejut mendengar kata2
> > keponakan saya yang berumur 3 tahun, dia mengatakan
> > "Mari kita bercinta..." Memang dia mengatakan itu
> > tanpa maksud apa2, bilangnya juga sama boneka,
> > ceritanya dia lagi main sama boneka. Kakak saya,
> > sebagai bapaknya, cuma melotot sama istrinya. Lalu
> > ipar saya menanyakan anaknya, "Aina, td bilang apa?"
> > Si anak mengulangi kata2nya. Ipar saya bertanya lagi,
> > "Emangnya Aina tau kata itu artinya apa? Dimana Aina
> > denger?" Dengan polos ponakan saya jawab bahwa dia
> > tahu dr tv, bercinta itu begini ma..lalu dia mengelus2
> > kepala boneka, lalu menidurkan dan menyelimuti
> > bonekanya. Meski dia tidak tahu arti sebenarnya, bukan
> > berarti hal tersebut baik2 saja kan??? Akhirnya
> > sekarang kakak saya mengeluarkan peraturan, anak2 cuma
> > boleh lihat dvd cartoon dan pelajaran bahasa inggris. 
> > 
> > Memang tayangan tv sekarang semakin bervariasi, dan
> > tidak semuanya baik. Namun tidak berarti kita bisa
> > melimpahkan segala kesalahan k pihak tv saja, namun
> > lebih baik kita introspeksi diri juga, dan benahi cara
> > mendidik anak. Dan jangan buru2 menuduh negara lain
> > sebagai biang kerok, karena negara kita pun belum
> > terlalu baik.
> > 
> > 
> > cheers,
> > gina
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >
> __________________________________________________________
> > Cheap talk?
> > Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
> > http://voice. <http://voice.yahoo.com> yahoo.com
> >
>


Kirim email ke