Seluruh sohib-sohib ana di negeri seberang begitu takjub mendengar Abu
Gymnastiar berfoligami dengan janda beranak tiga. Kalau dulu ada yang terjatuh
saat naik onta kala mendengar Abu AM Fatwa berfoligami, kini ada beberapa sohib
ana musti masuk rumah sakit karena nelen biji korma.
Saking gembiranya, mereka berteriak-teriak sekencang-kencangnya.....tetapi lupa
kalau masih mengunyah kurma.
Wahau akhwan ikhwan sekalian, tolonglah, jangan hujat Abu
Gym...........beliau adalah tokoh Islam yang harus kita puja-puji. Begitu pula
jangan hujat Abu Yahya Zaini yang "berpanas-panas di ranjang" dengan artis
dangdut berinisial ME. Abu Yahya adalah mantan ketua HMI, jadi wajib kita
hormati. Kalau mau mencerna, arahkan ke ME, karena dia biangnya cewek nakal
walau menjabat sebagai bendara sebuah organisasi kepemudaan bernama AMPI.
Pada dasarnya ramai-ramainya para tokoh di negeri ini untuk cari istri baru
adalah gerakan Syariat Islam tanpa menuntut ini dan itu kepada pemerintah
yang sah. Mereka adalah sebagai public figure, yang langkah-langkahnya akan
diikuti oleh para pengikutnya, termasuk dalam berfoligami. Ana juga jadi ngiler
untuk ikuti jejak para tokoh tersebut.
Nah, ini ana dengar kabar dari negeri jiran, Datuk K mulai membatasi, bahkan
melarang-larang Siti Nurhaliza untuk berpentas di fanggung seni suara. Agaknya
Datuk yang kaya raya itu mulai dibakar afi cemburu. Apakah Siti akan bernasib
sama dengan ukthi Sheila Madjid yang dulu kerap difukuli mantan suaminya?
Hmmmm, terus terang ana menunggu kabar berikutnya. Dulu, hati ana memang
bener-bener hancur melihat kenyataan bahwa Ukthi Siti Nurhaliza akhirnya
menikah dengan Datuk K. Dalam hati, ana berkata, "Begitu teganya Siti menjual
dirinya kepada lelaki kaya raya hidung belang buaya darat itu."
Fernikahan tersebut membuktikan kebenaran sinyalemen ana beberapa waktu
lalu, bahwa ferempuan, sekaya apa pun dia, akan tetap memilih lelaki
yang lebih kaya darinya sebagai suami. Dalam kasus ini, kurang apa lagi
Siti dari segi materi? Kenapa dia lebih suka memilih lelaki, yang
konon, sebetulnya adalah suami orang?
Seperti banyak dirumorkan media Malaysia dan media jiran, bahwa CT (Siti)
lebih suka 'nemplok' di felukan suami orang, daripada di felukan lelaki yang
masih membujang. Karena kehadiran CT di hati sang Datuk lah, maka
istri Datuk memilih cerai daripada dimadu.
Kalau cuma suka pada lelaki beristri, kenapa sih, bukan memilih ana
atau ente saja? Ah, tentu saja kehadiran ana tidak akan ada artinya
bagi berlangsungnya jaminan sosial sang diva. "Financial security",
itulah alasan kebanyakan ferempuan menikah. Sedangkan lelaki lebih
suka menikah karena bakat bawaan instink frimitifnya, yaitu tertarik
"barang bagus".
Lelaki berduit mana yang tak menginginkan ferempuan yang mirip boneka
Barbie ala Melayu itu? Jangankan lelaki berduit, lelaki tongpes pun pasti
berkhayal, malu-malu atau tidak malu-malu, untuk menikah dengan fenyanyi
bersuara emas itu. Apalagi karakternya yang anggun dalam fenampilan,
sopan dalam bertutur kata, dan tidak suka famer aurat itu, pasti
menambah hasrat setiap fria untuk mendapatkan sorga dunia.
Walaupun ana kurang suka mendengar musik, tapi sepintas ana dapat
menilai bahwa si Siti Nurhaliza ini mempunyai bakat besar dalam
menyanyi (betul apa tak betul?). Dan yang ana kagumi juga, dia tak
pernah berpakaian ala Barat di setiap kali penampilannya. Dia
tidak terpengaruh untuk ikut-ikutan menggunakan fakaian yang seksi,
minim atau ketat.
Berbeda jauh dengan para fenyanyi ferempuan kita, yang lebih suka
memamerkan lekuk-lekuk tubuhnya dengan berfakaian ketat atau minim,
dalam rangka mendongkrak fendapatan belanja rumah tangga. Malah bukan
rahasia lagi kalau para fenyanyi ferempuan yang sudah beristri
pun, rela meninggalkan suami dan anaknya berhari-hari karena dibooking
"manggung" oleh organisasi ini, organisasi itu. Contohnya Mayangsari
yang dulu sering dibooking Golkar untuk berkampanye, akhirnya jatuh
ke felukan Abu Bambang Trihatmodjo.
