Enak yah jadi laki2 dan beragama Islam...

Sy kebetulan udah laki-laki, tapi belum muslim...
Nanti mungkin sy ingin masuk Islam,..supaya bisa
menikah dan punya banyak istri...

Kalaupun tidak punya uang, kan bisa nikah siri...
lebih hemat, praktis, dan simple, udah habis kontrak,
cari lagi yang lain...

Memang Islam agama yang paling IDEAL dan FLEKSIBEL,
bisa mengikuti perkembangan jaman!

Menurut sy wajar laki-laki punya banyak istri, jika
istri pun boleh punya banyak suami!

Gak adil dong kalau suami aja yang boleh berpoligami!

Tetapi karena di jaman ini sudah ada emansipasi wanita
dan kesamaan derajat kaum wanita, seharusnya seorang
wanita juga boleh mempunyai 2 suami atau lebih...!

Kalau karena alasan istri tidak bisa melayani suami,
terus suami nikah lagi, sama juga dong dengan kalau si
suami gak bisa melayani istri, istri juga punya hak
untuk cari laki-laki lain!

Banyak alasan bahwa laki2 yang hiperseks terus istri
tidak sanggup mengimbangi suami, akhirnya si suami
selingkuh atau kawin lagi, pasti tidak dipersalahkan !
alasannya sangat klasik tuh...istri gak bisa melayani
suami dengan baik...sih...

Tapi, sebaliknya kalau si laki2 impoten atau 'payah'
terus si istri cari laki2 lain, pasti si wanita di
damprat dan di-cerca habis2an, zinah...lah, dsb..

Kenapa wanita selalu dikorbankan daripada laki-laki
yah?

Malang benar nasibmu wanita...









--- Harry Adinegara <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Sekali lagi aku tergeletik(koq sering tergeletik)
> akan berita yang memberitakan bahwa ustadz yang
> murah senyum, tambahan lagi senyumnya terkenal sejuk
>  AA Gym ,sekarang punya istri baru. Yang kurang
> jelas istri nomor berapa?
>    
>   Diberitakan disitu kalau istri yang lama
> memberikan izin kepada sang suami yang murah senyum
> nan sejuk ini untuk ambil "tempat parkir" baru. Koq
> aku ngak sempat meng-andaikan gimana ya kira kira
> percakapan AA Gym dengan istrinya ini sewaktu dia
> mau ambil istri baru?
>   Apa dia mungkin bilang : ....."aku kepingin istri
> lagi karena kian hari napsu-ku tambah besar dan aku
> kasihan sama dikau kalau aku minta dikau melayani
> aku tanpa istirahat".Maklum kan orang yang murah
> senyum nan sejuk itu ya jati dirinya pasti
> memikirkan kemaslahatan orang lain dalam hal ini
> istri ter-cinta-nya!
>    
>   Pikir2 bagaimana kalau aku hidup di Indonesia dan
> misale jadi cukong atau selibriti nan sugih plus
> punya kuasa(KKN) ya?
>    
>   Tentunya aku akan kecebur masuk trend yang
> sekarang baru hangat2nya, sampai2 ada yang ambil
> istri baru asal Hongaria apa.
>   Tapi disamping itu ,asumsiku sendiri ini,  kalau
> aku misalnya akan terhanyut trend, aku bertanya
> dalam hati kenapa orang mesti punya istri tambahan
> ya?.
>    
>   Kayaknya ini yang bisa aku simpulkan melihat
> tentunya sikon di Indonesia.
>    Tinjauan ini aku liput secara umum, secara
> general saja.
>   Kenapa orang suka kawin?termasuk aku??........
>   1.  budaya plus agama yang memperbolehkan kawin
> mengawin 
>        memicu orang untuk meng-gampang-kan perkara
> pernikahan.
>        Bisa2 juga orang yang memang demen kawin bisa
> men-justifikasi
>        ambil istri baru ini sebagai hal yang halal,
> karena agama memper-
>        bolehkan. Jadi beban psikologis tidak ada
> bahkan istri lamanya ti-
>        dak ada hak untuk melarang sang suami untuk
> ambil istri 
>        baru.
>   2.  sang suami yang punya niat ambil istri baru
> ini, kayaknya adalah
>        seorang individu yang sebenarnya punya waktu
> banyak albeit
>        punya kedudukan yang sebenarnya mengharuskan
> dia untuk
>        kerja keras dan tidak punya banyak waktu
> untuk ambil istri baru.
>        Coba para birokrat yang sebenarnya punya
> kerjaan berat ngurusi
>        rakyat dan negara konklusinya ya sebenarnya
> dia tidak punya 
>        waktu untuk cari kerjaan tambahan ......cari
> istri baru. 
>   3.  tanpa mengurangi rasa hormatku kepada wanita,
> tapi kayaknya 
>        perempuan di Indonesia itu murah sekali ya,
> murah meriah.
>        Ini mungkin karena sikon yang serba sulit. Ya
> enak-kan dimadu
>        bapak2 walaupun bapak2 itu se-umur mbah-nya,
> tapi asal punya ke-
>        dudukan dan duit ...apa salahnya, daripada
> merana.
>    
>   Tapi kriteria diatas itu tidak 100% sesuai dengan
> kenyataan di Indonesia.
>   Ada yang kere kerontang misale tukang narik becak
> punya istri 2/3 dan banyak anak2nya. Apakah ini
> melulu karena pengaruh budaya dan agama? Apakah
> mungkin punya istri banyak itu dan punya anak banyak
> itu bisa di-asumsi-kan untuk tujuan menjamin masa
> depan-nya?. Terjamin karena anak2 yang akan merawat
> pabila menginjak masa tua? Disini kita bisa ambil
> perbandingan!
>    
>   Dinegara maju ber-anak pinak banyak adalah....out
> of the question!
>   Merawat, membesarkan anak perlu ongkos gede sekali
> disini. Dari itu di negara maju tidak banyak
> pertumbuhan populasi-nya. Orang tua tidak perlu
> minta atau mengharapkan anak akan merawat mereka
> apabila mereka ber-anjak ke masa tua. Jaminan sosial
> negara cukup besar untuk bisa hidup kecukupan di
> masa tua seseorang. Lain dengan negara dunia ketiga.
>    
>   Harry Adinegara
> 
>  Send instant messages to your online friends
> http://au.messenger.yahoo.com 



 
____________________________________________________________________________________
Need a quick answer? Get one in minutes from people who know.
Ask your question on www.Answers.yahoo.com

Kirim email ke