Dear All,
Berita gembira ini aku ambil dari milis pembaca kompas.Semoga menjadi angin
segar bagi pendamping perempuan korban kekerasan juga untuk korban kekerasan
sendiri.Mudah-mudahan ini bukan janji semata tetapi terjadi di kenyatannya.Amin
Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan !
Salam,
Dinda
==============
Korban KDRT Berobat Gratis
Berlaku bagi Warga DKI maupun Tidak
Jakarta, kompas - Korban kekerasan dalam rumah tangga bisa berobat gratis di
17 rumah sakit yang selama ini melayani pasien gratis DBD di Jakarta.
Pengobatan dan perawatan gratis ini berlaku bagi korban yang memiliki kartu
tanda penduduk DKI maupun tidak.
Upaya ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta.
Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Salimar Salim, Kamis (30/11),
mengatakan, layanan kesehatan gratis untuk korban kekerasan dalam rumah tangga
(KDRT) sebenarnya sudah ada sejak 1 Agustus lalu. Namun, layanan ini belum
banyak diketahui masyarakat secara umum.
Direncanakan, pada tahun 2007 layanan ini akan semakin disosialisasikan ke
masyarakat dan rumah sakit di Jakarta. "Siapa saja yang menjadi korban KDRT,
tanpa ditanya kartu identitasnya warga DKI atau bukan, bisa mendapatkan layanan
ini di rumah sakit yang ada di Jakarta. Bisa visum atau perawatan lainnya,"
kata Salimar.
Selama itu, lanjutnya, yang sering memanfaatkan layanan ini adalah korban
KDRT yang melapor ke polisi lalu divisum atau mendapat pemeriksaan lainnya di
Rumah Sakit Polri. Padahal, sebenarnya pemeriksaan di rumah sakit lain pun bisa
dengan rekomendasi dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak
(P2TP2A).
Menurut Salimar, anggaran untuk pelayanan sosial kepada masyarakat ini
diambil dari alokasi dana keluarga miskin yang dimiliki dinas kesehatan.
Diharapkan, dengan layanan gratis ini korban bisa tertangani segera, baik fisik
maupun psikis.
Penanganan perempuan dan anak korban kekerasan juga akan diupayakan dapat
dilakukan di tingkat puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang
dekat dengan masyarakat.
Salimar menyebutkan, kebijakan untuk menggratiskan pelayanan kesehatan kepada
perempuan dan anak korban KDRT ini sebagai salah satu kegiatan sosial
Pemerintah Provinsi DKI melalui dinas kesehatan.
"Kita peduli terhadap korban dan ingin mereka ditangani dengan baik tanpa
mengkhawatirkan biaya, terutama untuk mereka yang tidak mampu," kata Salimar.
Umumnya, ketika korban KDRT melapor ke kantor polisi, biaya visum dan biaya
perawatan lainnya terpaksa dirogoh dari kocek sendiri. Jika korban saat itu
memiliki dana, tentu tidak masalah.
Belum lagi jika korban memerlukan perawatan yang serius karena penganiayaan
fisik yang dialami cukup berat. Ada juga kasus, korban tidak memiliki sanak
saudara yang bisa menanggung pengobatan korban. Kebijakan Dinas Kesehatan DKI
yang berpihak kepada korban KDRT sedikit banyak akan meringankan korban yang
berasal dari keluarga tidak mampu.
P2TP2A DKI Jakarta adalah pusat kegiatan terpadu yang menyediakan pelayanan
bagi masyarakat DKI Jakarta, terutama perempuan dan anak korban tindak
kekerasan. Tujuannya, untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan jender yang
dikelola oleh masyarakat dengan pemerintah.
Wadah ini melayani masyarakat melalui pelayanan fisik, informasi, rujukan,
konsultasi, dan berbagai permasalahan yang dihadapi perempuan dan anak.
P2TP2A sendiri dibentuk karena perempuan merupakan kelompok yang selama ini
tersisih. Pasalnya, konteks sosial-budaya masyarakat kita yang patriarkal.
Karena tersisih, kelompok ini kurang memiliki keberdayaan dalam berbagai hal.
Perempuan juga merupakan kelompok yang secara sosial-budaya-ekonomi mengalami
kekerasan. Di sisi lain, anak-anak juga merupakan kelompok masyarakat yang
rentan mengalami eksploitasi dan kekerasan.
Saat ini kesadaran dalam masyarakat bahwa diperlukan pemberdayaan dan
perlindungan perempuan dan anak untuk mengatasi hal tersebut mulai mendapat
sambutan positif dalam berbagai bentuk. Upaya pemberdayaan perempuan ini
disadari sebagai kewajiban semua pihak, termasuk pemerintah. Pemerintah harus
mengikutsertakan partisipasi masyarakat. (ELN)
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!