mas soeyanto yg baik... 1. apa salah jika stasiun tv menampilkan 'hiburan' dalam tayangannya??? hiburan saya kasih tanda petik karena ini sudah pasti sudut pandangnya dari si pengelola tv...bisa ditanggapai beragam oleh pemirsanya...ada yang sepakat tayangan yang di labeli 'hiburan' itu sebagai hiburan...ada yang menilainya tidak menghibur...ada yang menilai brutal...ada macam-macam penilaian...bukankah setelah seharian seharian penat dengan aktifitas boleh juga saya nonton tv sekadar inigin menghibur diri...sekadar ingin tertawa....nonton srimulat misalnya...extravaganza misalnya...atau tayangan komedi lainnya yang kalau dinilai secara filosofi ya memang gak ada filosofinya...tujuannya cuma satu..bikin orang tertawa...karena kabarnya, tertawa itu menyehatkan...
2. saya sepakat bahwa hidupnya media...apapun itu...tv, radio, koran,dll..adalah karena ada audience-nya...jadi cara menguhukum media bila masyarakat tidak suka dengan tayangannya sederhana menurut saya, jangan ditonton...jangan selalu menempatkan pemirsa di posisi yang teraniaya dong...pemirsa punya power juga...namanya remote control...kalau ada pemirsa yang merasa teraniaya, itu pasti karena mereka membiarkan dirinya teraniaya dengan cara terus menonton tayangan yang tidak mereka sukai... salam, --gst ----- Original Message ---- From: soe yanto <[EMAIL PROTECTED]> To: media care <[email protected]> Sent: Thursday, November 30, 2006 1:16:59 PM Subject: [mediacare] smackdown, Indonesia, dan komunikasi Dear all, Pada dasarnya, pelarangan adalah tabu bagi gerakan demokratisasi tetapi untuk kasus smackdown (walau mungkin banyak program lain yang lebih pantas dilarang atau bersama2 harus juga dilarang) saya setuju dilakukan pelarangan karena: 1. Banyak anggota milist ini (yang bisa dikatakan mewakili pandangan kelas menengah Indonesia) yang beranggapan bahwa TV identik dengan hiburan. Pandangan ini tidak bisa dibiarkan karena TV mengggunakan kanal publik dan harus ada upaya untuk mengingatkan penggelola media bahwa TV bukan sekadar melulu media hiburan. 2. Ketika budaya media tidak diikuti dengan pendewasaan media, harus banyak anggota masyarakat, media watch, dll yang menyampaikan aspirasinya atas tayangan2 media. Di AS saja, ada hak pemirsa untuk menilai sebuah tayangan, pantas atau tidak. 3. Ketika free TVs merasa menjadi "raja hiburan" di Indonesia, mereka pun harus juga kadang perlu diingatkan bahwa mereka hidup dari pemirsa. 4. ketika TV sudah menjadi sebuah "agama baru" di masyarakat seperti Indonesia, gerakan untuk mensosialisakan pola mengkonsumsi media juga harus digalakkan, agar pemirsa tidak selalu "teraniaya" dan tidak menganggap bahwa program TV adalah sesuatu yang taken for granted. 5. Harus selalu diingat bahwa TV adalah wahana komunikasi publik, dan bukan milik mutlak pengelola atau pemilik. Jadi saya melihat pelarangan ini bukan dari segi content dan impact tetapi lebih dari sekedar menggugah "kemabukan" pengelola media dan meng-encourage pemirsa untuk bersikap. Akhirnya, pelarangan bukanlah masalah bila masyarakat yang meminta sekaligus sebagai bagian proses pembelajaran "melek media". <Soe> Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited. ____________________________________________________________________________________ Yahoo! Music Unlimited Access over 1 million songs. http://music.yahoo.com/unlimited