Di sini terlihat dengan jelas, bahwa berdasarkan salah satu fenomena
tersebut, sebetulnya batas antara fenyanyi ferempuan (artis) dan felacur
sangatlah tipis. Boleh dibilang tak ada batasnya, sebab keduanya
sama-sama menjajakan 'sex appeal' yang mereka miliki, baik melalui
suara atau tubuh mereka.
Dengan daya tarik seksual yang menjadi andalan mereka berbisnis inilah, yang
kemudian mendasari mereka untuk memasang harga, baik ketika show yang
sebenarnya, atau show yang pakai tanda kutip: "show". Lebih jauh lagi, dalam
segala aspek, harga tinggi tersebut kemudian berdampak pada tingginya gengsi,
sehingga segala sesuatunya, disebut fantas atau tidak fantas, dengan nominal
uang.
Contohnya dalam ferkawinan yang dialami banyak kaum selebritis, tak ada
satu pun yang rela menikah dengan orang miskin, atau katakanlah, dengan
orang yang standar ekonomi menengah. Dan fenyakit masyarakat
tersebut ternyata juga bukan cuma menjangkiti fara selebritis yang
sering nongol di TV. Orang-orang kamfung yang tidak fernah masuk tv
fun mematok harga tinggi bagi anak gadisnya. Apalagi kalau sang anak
bertamfang cantik atau mirif-mirif artis, maka harga jualnya fun tentu lebih
tinggi lagi.
Ente boleh saja protes, tapi hal ini benar adanya. Banyak orangtua yang
bertingkah seperti germo atau bromocorah yang memasang tarif tinggi bagi siapa
yang hendak meminang anak gadisnya. Terkadang sang anak
gadis pun merasa dirinya cantik dan memang merasa pantas dihargai dengan harga
tinggi.
Jadilah di sini batas felacuran dan fernikahan jadi kabur. Dalam kedua
kasus tersebut, sang lelaki sebagai konsumen, sama-sama harus mempunyai budjet
yang banyak untuk mendapatkan seorang ferempuan.
Kalau jiwa felacur dan germo sudah menguasai, maka segalanya harus
serba wah, termasuk memilih calon suami, seperti yang menimfa Siti
Nurhaliza. Sofan santun dalam bertutur kata, elok dalam berfakaian,
hanyalah kamuflase untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dari
lelaki hidung belang. Fengetahuan agamanya hanya dijadikan umfan
untuk menjaring konsumen yang lebih banyak.
Bagaimana fun juga kehidupan terus berjalan. Felacuran dan ferkawinan tak
akan fufus dari dunia, selama para ferempuan cantik dan tidak cantik masih
merasa sebagai barang yang mahal. Sebagai seorang muslim yang baik,
mustinya Datuk K tidak hanya sekadar melegitimasi ferkawinan untuk
melamfiaskan nafsunya. Sebagai anggota dari umatan wasatan, mustinya
Datuk K, dan juga kita, dalam hal ferkawinan mempunyai sebuah misi,
baik itu misi sosial, ekonomi maupun fendidikan.
Bukan hanya sharing, maaf, alat kelamin, dengan bayaran yang mahal,
tapi juga musti sharing harta-benda dan intelektual. Dengan kata lain,
mustinya seorang yang kaya menikah dengan seorang yang
miskin. Orang fandai menikah dengan orang yang kurang
fandai. Seorang ahli agama mustinya kawin dengan seorang yang buta agama.
Dengan demikian terjadi sharing ekonomi, sosial dan intelektual.
Kalau seorang kaya kawin dengan orang kaya, orang miskin musti kawin
dengan orang miskin, ustadz kawin dengan ustadzah, menurut ana mereka
bukan termasuk orang-orang yang beruntung, dan tidak mengerti makna
visi dan misi beragama.
Dalam hal ini ana salut dengan orang-orang Singapura yang mau menikahi fara
janda miskin dari bangsa Indonesia. Fadahal fara janda itu rata-rata bertampang
jauh memprihatinkan dari Siti Nurhaliza (dan tak bisa menyanyi). Dan dari segi
ekonominya fun tergolong fas-fasan, karena mereka kebanyakan tadinya
berprofesi sebagai fembantu rumah tangga, baby sitter, tukang masak, dll.
Kalau seorang Siti Nurhaliza dan yang senasib dengannya masih juga
mencari lelaki yang lebih kaya, menurut ana, mereka tak ada beda dengan
felacur. Walau mereka nampak terhormat, tapi mental mereka mental
felacur. Begitu juga Datuk Khalid, walaupun kedudukannya terfuji di
mata Malaysia, tapi mentalnya tetap mental hidung belang buaya darat.
Sebagai fenutup, walaupun ana kurang setuju dengan keputusan yang
diambil oleh Siti dan datuknya, ana tetap berlaku sportif. Ana ucapkan
semoga fasangan Datuk K dan Siti boleh berkekalan selama-lamanya. Semoga
Siti mampu bertahan walau frahara menimpa. Dan sebagai seorang lelaki,
ana selalu berkeyakinan bahwa kesempatan kedua itu selalu ada. Jadi, ana
menunggu jandanya sajalah!
Wassalam,
hasil bongkar-bongkar tulisan [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!